Evaluasi Nilai Nutrisi Bekatul Yang di Fermentasi Menggunakan Cairan Rumen dan Saccharomyces cerevisiae Sebagai Bahan Pakan Ternak

Fatony, Moh (2020) Evaluasi Nilai Nutrisi Bekatul Yang di Fermentasi Menggunakan Cairan Rumen dan Saccharomyces cerevisiae Sebagai Bahan Pakan Ternak. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Abstract

Bekatul umumnya digunakan sebagai bahan pakan untuk ternak unggas namun permasalahannya adalah rendahnya kecernaan nutrisi dan kandungan abu/silica yang tinggi menjadi faktor pembatas dalam penggunaan bekatul. Fermentasi merupakan salah satu metode pengolahan bahan pakan yang berfungsi untuk meningkatkan kualitas bahan pakan dengan cara menambahkan bahan mengandung mikroba. Isi rumen merupakan hasil samping saat pemotongan ternak yang kaya akan mikroorganisme. Fermentasi merupakan salah satu metode pengolahan bahan pakan yang berfungsi untuk meningkatkan kualitas bahan pakan. Berbagai macam mikroorganisme dan produk jadi dimanfaatkan untuk starter. Saccharomyces sp dapat hidup dalam limbah industri, limbah pertanian, jaringan tumbuh- tumbuhan, whey, keju dan media lain yang mengandung nitrogen dan garam mineral. Selain itu Saccharomyces sp. Juga dapat hidup pada lingkungan yang jelek dan mudah dikembangkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai nutrisi bekatul yang difermentasi menggunakan cairan rumen dan Saccharomyces sebagai bahan pakan ternak. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 28 Agustus - 17 September 2019 di Laboratorium Biokimia Fakultas peternakan Universitas Brawijaya untuk proses fermentasi dan analisis proksimat dilakukan di Laboratorium Pakan, Dinas Peternakan dan Perikanan, Kabupaten Blitar. Materi yang digunakan dalam penelitian ini meliputi bekatul, cairan rumen, dan Saccharomyces cerevisiae dalam bentuk tepung. Metode yang digunakan adalah metode percobaan laboratorium menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan yaitu : P0 (penambahan cairan rumen dan Saccharomyces dengan waktu inkubasi 0 hari), P1 (fermentasi bekatul dengan isi rumen dan Saccharomyces cerevisiae dengan waktu inkubasi 3 hari), P2 (fermentasi bekatul dengan isi rumen dan Saccharomyces cerevisiae dengan waktu inkubasi 6 hari), P3 (fermentasi bekatul dengan isi rumen dan Saccharomyces cerevisiae dengan waktu inkubasi 9 hari), dan P4 (fermentasi bekatul dengan isi rumen dan Saccharomyces cerevisiae dengan waktu inkubasi 12 hari). Variabel yang diamati adalah kandungan bahan kering, Abu, protein kasar, serat kasar, dan lemak kasar. Data dianalisis dengan Analysis of Variance (anova) dan Uji jarak berganda Duncan. Secara umum hasil penelitian menunjukan bahwa fermentasi bekatul dengan cairan rumen 100 ml/kg dan Saccharomyces cerevisiae 0,4 % dengan lama inkubasi yang berbeda tidak berpengaruh (P>0,05) terhadap kandungan BK, Abu, SK dan LK, tetapi berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap kandungan PK. Nilai kandungan BK berkisar antara 88,73-89,95%, Abu 6,75- 7,35%, SK 4,71-5,15%, dan LK 10,35-11,15%. Sedangkan kandungan PK tertinggi pada P1 sebesar 18,89±0.10% dan terendah pada P0 sebesar 16,78±0.63%. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa fermentasi bekatul dengan cairan rumen 100 ml/kg dan Saccharomyces cerevisiae 0,4 % dengan lama inkubasi 3 hari menghasilkan kandungan PK terbaik. Disarankan untuk menggunakan fermentasi bekatul dengan cairan rumen 100 ml/kg dan Saccharomyces cerevisiae 0,4 % dengan lama inkubasi 3 hari untuk meningkatkan kandungan PK.

English Abstract

The purpose of this research was to evaluate the nutrient content of rice bran fermented with rumen liquor and saccharomyces cerevisiae using proximate analysis. The method used was laboratory experiment using a completely randomized design (CRD) consisting of T0 (fermented rice bran 0 days), T1 (fermented rice bran with rumen liquor with saccharomyces cerevisiae 3 days), T2 (fermented rice bran with rumen liquor with saccharomyces cerevisiae 6 days), T3 (fermented rice bran with rumen liquor with saccharomyces cerevisiae 9 days), T4 (fermented rice bran with rumen liquor with saccharomyces cerevisiae 12 days). The variables measured were the dry matter, crude protein, crude fiber, crude fat, and ash content. Data were analyzed by analysis of variance (anova) and if there is a significant difference was followed by Duncan's Multiple Range Test. The results showed that the used of rumen liquor and saccharomyces cerevisiae didn't give a significant effect (P > 0,05) on dry matter, crude fiber, crude fat, and ash content. But give significantly effect (P >0.01) to crude protein. It can be conclude that the addition of rumen liquor with saccharomyces cerevisiae didn’t help increase nutrient content of rice bran.

Other obstract

-

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: 0520050092
Uncontrolled Keywords: rice bran, rumen liquor, saccharomyces cerevisiae, fermentation, incubation time.
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 641 Food and drink > 641.3 Food > 641.33 Spesific food from plant crops > 641.331 Flour
Divisions: Fakultas Peternakan > Peternakan
Depositing User: Budi Wahyono Wahyono
Date Deposited: 02 Feb 2021 01:13
Last Modified: 02 Feb 2021 01:13
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/182427
Full text not available from this repository.

Actions (login required)

View Item View Item