Analisis Efisiensi Teknis Usaha Penangkapan Ikan Alat Tangkap Cantrang Di PPN Brondong, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur: Pendekatan Non-Parametrik

Wahyuni, Indah (2020) Analisis Efisiensi Teknis Usaha Penangkapan Ikan Alat Tangkap Cantrang Di PPN Brondong, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur: Pendekatan Non-Parametrik. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Abstract

Kabupaten Lamongan merupakan salah satu Kabupaten di Jawa Timur dengan potensi sumberdaya perikanan yang besar, sumberdaya ikan yang hidup di wilayah perairan Kabupaten Lamongan dinilai memiliki tingkat keragaman hayati (bio-diversity) paling tinggi di Jawa Timur. alat tangkap yang paling dominan digunakan para nelayan adalah alat tangkap cantrang, penduduk Kabupaten Lamongan biasa menyebut alat tangkap cantrang dengan sebutan payang. Sampai dengan tahun 2018 diperkirakan terdapat 1.106 unit payang (cantrang) atau sebesar 28,91% dari total 3.825 unit alat tangkap yang beroperasi di wilayah Kabupaten Lamongan. Kabupaten Lamongan merupakan daerah dengan kontribusi hasil perikanan tangkap terbesar untuk Provinsi Jawa Timur. Total produksi perikanan tangkap di Kabupaten Lamongan pada tahun 2018 mencapai 74.818,411 ton atau senilai Rp 1.266.400.646.940. Sedangkan, total produksi perikanan tangkap yang menggunakan alat tangkap cantrang pada tahun 2018 di Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Brondong mencapai 52.649,017 ton atau senilai Rp 835.355.599.960. Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Brondong mempunyai peranan dalam pengembangan usaha perikanan tangkap yaitu sebagai pusat kegiatan perikanan laut terutama yang berada di wilayah Kabupaten Lamongan Provinsi Jawa Timur, ikan yang didaratkan di sebanyak 53.021,002 ton yang terbagi menjadi 2 yaitu: berupa hasil tangkapan lokal dan hasil tangkapan luar daerah. Hasil tangkapan tersebut didominasi oleh alat tangkap cantrang sebanyak 51.133,441 ton. Namun, salah satu masalah terbesar yang dihadapi perikanan tangkap adalah adanya overcapacity (kapasitas berlebih) dan overfishing (penangkapan berlebih) yang disebabkan oleh karakteristik sumberdaya perikanan yang bersifat open access dan common property. Permasalahan tersebut membuat alokasi sumberdaya dalam ekstraksi sumberdaya perikanan menjadi tidak efisien. Berdasarkan uraian tersebut diatas, maka pengukuran efisiensi produksi perikanan menjadi penting dilakukan untuk pengelolaan sumberdaya perikanan yang berkelanjutan. Penelitian ini dilakukan di Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Brondong, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur. Dilaksanakan pada tanggal 18 Februari sampai 29 Februari 2020. Tujuan dari diadakannya penelitian ini untuk menganalisis tingkat inefisiensi penggunaan input dan menganalisis tingkat efisiensi teknis pada usaha penangkapan ikan dengan menggunakan alat tangkap cantrang di Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Brondong. Tujuan utamanya adalah untuk pengelolaan sumberdaya perikanan yang berkelanjutan. Jenis penelitian yang digunakan pada penelitian ini yaitu metode survey. Metode survey digunakan untuk mendapatkan data dari suatu tempat tertentu yang alami atau langsung pada keadaan lapang, biasanya peneliti menggunakan teknik pengumpulan data yang digunakan biasanya dengan wawancara (interview), kuesioner (angket) dan observasi. Populasi yang digunakan sebagai subyek penelitian yaitu nelayan yang menggunakan alat tangkap cantrang yang ada di Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Brondong, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur yaitu sebanyak 593 kapal yang menggunakan alat tangkap cantrang. Tetapi, peneliti hanya menggunakan sampel yang diambil dari populasi dan sampel yang diambil harus mewakili populasi tersebut yaitu sebanyak 86 kapal yang menggunakan alat tangkap cantrang. Jumlah sampel tersebut ditentukan berdasarkan perhitungan menggunakan rumus Slovin. Metode pengambillan sampel yang dgunakan pada penelitian ini adalah metode random sampling. Metode pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini adalah observasi, wawancara, dokumentasi dan kuesioner (angket). Penelitian ini menggunakan variabel input yang yaitu ukuran kapal (GT), solar (L), oli (L), es (balok), ABK (orang), dan waktu berlayar (hari). Sedangkan, variabel output yang digunakan yaitu hasil tangkapan alat tangkap cantrang (ton). Berdasarkan hasil perhitungan interval input inefisien diantara 6 input yang digunakan yang mempunyai nilai terbanyak yaitu oli berjumlah 60 kapal yang berkisar antara >33 Liter sampai dengan 41 Liter. Sedangkan, input efisien diantara 6 input yang digunakan yang mempunyai nilai terbanyak yaitu oli berjumlah 14 kapal yang berkisar antara >34 Liter sampai dengan 41 Liter. Diperoleh hasil perhitungan DEA dengan scale asumsi Variable Return to Scale berdasarkan asumsi Constant Return to Scale (CRS) didapatkan hasil analisis yaitu terdapat 16 decision making unit (nelayan cantrang) dikatakan 100% efisien. Sedangkan sisanya, sebanyak 70 decision making unit (81,3%) mengalami inefisiensi. Pada asumsi Variable Return to Scale (VRS) didapatkan hasil analisis yaitu terdapat 21 decision making unit (nelayan cantrang) dikatakan 100% efisien. Sedangkan sisanya, sebanyak 65 decision making unit (75,5%) mengalami inefisiensi. Scale efisiensi merupakan perbandingan antara nilai CRS dan VRS didapatkan hasil analisis yaitu terdapat 20 decision making unit (nelayan cantrang) dikatakan 100% efisien. Sedangkan sisanya, sebanyak 66 decision making unit (76,7%) mengalami inefisiensi.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: 0520080177
Uncontrolled Keywords: -
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 639 Hunting, fishing & conservation > 639.2 Commercial fishing, whaling, sealing
Divisions: Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan > Sosial Ekonomi Agrobisnis Perikanan
Depositing User: soegeng sugeng
Date Deposited: 20 Feb 2021 07:11
Last Modified: 16 Oct 2021 04:33
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/182789
[thumbnail of DALAM MASA EMBARGO] Text (DALAM MASA EMBARGO)
052004024-Indah Wahyuni (2).pdf - Published Version
Restricted to Registered users only until 31 December 2022.

Download (4MB)

Actions (login required)

View Item View Item