Identifikasi Madu Karet (Hevea brasiliensis), Madu Kayu Putih (Eucalyptus spp), Dan Honeydew Kosambi Ditinjau Dari Kualitas Kimia

Nadillawati, Iman Indah Suci (2020) Identifikasi Madu Karet (Hevea brasiliensis), Madu Kayu Putih (Eucalyptus spp), Dan Honeydew Kosambi Ditinjau Dari Kualitas Kimia. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Abstract

Indonesia merupakan negara tropis yang memungkinkan tumbuhnya berbagai macam tanaman yang dapat menghasilkan nektar kaliandra, karet, randu, rambutan, mangga, kayu putih, dan lain-lain, sehingga memungkinkan pula tersedianya jenis madu dengan asal sumber nektar tanaman. Perbedaan sumber nektar akan membuat madu memiliki komposisi, rasa, aroma, maupun penampilan fisik yang berbeda. Penelitian dilakukan di PT. Kembang Joyo Sriwijaya, di Laboratorium Teknologi Hasil Ternak Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya, dan di Laboratorium PT. Saraswanti Indo Genetech Bogor pada 6 Januari hingga 20 Maret 2020. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbedaan kualitas kimia madu karet, madu kayu putih, dan honeydew kosambi. Kegunaan penelitian ini adalah untuk memberikan informasi terkait perbedaan kualitas kimia antara madu karet, madu kayu putih, dan honeydew kosambi. Materi penelitian yang digunakan adalah madu karet yang dihasilkan lebah Apis mellifera, madu kayu putih yang dihasilkan lebah Apis dorsata dan honeydew kosambi yang dihasilkan lebah Apis dorsata. Madu karet dan madu kayu putih diperoleh dari PT. Kembang Joyo Sriwijaya, sedangkan honeydew kosambi diperoleh dari mitra di Ambon. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode penelitian laboratorium dengan menggunakan sampel madu dari jenis nektar yang berbeda. Sampel percobaan dirancang menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 3 perlakuan dengan 4 kali ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa identifikasi madu karet, madu kayu putih dan honeydew kosambi memberikan pengaruh yang sangat nyata (P<0,01) pada kualitas kimia madu. Madu yang berbeda juga memberikan nilai kadar abu, HMF, keasaman dan kadar sukrosa yang berbeda. Kadar abu, HMF dan keasaman tertinggi pada madu kayu putih yaitu 0,44%, 6,15 mg/kg dan 41,44 mL NaOH/kg. Kadar sukrosa tertinggi didapatkan pada honeydew kosambi yaitu 4,74%. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa kualitas nilai kadar abu, kadar hydroximetilfurfural (HMF), kadar keasaman dan kadar sukrosa dari madu karet, madu kayu putih dan honeydew kosambi memiliki perbedaan yang sangat nyata. Hasil dari kadar abu, kadar HMF, kadar keasaman dan kadar sukrosa menunjukkan bahwa kandungan dengan kualitas paling baik didapatkan pada madu karet yaitu kadar abu sebesar 0,15, kadar HMF sebesar 1,40, kadar keasaman sebesar 17,99 dan kadar sukrosa sebesar 3,31. Disarankan penelitian selanjutnya untuk meneliti kualitas yang lain dari madu karet dan membandingkan madu karet dengan madu lain selain madu kayu putih dan honeydew kosambi.

English Abstract

This research was conducted at PT. Kembang Joyo Sriwijaya, Laboratory of Animal Product Technology Faculty of Animal Science, Brawijaya University, and Laboratory of PT. Saraswanti Indo Genetech Bogor from 6 January to 20 March 2020. This study aims to determine the differences in the chemical quality of rubber honey, eucalyptus honey, and kosambi honeydew. The research material used was rubber honey produced by Apis mellifera bees, eucalyptus honey produced by Apis dorsata bees and kosambi honeydew produced by Apis dorsata bees. Rubber honey and eucalyptus honey were obtained from PT. Kembang Joyo Sriwijaya, while kosambi honeydew is obtained from partners in Ambon. The research method used is a laboratory research method using honey samples from different types of nectar. The experimental sample was designed using a Completely Randomized Design (CRD) consisting of 3 treatments with 4 replications. The results showed that there was a significant influence on the identification of rubber honey, eucalyptus honey, and kosambi honeydew in terms of ash content, HMF, acidity and honey sucrose content (P <0.01). Eucalyptus honey has the highest average content of ash, HMF and acidity (0.44%, 6.15 mg/kg, and 41.44 mL NaOH/kg). On the other hand, kosambi honeydew contains the highest sucrose with an average of 4.74%. In conclusion, the eucalyptus honey has the highest quality of ash content, high levels of hydroxymethylfurfural (HMF), and acidity; while kosambi honeydew contents high level of sucrose.

Other obstract

-

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: 0520050143
Uncontrolled Keywords: Rubber honey, eucalyptus honey, kosambi honeydew, and chemical quality
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 638 Insect culture > 638.1 Bee keeping (apiculture) / Bee culture > 638.16 Honey processing / Bee products / Honey
Divisions: Fakultas Peternakan > Peternakan
Depositing User: Budi Wahyono Wahyono
Date Deposited: 08 Feb 2021 09:05
Last Modified: 08 Feb 2021 09:05
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/182795
Full text not available from this repository.

Actions (login required)

View Item View Item