Kualitas Semen Cair Sapi Simmental Dengan Penambahan Ekstrak Kulit Buah Naga Merah (Hylocereus Polyrhizus) Pada Pengencer Tris Aminomethane Kuning Telur

Prasiwi, Rizka Junian (2020) Kualitas Semen Cair Sapi Simmental Dengan Penambahan Ekstrak Kulit Buah Naga Merah (Hylocereus Polyrhizus) Pada Pengencer Tris Aminomethane Kuning Telur. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Abstract

Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Biomol Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) Universitas Brawijaya Malang untuk pembuatan ekstrak kulit buah naga merah (Hylocereus polyrhizus), Laboratorium BBIB Singosari untuk analisis kualitas semen cair sapi Simmental yang meliputi motilitas, viabilitas, abnormalitas, dan Integritas Membran Plasma. Penelitian dilakukan pada bulan September hingga November 2018. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kadar ekstrak kulit buah naga merah yang terbaik dalam pengencer Tris Aminomethan Kuning Telur pada penyimpanan suhu dingin. Hasil penelitian ini diharapkan dapat dimanfaatkan sebagai sebagai dasar untuk penanganan dalam produksi pengenceran semen sapi Simental dan sebagai dasar pada pengembangan ilmu pengetahuan yang berhubungan dengan sumber antioksidan alami dalam pengenceran semen sapi Simental untuk meningkatkan kualitas semen. Materi penelitian ini menggunakan bahan antara lain: Semen segar sapi simmental berkualitas rendah (<50%) yang berasal dari 4 ekor sapi Simmental dengan umur 5-10 tahun. Metode penelitian adalah percobaan dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) menggunakan analisis varian (ANOVA) 4 perlakuan terdiri dari (0%, 1%, 3%, dan 5%) ekstrak kulit buah naga merah dan 8 ulangan. Data yang diperoleh dianalisis dengan ragam dan dilanjutkan dengan Uji Jarak Berganda Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan berpengaruh sangat nyata (P<0.01) terhadap motilitas, abnormalitas, viabilitas, dan integritas membran plasma spermatozoa. Hasil yang didapat berdasarkan masing-masing perlakuan P0, P1, P2, dan P3 untuk motilitas spermatozoa adalah 11.25±4.43, 13.75±4.43, 20.00±4.63, dan 14.38±4.17 %, viabilitas spermatozoa adalah 48.31±2.81, 51.51±3.23, 55.68±4.22, 53.54±3.59 %, abnormalitas spermatozoa adalah 16.44±3.88, 15.25±2.68, 12.98±2.27, 13.54±3.06, dan integritas membrane plasma spermatozoa adalah 43.95±2.38, 48.58±2.27, 52.01±1.29, 49.58±1.45 %. Kesimpulan dari hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan 0%, 1%, 3%, dan 5% ekstrak kulit buah naga merah terhadap motilitas semen cair sapi Simmental menunjukkan hasil yang berbeda sangat nyata tetapi tidak berbeda nyata terhadap abnormalitas. Penyimpanan hari ke-3 dan hari ke-4 viabilitas spermatozoa sapi Simmental berbeda nyata, sedangkan pada hari ke-5 viabilitas spermatozoa sapi Simmmental berbeda sangat nyata. Integritas Membran Plasma spermatozoa semen cair sapi Simmental berbeda tidak nyata pada penyimpanan Jam ke-1 dan jam ke-2, tetapi pada lama penyimpanan hari ke-1 dan hari ke-2 berbeda nyata antar semua perlakuan, dan pada penyimpananan hari ke-3, ke-4 dan ke-5 berbeda sangat nyata antar perlakuan. Berdasarkan hasil kesimpulan, sebaiknya BBIB Singosari menggunakan pengencer tris aminomethane kuning telur dengan penambahan Ekstrak Kulit Buah Naga Merah sebanyak 3% dari total pengencer, karena memberikan pengaruh efektif dalam mempertahankan motilitas, viabilitas dan integritas spermatozoa sapi Simmental.

English Abstract

The purpose of this study was to determine the effect of giving Red Dragon Fruit Skin Extract (Hylocereus polirhizus) in Tris Aminomethan diluents of Egg Yolks on the quality of Simmental cattle liquid semen during cold storage and to find out the best levels of red dragon fruit peel extracts in Tris Aminomethan Egg Yolk diluent. The material of this research uses materials such as: Low-quality simmental beef semen (<50%) derived from 4 Simmental cattle with 5-10 years of age which are intensively maintained at BBIB Singosari Malang, thinner egg aminomethane tris diluent, and skin extract red dragon fruit (Hylocereus polirhizus). Dragon fruit peel extract used as a solution with a composition of 0.2 gram red dragon fruit skin is dissolved in 10 ml of aquabides. Red dragon fruit peel extract was obtained by means of 1 kg. The finely extracted red dragon fruit peel was extracted with a wet maceration technique using 96% ethanol as much as 5 liters. Maceration was carried out for 24 hours then filtered with whatman 42 filter paper and the filtrate was collected. The filtrate was evaporated using a vacuum rotary evaporator at a speed of 35 rpm and a temperature of 50ºC for 1 hour to obtain a thick extract. The research method was an experiment using analysis of variance (ANOVA) with 4 treatments consisting of (0%, 1%, 3%, and 5%) red dragon fruit peel extract and 8 replications and continued with Duncan's Multiple Range Test. It can be concluded that conclusion from the results of the study showed that the addition of 3% (P2) red dragon fruit peel extract can produce spermatozoa which have optimum quality seen from the motility, viability, and Integrity of Spermatozoa Plasma Membranes.

Other obstract

-

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: 0520050121
Uncontrolled Keywords: Extract, Red dragon fruit peels, Spermatozoa, Simmental, Tris aminomethane
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 636 Animal husbandry > 636.2 Cattle and related animals > 636.208 2 Cattle and related animals (Breeding) > 636.208 24 Cattle and related animals (Breeding and reproduction methods) > 636.208 245 Cattle and related animals (Artificial insemination)
Divisions: Fakultas Peternakan > Peternakan
Depositing User: Budi Wahyono Wahyono
Date Deposited: 04 Feb 2021 01:14
Last Modified: 04 Feb 2021 01:14
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/182623
Full text not available from this repository.

Actions (login required)

View Item View Item