Evaluasi Implementasi Program Penumbuhan Dan Penguatan Kelompok Santri Tani Milenial (Kstm) Di Kabupaten Malang

Hadi, Moch. Ilham Septian (2020) Evaluasi Implementasi Program Penumbuhan Dan Penguatan Kelompok Santri Tani Milenial (Kstm) Di Kabupaten Malang. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Abstract

Program Penumbuhan dan Penguatan Kelompok Santri Tani Milenial merupakan program pemberdayaan terhadap generasi muda lingkup pondok pesantren untuk menumbuhkan minatnya di bidang pertanian dan peternakan yang digulirkan Kementerian Pertanian sejak awal tahun 2019 berdasarkan Peraturan Menteri Pertanian Nomor 04 Tahun 2019 tentang Pedoman Gerakan Pembangunan Sumber Daya Manusia Pertanian menuju Lumbung Pangan Dunia 2045. Program Penumbuhan dan Penguatan Kelompok Santri Tani Milenial menyasar santri-santri usia produktif, yaitu 15-39 tahun yang kemudian disebut santri tani milenial yang tergabung dalam satu kelompok beranggotakan 20-30 orang yang kemudian disebut Kelompok Santri Tani Milenial (KSTM). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui masukan (inputs), proses (process), keluaran (outputs) dan dampak (outcome) dari implementasi Program Penumbuhan dan Penguatan Kelompok Santri Tani Milenial di Kabupaten Malang dan untuk mengevaluasi pelaksanaan Program Penumbuhan dan Penguatan Kelompok Santri Tani Milenial di Kabupaten Malang. Penelitian dilakasanakan selama bulan Desember 2019 sampai Maret 2020 di Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Malang, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Kabupaten Malang, dan di 12 Pondok Pesantren di Kabupaten Malang yang menjadi 12 Kelompok Santri Tani Milenial (KSTM) penerima bantuan program. Penetapan lokasi dalam pelitian ini dilakukan secara sengaja (purposive) dengan pertimbangan bahwa penerima bantuan Program Penumbuhan dan Penguatan Kelompok Santri Tani Milenial (KSTM) di Kabupatem malang berjumlah 15. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode studi kasus dengan pendekatan deskriptif kualitatif dan sebagian data kualitatif yang akan diolah menjadi data kuantitatif karena tujuannya adalah untuk mendeskripsikan dan menggambarkan apa adanya mengenai suatu variabel, gejala, keadaan atau fenomena sosial tertentu. Analisa data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisa kualitatif deskriptif dan analisa data interaktif (interactive model of analysis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa evaluasi implementasi Program Penumbuhan dan Penguatan KSTM di Kabupaten Malang mengacu pada 4 (empat) dimensi yaitu indikator masukan (inputs), proses (process), keluaran (outputs) dan dampak (outcomes). Pada indikator masukan (inputs) biaya bantuan pelaksaan yang dibebankan pada Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) bernilai total Rp. 26.150.000,- / KSTM dalam bentuk bibit ayam kampung unggul/ joper, pakan, vitamin dan obat-obatan serta biaya pembuatan kandang. Instrumen meliputi tim satuan kerja yang terdiri dari Direktur Polbangtan Malang, Kabid. Perbibitan dan xi Produksi DPKH Kabupaten Malang, Kepala Seksi Kelembagaan dan Penyuluhan DPKH Kabupaten Malang, 1 orang Penyuluh Lapangan Bidang Peternakan DPKH Kabupaten Malang, serta 6 orang penyuluh mahasiswa polbangtan yang jumlah dan sistem tanggungjawabnya tidak optimal untuk 15 KSTM yang tersebar di seluruh Kabupaten Malang; serta Petunjuk teknis dalam bentuk keputusan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) tahun 2019 nomor 50/Kpts/OT.050/I/03/19 yang belum dilaksanakan secara optimal. Pada indikator proses (process), kegiatan Identifikasi Calon Petani Calon Lokasi (CPCL) masih belum tepat sasaran karena beberapa KSTM yang tidak siap secara sumberdaya manusia dan lokasi kandan, metode penyuluhan yang belum efektif dikarenakan kuantitas penyuluh yang kurang dan sistem tanggung jawab penyuluh yang kurang spesifik pada KSTM tertentu. Pada indikator keluaran (outputs), paket bantuan terdistribusi kepada KSTM tetapi bibit ayam yang diberikan tidak sesuai dengan spesifikasi; produktifitas hasil ternak diseluruh KSTM menunjukkan angka mortalitas yang tinggi. Dari 14 KSTM terdata, hanya 3 KSTM dengan tingkat mortalitas dibawah 4% dan mortalitas tertinggi ditemukan hingga mencapai 400 ekor ayam (80%) pada KSTM An Nahdliyah. Pendapatan seluruh KSTM menunjukkan bahwa 6 KSTM mendapatkan pendapatan dibawah Rp. 6.000.000,-; 5 KSTM menerima pendapatan pada rentang Rp. 6.000.000,- sampai dengan Rp. 12.000.000 dan 1 KSTM menerima pendapatan di atas Rp.12.000.000,-. Hal tersebut menunjukkan kerugian, karena anggaran bantuan untuk bibit ayam yang diberikan saja mencapai Rp. 15.000.000,-. Pada indikator dampak (outcomes), persepsi peternak menunjukkan 4 KSTM menjawab “sangat setuju”(33,33%) dan sisanya 8 KSTM memberi tanggapan “setuju” (66,67%) bahwa Program KSTM mampu meningkatkan keterampilan dan pengetahuan santri dalam beternak tetapi 6 KSTM (50%) memutuskan tidak setuju untuk melanjutkan usaha peternakan di pesantren masing-masing, sisanya 5 KSTM (41,67%) setuju dan 1 KSTM (8,33%) sangat setuju. Berdasarkan hasil penelitian di atas, maka penyimpulan akhir dari evaluasi implementasi Program Penumbuhan dan Penguatan Kelompok Santri Tani Milenial di Kabupaten Malang secara program sudah baik, namun pada pelaksanaannya di lapang masih belum sesuai dengan apa yang diharapkan. Berdasarkan simpulan di atas, maka poin-poin saran yang peneliti ajukan adalah optimalisasi pada kegiatan rekapitulasi, seleksi dan verifikasi CPCL, adanya pendampingan pemasaran hasil produksi ternak, dan peningkatan pengawasan (controlling) selama masa program berlangsung.

English Abstract

This purpose of this study was to determine how were the inputs, processes, outputs and the outcomes of the implementation of the Growth and Empowering Program for Millennial Santri Farmers Group in Malang District and to evaluate it. This study was carried out in 12 groups of breeders (KSTM) on purpose. The method used in this research is a case study method with qualitative descriptive approach and some qualitative information that is processed into the form of quantitative data. The results showed that the inputs of the program which includes the cost of implementing assistance worth IDR 26,150,000,- per group has been well distributed to KSTM but not in accordance with the specifications and budget in the technical instructions, especially on the procurement of chicken seedlings. The number of instructor resources who are only 6 people are not proportional to the number of KSTM. The process indicator of the program are accuracy of the target program beneficiaries, the method of implementation and time. Indicators of output of the program include the distribution of aid packages, livestock productivity which shows high mortality where 11 of the 14 KSTM recorded (78.57%) have a mortality rate above 4% and the highest mortality reaches 80%; livestock income which shows that all KSTM received income below IDR 15,000,000, - which means a loss if compared to the aid budget provided for IDR 26,150,000 per KSTM. The outcome indicators of the program showed the ability of program increasing the competence, knowledge and skills of program beneficiaries in livestock farming but not in business sustainability. It can be concluded that the Growth and Empowering Program for Millennial Santri Farmers Group in Malang District is well programmed, but in its implementation is not yet in line with the expectations.

Other obstract

-

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: 0520050091
Uncontrolled Keywords: evaluation program, KSTM, empowering.
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 658 General management > 658.3 Personnel management (human resource management)
Divisions: Fakultas Peternakan > Peternakan
Depositing User: Budi Wahyono Wahyono
Date Deposited: 02 Feb 2021 00:57
Last Modified: 02 Feb 2021 00:57
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/182426
Full text not available from this repository.

Actions (login required)

View Item View Item