Studi Evaluasi Instalasi Pengolahan Air Limbah Domestik Desa Pandanrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, Jawa Timur

Pradana, Ravi (2020) Studi Evaluasi Instalasi Pengolahan Air Limbah Domestik Desa Pandanrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, Jawa Timur. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Abstract

Desa Pandanrejo adalah salah satu desa di Kota Batu yang memiliki sistem pengolahan air limbah berupa IPAL domestik. Pada pengoperasiannya dijumpai masalah-masalah yang dialami oleh masyarakat Desa Pandanrejo. Salah satu masalahnya adalah meningkatnya jumlah pengguna IPAL daripada perencanaannya yang menyebabkan efektivitas pengolahan menurun seiring waktu. Studi ini dilakukan untuk mengetahui apakah hasil dari pengolahan IPAL telah memenuhi standar baku mutu yang telah berlaku di Indonesia. Paramater yang akan dibandingkan dengan standar baku mutu adalah BOD, COD, dan TSS. Langkah awal dari studi ini adalah melakukan sampling mulai dari inlet hingga outlet guna mendapatkan parameter yang diinginkan. Kemudian, setelah didapatkan hasil uji laboratorium maka akan dibandingkan dengan standar baku mutu yang berlaku. Jika, effluen daripada IPAL tidak memenuhi standar baku mutu maka akan dilakukan evaluasi pada bangunan teknis dan operasional dan pemeliharaan (O&M). Dari hasil uji laboratorium didapatkan nilai BOD = 69,17mg/L, COD = 320mg/L, TSS = 90mg/L pada inlet; BOD = 663,63mg/L, COD = 3260mg/L, TSS = 5337,5mg/L pada bak ABR; BOD = 69,87mg/L, COD = 380mg/L, TSS = 1092mg/L pada bak AF; dan BOD = 37,59mg/L, COD = 160mg/L, TSS = 16mg/L pada outlet. Hasil tersebut menunjukkan bahwa effluen tidak memenuhi standar baku mutu sesuai dengan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI Nomor 68 Tahun 2016. Maka, dilakukan evaluasi terhadap bangunan teknis dan operasional dan pemeliharaan. Hasil dari perhitungan redesain didapatkan total RAB pada alternatif I sebesar Rp291.987.000 dan alternatif II sebesar Rp234.531.000. Untuk efisiensi didapatkan alternatif I lebih baik dari alternatif II, namun dari segi ekonomis alternatif II lebih baik. Dari hasil evaluasi pengguna IPAL disarankan untuk menjaga sistem pengolahan yang sudah ada dan tidak membuang sampah maupun bahan kimia ke dalam saluran IPAL. Serta melakukan pemeliharaan rutin, salah satunya adalah melakukan penggelontoran pada waktu bersamaan dari tiap-tiap pengguna.

English Abstract

Pandanrejo Village is one of the villages in Batu City that has a wastewater treatment system in the form of domestic WWTP (Wastewater Treatment Plant). During its operation, the Pandanrejo Village community encountered problems. One of the problems is the increasing number of WWTP users rather than planning which causes the effectiveness of processing to decrease over time. This study was conducted to determine whether the results of IPAL processing had met the quality standards that have been applicable in Indonesia. The parameters that will be compared with quality standards are BOD, COD, and TSS. The initial step of this study is to conduct sampling from the inlet to the outlet in order to obtain the desired parameters. Then, after obtaining the laboratory test results, it will be compared with the applicable quality standards. If, the effluent from the WWTP does not meet the quality standards then an evaluation will be carried out on the technical and operational and maintenance (O&M) building. From the laboratory test results, it was found that the values of BOD = 69.17mg / L, COD = 320mg / L, TSS = 90mg / L at the inlet; BOD = 663.63mg / L, COD = 3260mg / L, TSS = 5337.5mg / L in the ABR bath; BOD = 69.87mg / L, COD = 380mg / L, TSS = 1092mg / L in the AF tub; and BOD = 37.59mg / L, COD = 160mg / L, TSS = 16mg / L at the outlet. These results indicate that the effluent does not meet the quality standards in accordance with the Regulation of the Minister of Environment and Forestry of the Republic of Indonesia Number 68 of 2016. Therefore, an evaluation of the technical and operational buildings and maintenance is carried out. The results of the redesign calculation show that the total RAB for alternative I is IDR 291,987,000 and alternative II is IDR 234,531,000. For efficiency, alternative I is better than alternative II, but from an economic point of view, alternative II is better. From the evaluation results, WWTP users are advised to maintain the existing processing system and not throw garbage or chemicals into the WWTP channel. As well as carrying out routine maintenance, one of which is doing flushing at the same time from each user.

Other obstract

-

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: 0520070154
Uncontrolled Keywords: IPAL, Domestik, Anaerobic Baffled Reactor (ABR), BOD, COD , WWTP, Domestic, Anaerobic Baffled Reactor (ABR), BOD, COD
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 628 Sanitary engineering > 628.4 Waste technology, public toilets, street cleaning
Divisions: Fakultas Teknik > Teknik Pengairan
Depositing User: Bambang Septiawan
Date Deposited: 27 Feb 2021 22:03
Last Modified: 27 Feb 2021 22:03
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/182760
Full text not available from this repository.

Actions (login required)

View Item View Item