Kualitas Fisiko Dan Mikrobiologis Madu Rambutan (Nephelium Lappaceum), Madu Hutan Dan Honeydew Di Jawa Barat

Noviana, Kharisma Yogi (2020) Kualitas Fisiko Dan Mikrobiologis Madu Rambutan (Nephelium Lappaceum), Madu Hutan Dan Honeydew Di Jawa Barat. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Abstract

Madu merupakan cairan manis yang berasal dari nektar tanaman yang diproses oleh lebah menjadi madu dan tersimpan dalam sel-sel sarang lebah. Kandungan gizi madu terdiri atas air 22 %, zat gula pereduksi 65 %. Kadar air dalam madu menentukan keawetan madu. Kadar air madu yang rendah menyebabkan mikroba pembusuk tidak dapat hidup dalam madu. Kadar air yang tinggi menyebabkan nilai TPC berbagai lebah madu yang didapatkan tinggi. Warna madu segar dipengaruhi oleh kandungan mineral yang terkandung dalam madu. Semakin meningkatnya kadar keasaman merupakan suatu indikator telah terjadinya proses fermentasi dan proses transformasi alkohol menjadi asam organik. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 06 Januari hingga 20 Maret 2020. Pengemasan madu dilaksanakan di Laboratorium Susu Pasteurisasi Teknologi Hasil Ternak, Gedung 4 Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya Malang, sedangkan untuk pengujian Total Plate Count (TPC), Kadar Air, Keasaman, Warna dilaksanakan di Laboratorium Pengujian Mutu dan Keamanan Pangan Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Hasil Pertanian, Universitas Brawijaya, Malang dan Laboratorium Saraswanti Indo Genetech Bogor. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas fisik dan mikrobiologis madu rambutan, madu hutan, dan honeydew di Jawa Barat. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan menggunakan jenis madu yang berbeda terdiri dari 3 sampel dan 4 ulangan. Perlakuan penelitian yang dicobakan yaitu P1 (madu rambutan), P2 (madu hutan), P3 (honeydew). Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA). Apabila terdapat perbedaan nyata pada tabel variabel pengamatan dari hasil analisis, maka dilakukan uji lanjut menggunakan Uji Beda Nyata Terkecil (BNT). Hasil penelitian menunjukkan ada perbedaan yang sangat nyata (P<0,01) diantara sumber nektar. Rataan Total Plate Count (TPC) madu rambutan 51,25 ± 1,50, madu hutan 33,17 ± 2,25, honeydew 65,19 ± 2,06. Rataan kadar air madu rambutan 20,65 ± 0,13, madu hutan 20,30 ± 0,22, honeydew 22,53 ± 0,83. Rataan keasamaan madu rambutan 26,05 ± 0,09, madu hutan 22,21 ± 1,29 , honeydew 28,24 ± 0,15. Sedangkan perbedaan yang nyata (P<0,05) terhadap kualitas warna pada 3 jenis sampel madu pada rataan warna parameter L madu rambutan adalah 40,45 ± 11,26 , madu hutan 42,23 ± 15,68 , honeydew 25,53 ± 0,45. Rataan warna parameter a* madu rambutan 13,80 ± 0,67, madu hutan 12,38 ± 0,59 , honeydew 13,70 ± 1,51. Rataan warna parameter b* madu rambutan 28,70 ± 6,52 , madu hutan 23,20 ± 4,80 , honeydew 16,15 ± 1,55, nilai TPC tertinggi sebesar 65,19 ± 2,06 koloni/g. Nilai kadar air tertinggi pada jenis honeydew sebesar 22,53 ± 0,83 %. Pada nilai warna L tertinggi pada jenis madu hutan 42,23 ± 15,68, nilai warna a* tertinggi pada jenis madu rambutan 13,80 ± 0,67, untuk nilai warna b* tertinggi pada jenis madu rambutan. Nilai kadar keasaman tertinggi pada jenis honeydew yaitu 28,24 ± 0,15 ml NaOH/kg. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa perbedaan madu dapat mempengaruhi kualitas fisik dan mikrobiologis yang ditijau dari Total Plate Count (TPC), kadar air, warna, dan keasaman. Kualitas terbaik terdapat pada madu hutan dengan rataan TPC (Total Plate Count) 33,17±2,25 koloni/g, kadar air 20,30 ± 0,22 %, warna L* 42,23±15,68 , a* 12,38±0,59 , b* 23,20 ± 4,80 , keasaman 22,21 ± 1,29 ml NaOH/kg. Perlu penelitian lebih lanjut mengenai kualitas fisik dan mikrobiologis pada madu rambutan (Nephelium lappaceum), madu hutan, honeydew di Jawa Barat.

English Abstract

This research aimed to determine physical and microbiological quality of rambutan honey (Nephelium lappaceum), forest honey and honeydew. The research method used was descriptive with three treatments and four replications. Data were analyzed by Analysis of Variance (ANOVA), if there were significantly difference, then proceed with the Least Significant Difference Test (LSD). The result showed that the quality of honey from Total Plate Count (TPC), moisture content, acidity showed a had highly significant difference effect (P≤0.01) and the quality of honey from the color give had significantly difference between rambutan honey, forest honey, honeydew (P≤0.05). The conclusion that rambutan honey, forest honey, and honeydew have different content of total plate count, moisture content, color, and acidity. Suggestion from this research is the need for further research on the quality of honey from in West Java.

Other obstract

-

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: 0520050076
Uncontrolled Keywords: Rambutan Honey, Forest Honey, Honeydew
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 641 Food and drink > 641.3 Food > 641.38 Honey
Divisions: Fakultas Peternakan > Peternakan
Depositing User: Budi Wahyono Wahyono
Date Deposited: 31 Jan 2021 14:19
Last Modified: 01 Dec 2021 04:04
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/182335
[thumbnail of DALAM MASA EMBARGO] Text (DALAM MASA EMBARGO)
0520050076-Kharisma Yogi Noviana.pdf
Restricted to Registered users only until 31 December 2022.

Download (1MB)

Actions (login required)

View Item View Item