Efektivitas Teat Dipping dan Teat Spray Menggunakan Daun Sirih Hijau (Piper betle L.) Terhadap Tingkat Mastitis Berdasarkan Uji CMT dan Draminski Mastitis Detector

Gusta, Mamba' Alif (2020) Efektivitas Teat Dipping dan Teat Spray Menggunakan Daun Sirih Hijau (Piper betle L.) Terhadap Tingkat Mastitis Berdasarkan Uji CMT dan Draminski Mastitis Detector. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Abstract

Mastitis merupakan peradangan pada ambing yang disebabkan oleh mikroorganisme dan mudah menular pada ternak sapi yang sehat. Peradangan tersebut pada umumnya disebabkan oleh kontaminasi bakteri. Bakteri penyebab mastitis pada umumnya Staphylococcus aureus dan Streptococcus agalactiae. Sapi perah yang terjangkit mastitis akan mengalami penurunan produksi susu, dan kualitas susu yang dihasilkan juga rendah. Selain itu adanya penyakit mastitis akan menambah biaya perawatan dan biaya pengobatan untuk kelangsungan produksinya. Mastitis dapat dicegah dengan melakukan teat dipping (pencelupan puting) dan teat spray (penyemprotan puting) setelah pemerahan, biasanya dengan antiseptik dari bahan kimia seperti iodine, chlorhexidine dan chlorine. Alternatif yang dapat digunakan sebagai bahan teat dipping dan teat spray yaitu menggunakan bahan herbal salah satunya daun sirih hijau (Piper betle L.). Daun sirih hijau (Piper betle L.) merupakan tanaman yang mengandung minyak atsiri, flavonoid, saponin dan tanin yang diketahui dapat digunakan sebagai antiseptik herbal yang diharapkan aman sebagai larutan teat dipping dan teat spray. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas teat dipping dan teat spray setelah pemerahan menggunakan dekok daun sirih hijau (Piper betle L.) konsentrasi 30% terhadap tingkat mastitis sapi perah PFH berdasarkan uji California Mastitis Test / CMT dan deteksi mastitis dengan menggunakan Draminski mastitis detector, serta untuk mengetahui perlakuan yang lebih efektif dalam menurunkan tingkat mastitis. Penelitian dilaksanakan di kelompok peternak sapi perah Ringin Sari, Desa Krisik, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 11 September sampai 31 Oktober 2019. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah sapi perah PFH sebanyak 18 ekor pada periode laktasi, susu sapi perah PFH yang dijadikan sampel dan dekok daun sirih hijau (Piper betle L.). Metode yang digunakan pada penelitian adalah percobaan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan tiga perlakuan. P0 tanpa perlakuan, P1 teat dipping menggunakan daun sirih hijau (Piper betle L.) 30%, P2 teat spray menggunakan daun sirih hijau (Piper betle L.) 30%. Masing-masing perlakuan terdiri dari enam ekor sapi perah PFH pada periode laktasi, yang dikelompokkan berdasarkan produksi susu harian. Setiap perlakuan terdapat masing-masing kelompok produksi susu harian. Variabel yang diamati adalah tingkat mastitis berdasarkan uji California Mastitis Test / CMT dan Draminski mastitis detector. Data dianalisis menggunakan Analysis of Variance (ANOVA), apabila diperoleh hasil yang berbeda nyata atau sangat berbeda nyata maka dilanjutkan Uji Jarak Berganda Duncan (UJBD). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh efektivitas teat dipping dan teat spray menggunakan daun sirih hijau (Piper betle L.) 30% memberikan perbedaan yang sangat nyata (P<0,01) terhadap tingkat mastitis berdasarkan dari uji CMT dan Draminski mastitis detector. Rataan tingkat mastitis berdasarkan uji CMT pada P0; P1 dan P2 yaitu 2,37 ± 0,38; 0,71 ± 0,32 dan 1,25 ± 0,73. Perlakuan P1 dan P2 berbeda nyata dengan P0. Hal ini menunjukkan penggunaan dekok daun sirih hijau (Piper betle L.) 30% efektif menurunkan tingkat mastitis pada sapi perah laktasi. Perhitungan rataan nilai tingkat mastitis menggunakan Draminski mastitis detector pada P0; P1 dan P2 yaitu 308,08 ±12,98 unit; 342,33 ± 13,18 unit dan 336,67 ± 19,14 unit. Perlakuan P1 dan P2 selalu mengalami kenaikan skor dari deteksi mastitis awal sampai akhir. Kenaikan skor pada deteksi mastitis menggunakan Draminski mastitis detector menunjukkan bahwa tingkat mastitis pada sapi perah mengalami penurunan. Teat dipping dan teat spray menggunakan daun sirih hijau (Piper betle L.) dengan konsentrasi 30% efektif dapat menurunkan tingkat mastitis berdasarkan uji California Mastitis Test / CMT dan deteksi mastitis menggunakan Draminski mastitis detector. Perlakuan teat dipping menggunakan daun sirih hijau (Piper betle L.) dengan konsentrasi 30% lebih efektif dalam menurunkan tingkat mastitis. Alat Draminski mastitis detector lebih peka dalam mendeteksi mastitis subklinis, waktu yang digunakan lebih efektif dan harga lebih murah dibanding dengan menggunakan uji CMT. Disarankan hendaknya peternak selalu melakukan teat dipping atau teat spray secara teratur setiap kali selesai pemerahan, karena terbukti mampu menurunkan tingkat mastitis subklinis.

English Abstract

The purpose of this study was to determine the effectiveness of teat dipping and teat spray after milking using a green betel leaves (Piper betle L.) with concentration of 30%. Based on California Mastitis Test / CMT and mastitis detection using Draminski mastitis detector, as well as to find out which treatments are more effective in reducing the level of mastitis. This research used 18 Friesian Holstein cross breed lactation period which divided into 3 treatments. Each treatment consisted of six Friesian Holstein cross breed in the lactation period, which were divided into three groups based on daily milk production. The method used in this research is an experiment using a Randomized Completely Block Design (RCBD). Three treatments were treated P0: No treatment, P1: Teat dipping using 30% green betel leaves, P2: Teat spray using 30% green betel leaves. The results showed that the effectiveness of teat dipping and teat spray using green betel leaves (Piper betle L.) 30% gave highly significant (P <0.01) on the level of mastitis based on the CMT test and Draminski mastitis detector. The conclusion were the green betel leaves decoction (Piper betle L.) 30% can use for antibacterial and effective to reduce subclinical mastitis by teat dipping or teat spray, teat dipping more effective than teat spray and and Draminski mastitis detector is more sensitive in detecting subclinical mastitis, the time used is more effective and the price is cheaper than using the CMT test.

Other obstract

-

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: 0520050087
Uncontrolled Keywords: teat dipping, teat spray, Draminski mastitis detector, green betel leaves
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 636 Animal husbandry > 636.2 Cattle and related animals > 636.21 Cattle for specific purposes > 636.214 2 Cattle milk
Divisions: Fakultas Peternakan > Peternakan
Depositing User: Budi Wahyono Wahyono
Date Deposited: 01 Feb 2021 23:59
Last Modified: 01 Feb 2021 23:59
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/182417
Full text not available from this repository.

Actions (login required)

View Item View Item