Pengaruh Penambahan Calcidifier Dalam Pakan Terhadap Energi Metobolis, Kecernaan Protein Dan Kadar Amonia Eskreta Ayam Petelur

Firmansyah, Kifli (2020) Pengaruh Penambahan Calcidifier Dalam Pakan Terhadap Energi Metobolis, Kecernaan Protein Dan Kadar Amonia Eskreta Ayam Petelur. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Abstract

Bahaya atau hazard yang berkaitan dengan keamanan pangan asal ternak diantaranya adalah penyakit ternak, penyakit yang ditularkan melalui pangan (food borne diseases) serta cemaran atau kontaminan bahan kimia dan bahan toksik termasuk cemaran antibiotik. Ditemukannya residu antibiotik dalam makanan asal hewan erat kaitannya dengan penggunaan antibiotik untuk pencegahan dan pengobatan penyakit ternak serta penggunaan sebagai aditif pakan. Hal yang dikhawatirkan adalah adanya pencampuran feed additive dalam ransum yang dilakukan sendiri oleh peternak yang kurang dapat dijamin ketepatan takarannya sehingga dapat menyebabkan residu antibiotik pada pangan asal ternak (Etikaningrum dan Iswantoro, 2017). Pembatasan atau bahkan pelarangan penggunaan antibiotik sudah dilakukan, peran antibiotik dalam pakan sebagai feed additive dapat digantikan oleh beberapa feed additive lain seperti probiotik, fitobiotik dan acidifier. Acidifier merupakan feed additive yang tersusun dari asam-asam organik yang memiliki fungsi kurang lebih sama dengan antibiotik namun memiliki faktor resiko yang jauh lebih rendah dibanding dengan antibiotik karena acidifier tidak akan mencemari produk ternak seperti telur. Acidifier dapat bekerja sebagai bakteriostatis dengan menekan populasi bakteri patogen dan menjaga populasi bakteri non patogen sehingga proses penyerapan nutrisi dapat berjalan secara optimal (Widodo, Natsir dan Sjofjan, 2019) Penggunaan acidifier umum digunakan baik pada ayam pedaging dan ayam petelur, penggunaan feed aditive berupa acidifier merupakan suatu usaha untuk menggantikan fungsi antibiotik dalam pakan, calcidifier merupakan hasil kombinasi dari CaCO3 dengan zat lain yang mengandung asam organik seperti belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L). Fungsi dari calcidifier tidak lain adalah untuk menjaga pH saluran pencernaan ternak agar tetap optimal sehingga kecernaan nutrisi pakan dapat berjalan dengan baik. Penambahan feed aditive tersebut diharapkan dapat mempengaruhi energi metabolisme, peningkatan kecernaan protein dan menurunkan kadar amonia ekskreta. Materi pada penelitian ini menggunakan ayam petelur sebanyak 80 ekor. Metode yang digunakan dalam penelitian ini berupa percobaan lapang dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 4 ulangan dan masing-masing terdiri dari 20 ekor ayam pedaging. Perlakuan yang diberikan yaitu perlakuan P0: Pakan basal tanpa pnambahan calcidifier, perlakuan P1: pakan dengan penambahan calcidifier 0,1 %, perlakuan P2: pakan dengan penambahan calcidifier 0,2 %, perlakuan P3: pakan dengan penambahan calcidifier 0,3 %, perlakuan P4: pakan dengan penambahan calcidifier 0,4 %. Variabel yang diamati pada penelitian ini adalah nilai kecernaan protein, energi metabolis semu, energi metabolis terkoreksi N dan kada amonia ekskreta. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan analisis kovarian (Anova) dari Rancangan Acak Lengkap (RAL). Kemudian dilanjutkan dengan Uji Jarak Berganda Duncan’s (UJBD) apabila terdapat pengaruh nyata atau sangat nyata dan dilanjutkan dengan analisis varian (Anova). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan calcidifier dalam pakan memberikan pengaruh nyata (P<0,01) terhadap kecernaan protein, energi metabolis semu, energi metabolis terkoreksi N dan adar amonia ekskreta. Rata-rata nilai kecernaan protein perlakuan P4 (74,96 ± 2,63bcd %) cenderung menunjukkan hasil yang lebih tinggi dibandingkan dengan perlakuan yang lainnya. Pada nilai AMe perlakuan P4 (3001,95 ± 55,93bcd Kkal/kg) cenderung menunjukkan hasil tertinggi dibandingkan dengan perlakuan yang lainnya. Pada rata-rata AMeN perlakuan P4 yaitu (2968,90 ± 54,27bcd Kkal/kg) cenderung menunjukkan hasil paling tinggi dibandingkan dengan perlakuan yang lainnya. Pada kadar amonia ekskreta perlakuan P3 (0,8 ± 0,16a mM) cenderung menunjukkan hasil yang rendah dibandingkan dengan perlakuan yang lainnya. Berdasarkan hasil dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penambahan calcidifier dalam pakan dapat dijadikan sebagai feed aditive dan pemberian pada level 0,3 % dapat meningkatkan nilai energi metabolis, kecernaan protein dan menurunkan kadar amonia ekskreta ayam petelur.

English Abstract

This experiment was conducted to investigate the nutrient digestibility with calcidifier addition in feeds of 8 months Isa Brown strain layer. Twenty female layers 32 weeks old, were maintained in battery cages. This research was extended for 4 weeks, during the experiment the chickens was given with self mixing feeds with addition of calcidifier. The chickens were randomly assigned to experiments with 4 replicate and 5 treatment. The treatments were P0 (Control feeds with none addition of calcidifier), P1 (Feeds with 0,1 % calcidifier addititon), P2 (Feeds with 0,2 % calcidifier addition), P3 (Feeds with 0,3 % calcidifier addition), P4 (Feeds with 0,4 % calcidifier addition). sample were collected and subjected to analysis of variance of the completely randomized design (ANOVA). The differences among treatment and were tested by (DMRT) Duncan's Multiple Range Test, the DMRT’s can define the sample why it can give difference among the treatment . The results showed that the addition of calcidifier on 0,3 % levels give the best result and had significantly different (P<0,01) on apparent metabolizable energy, and apparent metabolizable energy corrected by nitrogen, crude protein digestibility, and ammonia excrete levels. It can be concluded that the addition of calcidifier in feed can increase crude protein digestibility, apparent metabolizable energy, apparent metabolizable energy corrected by nitrogen and decrease the ammonia excrete levels.

Other obstract

-

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: 0520050145
Uncontrolled Keywords: Acidifier, Averrhoa bilimbi L, Ammonia Excrete Levels, Metabolizable Energy, Protein Digestibility.
Subjects: 500 Natural sciences and mathematics > 577 Ecology > 577.2 Specific factors affecting ecology > 577.27 pollution ecology > 577.275 2 Pollution by acids
Divisions: Fakultas Peternakan > Peternakan
Depositing User: Budi Wahyono Wahyono
Date Deposited: 09 Feb 2021 07:29
Last Modified: 09 Feb 2021 07:29
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/182800
Full text not available from this repository.

Actions (login required)

View Item View Item