Sistem Agribisnis Ikan Lele (Clarias sp.) di Kampung Lele Desa Tegalrejo, Kecamatan Sawit, Kabupaten Boyolali (Kawasan Minapolitan Ikan Lele)

Prayuda, Krisna (2020) Sistem Agribisnis Ikan Lele (Clarias sp.) di Kampung Lele Desa Tegalrejo, Kecamatan Sawit, Kabupaten Boyolali (Kawasan Minapolitan Ikan Lele). Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Abstract

Kabupaten Boyolali merupakan salah satu wilayah yang dijadikan kawasan minapolitan oleh pemerintah yang ditetapkan melalui Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan RI Nomor KEP.32/MEN/2010 tentang Penetapan Kawasan Minapolitan menjadi kabupaten penyumbang seperlima pasokan ikan lele (Clarias sp.) di Provinsi Jawa Tengah. Kampung Lele yang ada di Desa Tegalrejo, Kecamatan Sawit, Kabupaten Boyolali adalah salah satu Kawasan minapolitan di Provinsi Jawa Tengah yang terus berkembang. Kawasan ini telah menjadi pusat pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Boyolali, karena kegiatan usaha agribisnis ikan lele yang dilakukan dari hulu hingga hilir. Kawasan Minapolitan Kampung Lele ini mampu menghasilkan 12 ton ikan lele per hari dengan luas kolam 21 Ha yang dijual dalam bentuk ikan segar untuk memenuhi pasar Yogyakarta, Solo, Klaten, Boyolali, dan Salatiga. Oleh sebab itu perlunya dilakukan penelitian terkait dengan analisis sistem agribisnis ikan lele yang ada di Kampung Lele, Kabupaten Boyolali agar dapat mendeskripsikan penerapan sistem agribisnis ikan lele dari hulu hingga hilir, tingkat profitabilitas pembudidaya yang ada, nilai tambah produk olahan yang dihasilkan serta mengetahui efisiensi sistem pemasaran produk di Kampung Lele, Kabupaten Boyolali. Penelitian dilaksanakan di Kawasan Minapolitan Kampung Lele, Desa Tegalrejo, Kecamatan Sawit, Kabupaten Boyolali, Provinsi Jawa Tengah. Dengan waktu pelaksanaan pada 26 Januari – 24 Februari 2020. Jenis penelitian ini yaitu penelitian deskriptif, untuk menentukan responden dilakukan dengan metode nonprobability sampling yaitu menggunakan metode sensus/ sampling jenuh (saturated sampling) dan snowball sampling. Jenis data pada data primer dan sekunder menggunakan teknik pengambilan data dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dengan (1) analisis deskriptif kualitatif metode Miles dan Huberman, (2) analisis profitabilitas, (3) analisis nilai tambah metode Hayami, dan (4) analisis efisiensi pemasaran. Dari hasil penelitian dan analisis data, didapatkan; (1) penerapan sistem agribisnis ikan lele di Kampung Lele, Kabupaten Boyolali telah terintegrasi dengan melibatkan masyarakat sekitar menjadi pembudidaya, pengolah dan pedagang. Pada kegiatan budidaya, terdapat dua tipe pembudidaya yaitu pembudidaya biasa yang hanya menjalankan kegiatan budidaya ikan lele (biasa non juragan/ tengkulak lokal) dan pembudidaya yang berstatus juragan/ tengkulak lokal yang menjalankan peran sebagai penyedia input produksi dan distributor di dalam saluran pemasaran produk, (2) hasil analisis profitabilitas usaha budidaya dilihat dari RC ratio sebesar 1,31, dan RTC 29,91% untuk pembudidaya biasa non juragan/ tengkulak lokal dan RC ratio sebesar 1,37 dan RTC 35,65% untuk pembudidaya berstatus juragan/ tengkulak lokal yang artinya usaha budidaya menguntungkan untuk dijalankan berdasarkan analisis jangka pendek karena R/C > 1, serta kegiatan usaha budidaya juga dalam kondisi baik dikarenakan nilai RTC lebih besar dari suku bunga 12%, (3) hasil analisis nilai tambah dari ketiga produk yaitu produk abon lele (22,49%), keripik daging lele (21,21%) dan keripik kulit lele (21,66%), (4) dari ke 10 saluran pemasaran yang ada melibatkan pembudidaya, pedagang pengepul (pemasok kuliner pecel lele), pedagang pengecer (pemancingan), unit pengolahan serta pedagang pengepul yang bergerak di usaha oleh-oleh dapat disimpulkan bahwa rantai pemasaran yang paling efisien yaitu saluran pemasaran 4 ditingkat pedagang pengecer dengan nilai efisiensi terkecil yaitu 0,1668, margin pemasaran terkecil Rp 1.000,00 dan fisherman’s share terbesar yaitu 95,24%. Oleh karena itu diperlukan perbaikan diantaranya untuk peneliti agar hasil dari penelitian ini dapat dikembangkan kembali dengan metode lain seperti metode SWOT, analisis kelayakan finansiil jangka panjang dan fokus penelitian berbeda sehingga dapat membantu pengembangan Kampung Lele sebagai kawasan minapolitan maju. Untuk pelaku usaha di Kampung Lele, Kabupaten Boyolali memperhatikan besaran input dan output dalam kegiatan usahanya agar pengelolaan keuangan dapat efektif dan efisien sehingga meningkatkan profitabilitas teknis usaha budidaya dan pengolahan, mengikuti perkembangan teknologi dan ilmu pengetahuan serta memaksimalkan peluang pemasaran produk. Untuk pemerintah lebih mendukung dalam bidang perikanan yang ada di Kampung Lele, Kabupaten Boyolali untuk kemajuan perekonomian dengan pengembangan kawasan minapolitan maju, pemerintah juga dapat memberikan sosialisasi mengenai produk perikanan baik hasil budidaya maupun pengolahan produk serta membantu kegiatan promosi produk hasil produksi yang ada.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: 0520080200
Uncontrolled Keywords: -
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 639 Hunting, fishing & conservation > 639.2 Commercial fishing, whaling, sealing > 639.27 Fishing for specific kinds of fishes > 639.274 92 Catfishing / Catfish fisheries
Divisions: Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan > Sosial Ekonomi Agrobisnis Perikanan
Depositing User: soegeng sugeng
Date Deposited: 20 Feb 2021 07:12
Last Modified: 19 Oct 2021 02:01
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/182934
[thumbnail of DALAM MASA EMBARGO] Text (DALAM MASA EMBARGO)
Krisna Prayuda (2).pdf
Restricted to Registered users only until 31 December 2022.

Download (7MB)

Actions (login required)

View Item View Item