Nilai Kecernaan Bk, Bo Dan Tdn Secara In Vitro Pada Hijauan pucuk Tebu (Saccharum Officinarum L.) Di Lahan Irigasi Dan Lahan Non Irigasi Dataran Rendah (Studi Kasus Di Kecamatan Kedungpring, Kabupaten Lamongan)

Rahayu, Dwi Puji (2020) Nilai Kecernaan Bk, Bo Dan Tdn Secara In Vitro Pada Hijauan pucuk Tebu (Saccharum Officinarum L.) Di Lahan Irigasi Dan Lahan Non Irigasi Dataran Rendah (Studi Kasus Di Kecamatan Kedungpring, Kabupaten Lamongan). Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Abstract

Hijauan merupakan sumber pakan utama ternak ruminansia sehingga ketersediaannya harus selalu ada, karena harus memiliki kualitas dan kuantitas yang baik terhadap produktivitas ternak. Pada saat ketersediaan hijauan berkurang karena adanya perubahan musim, diperlukan adanya hijauan alternatif sebagai pakan ternak. Salah satu limbah perkebunan tanaman tebu yang dapat dijadikan pakan pengganti adalah pucuk tebu (Saccharum officinarum L.). Tanaman ini merupakan produk sampingan dari tanaman tebu yang dapat dijadikan hijauan sumber energi dimusim kemarau khususnya di sekitar perkebunan tebu, karena limbah ini tersedia dalam jumlah yang banyak dari pemanenan tebu dan tidak dimanfaatkan oleh petani. Pucuk tebu merupakan limbah perkebunan yang potensial sebagai bahan pakan yang selama ini belum termanfaatkan secara maksimal. Melimpahnya produksi tebu ini harus bisa dimanfaatkan sebagai hijauan sumber energi, karena jika dilihat dari kandungan gizi pucuk tebu memiliki kandungan nutrisi pucuk tebu antara lain bahan kering (BK) 84,00 %, protein kasar (PK) 4,66 %, serat kasar (SK) 43,63 %, lemak kasar (LK) 0,92 %, bahan ekstrak tanpa nitrogen (BETN) sebesar 42,54 %. Kecernaan pakan sangat penting diketahui untuk menentukan kualitas suatu bahan pakan. Pengukuran kecernaan pakan dapat dilakukan salah satunya dengan teknik in vitro. Lahan yang sesuai tanam tebu merupakan lahan-lahan yang pengusahaannya belum optimal, seperti lahan tegalan (non irigasi) dan lahan sawah (irigasi). Studi kasus dilakukan di Desa Dradah, Kecamatan Kedungpring, Kabupaten Lamongan, sedangkan analisis KcBK, KcBO dan TDN dilaksanakan di Laboratorium Nutrisi dan Makanan Ternak Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya, mulai tanggal 19 Agustus – 19 Desember 2019. Bahan yang digunakan adalah pucuk tebu (Saccharum officinarum L.) varietas pucuk tebu PS-863 berumur 12 bulan dengan sistem tanam keprasan. Berdasarkan hasil analisis Uji-t tidak berpasangan menunjukkan bahwa nilai KcBK (P<0,01), KcBO (P<0,05) dan TDN (P<0,01) pucuk tebu dari lahan irigasi lebih tinggi dari pada lahan non irigasi dengan nilai masing-masing sebesar 41,27% dan 38.59%, 44,65% dan 39,62% 43,05% dan, 40,99%

English Abstract

The purpose of this study was to determine in vitro dry matter and organic matter digestibility and total digestible nutrient of surgane in lowland irrigated and non irrigated farm. The material used were sugarcane tips (var. PS 863) from irrigated and non irrigated land. The method used were case study. The results showed that a highly significantly difference (P<0,01) in dry matter digestibility, significantly difference (P<0,05) in organic matter digestibility, highly significant difference (P<0,01) in total digestible nuntrient of sugarcane tips from those irrigated and non irrigated farm.

Other obstract

-

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: 0520050136
Uncontrolled Keywords: Sugarcane, Irrigated, Non irrigated, In vitro dry matter digestibility, Organic matter digestibility, Total Digestible Nutrient
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 636 Animal husbandry > 636.2 Cattle and related animals > 636.208 5 Cattle and related animals (Feeds and applied nutrition)
Divisions: Fakultas Peternakan > Peternakan
Depositing User: Budi Wahyono Wahyono
Date Deposited: 08 Feb 2021 05:44
Last Modified: 08 Feb 2021 05:44
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/182765
Full text not available from this repository.

Actions (login required)

View Item View Item