Studi Karakteristik Fenotipik Kambing Betina Peranakan Etawah Dan Senduro Di Desa Burno Dan Kandangtepus Kecamatan Senduro Kabupaten Lumajang

Putra, Nanda Dwi (2020) Studi Karakteristik Fenotipik Kambing Betina Peranakan Etawah Dan Senduro Di Desa Burno Dan Kandangtepus Kecamatan Senduro Kabupaten Lumajang. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Abstract

Karakteristik fenotipik kambing menampilkan ciri khas setiap galur kambing. karakteristik fenotipik kambing digunakan sebagai acuan untuk pelestarian plasma nutfah kambing lokal. Karakteristik yang ditampilkan kambing Peranakan Etawa (PE) dan Senduro dimungkinkan terdapat perbedaan. Tujuan penelitian adalah mengkaji perbandingan karakteristik berdasarkan Standar Nasional Indonesia; mengkaji hubungan statistik vital dengan umur; mengkaji hubungan statistik vital dengan BCS dan mengkaji perbandingan karakteristik kambing PE dan Senduro. Hasil penelitian diharapkan sebagai sumber pengetahuan tentang karakteristik kambing PE dan Senduro serta sumber informasi yang mendukung program pemuliaan dengan sistem seleksi untuk menentukan bibit unggul berdasarkan (Standar Nasional Indonesia) SNI sebagai bentuk konservasi dan pengembangan plasma nutfa kambing lokal khususnya kambing PE dan Senduro. Materi penelitian adalah kambing PE dan Senduro yang berasal dari peternakan rakyat di desa Burno dan Kandangtepus, kecamatan Senduro, kabupaten lumajang sebanyak 74 ekor kambing PE dan 120 ekor kambing Senduro. Metode penelitian adalah survei dengan teknik pengambilan data purposive sampling. Pembagian sampel didasarkan pada galur kambing dan umur kambing PI0, PI2, PI4, PI6 dan PI8. Variabel yang diamati adalah profil muka, warna bulu, bentuk daun telinga, tanduk dan bentuk ambing, sedangkan variabel yang diukur adalah tinggi pundak (TP), panjang badan (PB), lingkar dada (LD), panjang telinga (PT) dan Body Condition Score (BCS). Data di analisis dengan regresi untuk hubungan statistik vital dengan umur dan BCS serta uji-t untuk perbandingan karakteristik kambing PE dan Senduro. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan sifat kualitatif dan kuantitatif terdapat 65,15% kambing PE betina dan 81,4% kambing Senduro betina umur PI1, PI2 dan PI3 yang sesuai dengan SNI. Uji regresi hubungan statistik vital dengan umur menunjukkan hasil yang sangat signifikan (p<0,01) dengan nilai korelasi tertinggi pada lingkar dada 0,66 PE dan 0,65 Senduro. Uji regresi hubungan statistik vital dengan BCS menunjukkan hasil yang sangat signifikan (p<0,01) dengan nilai korelasi tertinggi pada lingkar dada 0,76 PE dan 0,83 Senduro. Perbandingan statistik vital antara kambing PE menunjukkan perbedaan yang nyata (p<0,05) dengan hasil lebih baik Senduro, terkecuali pada umur PI0, PB PI6, TP PI8 dan PB PI8 yang menunjukkan tidak berbeda nyata. Disimpulkan bahwa kambing PE dan Senduro di desa Burno dan Kandangtepus sesuai dengan SNI ditinjau dari sifat kuantitatif dan kuantitatif sebanyak 65,15% PE dan 81,4% Senduro, hubungan antara umur ternak terhadap statistik vital menunjukkan hubungan positif dengan nilai korelasi tertinggi dari kedua galur kambing tersebut adalah lingkar dada, ubungan antara BCS terhadap umur ternak menunjukkan hubungan yang positif dengan nilai korelasi tertinggi pada kedua kambing tersebut adalah lingkar dada, Karakteristik fenotipik statistik vital kambing PE dan senduro menunjukkan perbedaan yang signifikan, kecuali untuk umur PI0, PI6 dan PI8. Berdasarkan rataan ukuran statistik vital kambing Senduro lebih unggul daripada kambing PE. Saran untuk penelitian ini adalah 65,15% kambing PE dan 81,40% kambing Senduro yang memenuhi standar bibit sesuai dengan SNI 7352.1-2015 dan SNI 7352-3-2015 sebaiknya didaftarkan ke Direktorat Perbibitan dan Produksi Ternak untuk mendapatkan sertifikakasi bibit sehingga memiliki nilai jual yang lebih tinggi dan kambing tersebut juga dapat digunakan sebagai bibit dalam upayapelestarian serta pengembangan kambing PE dan Senduro. Saran untuk penelitian ini adalah 65,15% kambing PE dan 81,40% kambing Senduro yang memenuhi standar bibit sesuai dengan SNI 7352.1-2015 dan SNI 7352-3-2015 sebaiknya didaftarkan ke Direktorat Perbibitan dan Produksi Ternak untuk mendapatkan sertifikakasi bibit sehingga memiliki nilai jual yang lebih tinggi dan kambing tersebut juga dapat digunakan sebagai bibit dalam upayapelestarian serta pengembangan kambing PE dan Senduro.

English Abstract

The purpose of this study were to compare the phenotypic characteristics with “Standar Nasional Indonesia”, determine of relationship between statistic vital with age and Body Condition Score (BCS), also compare statistic vital between Etawah crossbreed and Senduro goats. The material used 74 does of Etawah crossbreed and 120 does of Senduro that were categorized as PI0 to PI8. The method used was survey with a purposive sampling. The results showed 28 does of Etawah crossbreed (65,1%) and 48 does of Senduro (81,4%) ages PI0, PI2, and PI4 qualified according to “Standar Nasional Indonesia”. The highest correlation between statistic vital and age was found in the chest girth 0.66 (p<0.01) Etawah crossbreed and 0.65 (p<0.01) Senduro. The highest correlation between statistic vital and BCS was found in the chest girth 0.76 (p<0.01) Etawah crossbreed and 0.83 (p<0.01) Senduro. Phenotypic characteristics of comparison does of Eatwah crossbreed and Senduro goat ware significant easily showed differences (p <0.05) except at the age of PI0, TP PI6, TP PI8 and PB PI8 which does not showed a significant. The conclusion were phenotipic characteristics does of Etawah crossbreed (65,1%) and Senduro (81,4%) qualified according with “Standar Nasional Indonesia”, statistic vital have a correlation with age and BCS, the highest correlation on chest girth (0.66, 0.76) Etawah crossbreed and (0.65, 0.83) Senduro, and the statistic vital of Senduro goat are higher than Etawah crossbreed goat.

Other obstract

-

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: 0520050169
Uncontrolled Keywords: BCS, Etawah crossbreed, Senduro, statistic vital
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 636 Animal husbandry > 636.3 Sheep and goats > 636.39 Goats > 636.392 Specific breeds of goats
Divisions: Fakultas Peternakan > Peternakan
Depositing User: Budi Wahyono Wahyono
Date Deposited: 11 Feb 2021 06:10
Last Modified: 05 Aug 2022 02:03
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/182847
[thumbnail of DALAM MASA EMBARGO] Text (DALAM MASA EMBARGO)
Nanda Dwi Putra.pdf
Restricted to Registered users only until 31 December 2022.

Download (3MB)

Actions (login required)

View Item View Item