Dinamika Populasi Ikan Remang (Congresox talabonoides Bleeker, 1853) yang Tertangkap Oleh Rawai dasar di Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Brondong Lamongan, Jawa Timur

Muhit, - (2020) Dinamika Populasi Ikan Remang (Congresox talabonoides Bleeker, 1853) yang Tertangkap Oleh Rawai dasar di Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Brondong Lamongan, Jawa Timur. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Abstract

Daerah penangkapan nelayan PPN Brondong berada di Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia (WPPNRI) 712 yaitu perairan Laut Jawa. Perairan Laut Jawa memiliki potensi perikanan yang cukup tinggi dengan beragam jenis ikan, terutama jenis ikan demersal. Ikan Remang merupakan salah satu jenis ikan demersal yang memiliki nilai ekonomi penting serta termasuk kedalam salah satu hasil tangkapan dominan yang didaratkan di PPN Brondong. Alat tangkap yang digunakan dalam menangkap ikan ini adalah rawai dasar. Rawai dasar sendiri merupakan alat tangkap yang cukup banyak beroperasi di PPN Brondong setelah alat tangkap cantrang. Hal ini dikarenakan pengoperasian rawai dasar cukup mudah dan biaya yang digunakan relatif murah serta alat ini dapat beroperasi sepanjang tahun. Data statistik PPN Brondong 5 tahun terakhir (2014-2018) menunjukan Hasil tangkapan ikan Remang (Congresox talabonoides) selalu mengalami peningkatan setiap tahunnya, dengan rata-rata peningkatan sebesar 29,13 ton per tahun. Penangkapan yang dilakukan secara terus-menerus tanpa pengendalian dikhawatirkan populasi ikan Remang (Congresox talabonoides) di PPN Brondong mengalami overfishing (tangkap lebih). Mengantisipasi hal tersebut maka penelitian tentang dinamika populasi ikan Remang (Congresox talabonoides) sangat diperlukan untuk memperoleh informasi yang mendukung dalam pengelolaan sumber daya perikanan yang berkelanjutan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan panjang berat, parameter pertumbuhan, dan mortalitas. Serta menduga status pemanfaatan sumber daya ikan Remang (Congresox talabonoides) melalui laju eksploitasi, rekrutmen, Y/R dan B/R di PPN Brondong. Metode yang digunakan dalam pengumpulan data adalah metode observasi yaitu dengan menggali data dan informasi langsung dari lokasi penelitian di lapangan. Observasi dilakukan untuk mengumpulkan data primer berupa identifikasi dan pengukuran panjang berat ikan Remang (Congresox talabonoides) yang diambil secara random sampling dari hasil tangkapan alat tangkap rawai dasar di PPN Brondong. Identifikasi dilakukan dengan melihat parameter morfologi dari bentuk tubuh ikan dan dibantu dengan menggunkan buku kunci identifikasi. Identifikasi dimulai dari melihat kelas, ordo, famili, genus, hingga menemukan jenis spesiesnya. Setelah identifikasi selesai, dilakukan pengambilan sampel panjang berat. Pengambilan sampel dilakukan sebanyak empat kali selama penelitian. Sampel yang diambil sebanyak 105 ekor per bulan dan selama empat bulan total sampel didapatkan sebanyak 420 ekor. Pengukuran panjang menggunakan total length (TL) dengan materan jahit ketelitian 0.1 cm, dan pengukuran berat menggunakan timbangan digital dengan ketelitian 1 gram. Pengukuran dilakukan secara langsung di TPI PPN Brondong. Adapun data sekunder diperoleh dari laporan tahunan PPN Brondong serta literatur terkait sebagai penunjang data. Analisis data dilakukan dengan menggunakan program Microsoft Excel dan FISAT II. Hasil yang diperoleh adalah hubungan panjang berat ikan Remang (Congresox talabonoides) bersifat allometrik negatif yaitu pertambahan panjang lebih cepat dibandingkan pertambahan berat karena diperoleh nilai b < 3, pada Februari = 2,4269, Maret = 2,4846, April = 2,6332, Mei = 2,5780, dan nilai b total = 2,5544. Parameter pertumbuhan diperoleh nilai L∞ = 124,1 cm, K = 0,5 per tahun, t0 = -0,22 tahun sehingga didapatkan persamaan pertumbuhan yaitu Lt = 124,1 (1 – exp-0,5(t+0,22)). Adapun nilai mortalitas diperoleh mortalitas total (Z) = 1,41 per tahun, mortalitas alami (M) = 0,80 per tahun, dan mortalitas penangkapan (F) = 0,61 per tahun. Pemanfaatan ikan Remang (Congresox talabonoides) di PPN Brondong berstatus underfishing atau penangkapan rendah karena diperoleh nilai laju eksploitasi (E) < 0,5 yaitu 0,43 per tahun yang berarti masih berada dibawah batas optimum. Pola rekrutmen terdapat dua kali dalam setahun yaitu pada Februari dan September dengan nilai persentase 14,78% dan 18,73%. Adapun nilai Y/R dan B/R berturut-turut yaitu 3,6% dan 41,7% per tahun.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: 0520080242
Uncontrolled Keywords: -
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 639 Hunting, fishing & conservation > 639.2 Commercial fishing, whaling, sealing
Divisions: Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan > Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan dan Kelautan
Depositing User: soegeng sugeng
Date Deposited: 20 Feb 2021 07:13
Last Modified: 19 Oct 2021 07:30
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/183149
[thumbnail of DALAM MASA EMBARGO] Text (DALAM MASA EMBARGO)
Muhit (2).pdf
Restricted to Registered users only until 31 December 2022.

Download (6MB)

Actions (login required)

View Item View Item