Penambahan Tepung Daun Murbei (Morus Sp.) Dalam Pakan Terhadap Kualitas Eksternal Dan Internal Telur Burung Puyuh (Coturnix Coturnix Japonica)

Hardiyatno, Muhammad Ibrahim (2020) Penambahan Tepung Daun Murbei (Morus Sp.) Dalam Pakan Terhadap Kualitas Eksternal Dan Internal Telur Burung Puyuh (Coturnix Coturnix Japonica). Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Abstract

Burung puyuh adalah salah satu unggas yang harus dikembangkan karena memiliki waktu yang cepat untuk berproduksi. Beberapa keunggulan dari burung puyuh yaitu memiliki produktifitas yang tinggi yaitu mencapai 250-300 butir/tahun dengan rata-rata 10g/butir. Perkemnangan usaha unggas peternakan unggas juga harus diimbangi dengan ketersediaan pakan, karena pakan berperan penting pada usaha peternakan unggas selain bibit dan manajemen. Daun murbei adalah tanaman yang sering dijadikan bahan pakan ulat sutra, namun dapat digunakan untuk penambahan pakan unggas burung puyuh. Karena memiliki kandungan protein kasar hingga 23%. Penelitian ini dilakukan secara berkelompok yang telah dilaksanakan mulai tanggal 24 Juli – 10 Oktober 2019 dan pengukuran kualitas telur dilakukan mulai tanggal 4 – 10 Oktober 2019 di peternakan milik Bapak Syamsul, yang berlokasi di Desa Ampeldento, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui dan menjelaskan pengaruh penambahan tepung daun murbei dalam pakan terhadap kualitas internal dan eksternal dari telur burung puyuh. Penelitian ini diharapkan memberikan informasi yang dibutuhkan oleh peternak burung puyuh dalam penggunaan tepung daun murbei, sehingga menjadi referensi dalam meningkatkan produktifitas dari telur burung puyuh. Burung puyuh yang digunakan sebanyak 120 ekor burung puyuh betina dengan umur 7 hari dan dipelihara hingga umur 70 hari, terbagi menjadi 24 unit percobaan, masing masing unit kandang percobaan berukuran 40 x 40 x 22 cm digunakan untuk 5 ekor, tiap unit percobaan dilengkapi dengan tempat pakan, wadah air minum, penampung ekskreta dan penampung telur. Perlakuan diberikan meliputi pemberian pakan basal yang berasal dari Japfa Comfeed, Tbk (P0), pakan basal ditambahkan 10% tepung daun murbei dari pakan basal (P1), pakan basal ditambahkan 20% daun murbei dari pakan basal (P2), dan pakan basal ditambahkan 30% daun murbei dari pakan basal(P3). Data yang dianalisa meliputi kualitas eksternal telur meliputi bobot telur dan tebal kerabang, sedangkan kualitas internal telur yaitu warna kuning telur dan Haugh unit. Data yang diperoleh dianalisis ragam dngan Rancangan Acak Lengkap atau RAL. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penambahan tepung daun murbei dalam pakan memberikan pengaruh yang berbeda tidak nyata (P>0,05) terhadap bobot telur, tebal kerabang, warna kuning telur dan Haugh unit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bobot telur burung puyuh berkisar antara (10,91±0,92) hingga (11,54±0,42) g/butir. Tebal kerabang (0,21±0,0050) hingga (0,22±0,0127) mm.. Warna kuning telur antara (6,67±0,37) hingga (6,99±0,61. Haugh unit antara (90,15±2,92) hingga (92,68±3,79). Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa penambahan tepung daun murbei dalam jumlah 30 % dapat meningkatkan bobot telur, tebal kerabang, warna kuning telur, namun mengalami penurunan pada haugh unit. Hasil penelitian disarankan sebaiknya pada penelitian selanjutnya perlu ditingkatkan persentase penggunaaan tepung daun murbei dalam pakan burung puyuh agar menghasilkan kualitas telur yang lebih baik.

English Abstract

The purpose of this research was to find the effect of mulberry leaf flour addition in feed to the external and internal quality of quail egg. The research were performed 120 female quails at the age of 70 days. Measured variables are external quality (egg weight, shell weight, shell thickness and index of egg shape) and internal quality (yolk color, index of yolk, and haugh unit). The methods used in the research was Complete Randomized Design with 4 treatments and 6 replications. The treatments were P0 (basal feed from Japfa Comfeed, Tbk), P1 (basal feed with 10% mulberry leaf flour), P2 (basal feed with 20% mulberry leaf flour) and P3 (basal feed with 30% mulberry leaf flour). The data were analyzed using complet random design. The result of this research were the increase in egg weight (10.91±0.92) to (11.54±0.42) g/item, shell thickness (0.21±0.0050) to (0.22±0.127) mm, yolk color from (6.67±0.37) to (6.99±0.61) but decrease in haugh unit from (90.15±2.92) to (92.68±3.79). In summary, 30% mulberry leaf flour addition were increase egg weight, shell thicknes, yolk color but on the other hand it was decrase haugh unit.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: 0520050098
Uncontrolled Keywords: Japanese quail, external egg quality, internal egg quality, mulberry leaf flour.
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 636 Animal husbandry > 636.5 Chickens and other kinds of domestic birds > 636.59 Other poultry > 636.590 85 Quails
Divisions: Fakultas Peternakan > Peternakan
Depositing User: Budi Wahyono Wahyono
Date Deposited: 02 Feb 2021 06:32
Last Modified: 02 Feb 2021 06:32
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/182446
Full text not available from this repository.

Actions (login required)

View Item View Item