Ojrek Bareng: Menyanggah Argumen Apati Dalam Penyelesaian Masalah Publik (Studi Kasus Bank Sampah Malang)

Sari, Qurnia Indah Permata (2020) Ojrek Bareng: Menyanggah Argumen Apati Dalam Penyelesaian Masalah Publik (Studi Kasus Bank Sampah Malang). Magister thesis, Universitas Brawijaya.

Abstract

Argumen dominan tentang bekerjanya Everyday Makers menyebutkan bahwa sikap apati mendorong keterlibatan masyarakat dalam menyelesaikan permasalahan publik. Studi kasus kualitatif ini bertujuan mengeksplorasi bekerjanya praktik Everyday Makers dalam kasus pengelolaan Bank Sampah Malang. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah rekaman arsip, dokumentasi, wawancara dan observasi langsung. Berbeda dengan argumen sebelumnya, studi ini menemukan sikap antusias yang mendorong masyarakat untuk bekerjasama dalam penanganan masalah sampah di Kota Malang. Sikap antusias yang mendorong masyarakat untuk bekerjasama dengan pemerintah dan swasta adalah filosofi Ojrek Bareng yang dilandasi oleh Budaya Arek. Filosofi ini tercermin dari ungkapan masyarakat dalam menangani permasalahan sampah yaitu sengkuyung seduluran (semangat persaudaraan), ewuh pakewuh (perasaan tidak enak) dan tanpo pamrih (tanpa pamrih). Studi ini menyanggah bekerjanya Everyday Makers didorong oleh sikap apati masyarakat terhadap pemerintah dalam menyelesaikan permasalahan publik. Studi ini menemukan bahwa Ojrek Bareng sebagai bentuk antusiasme masyarakat dalam menyelesaikan masalah sampah melalui pendirian Bank Sampah Malang. Studi ini menyanggah teori Everyday Makers dalam kasus penyelesaian masalah penanganan masalah sampah di Kota Malang. Kontribusi akademis terhadap teori Everyday Makers adalah memperluas teori Everyday Makers.

English Abstract

The dominant argument about the work of Everyday Makers states that apathy encourages community involvement in solving public problems. This qualitative case study aims to explore the workings of the Everyday Makers practice in the case of Malang Garbage Bank management. Data collection techniques used are archive recording, documentation, interviews and direct observation. Unlike the previous argument, this study found an enthusiastic attitude that encouraged the community to work together in handling the waste problem in Malang city. The enthusiastic attitude that drives the community to work with the government and the private sector is the philosophy of Ojrek Bareng which is based on Arek Culture. This philosophy was reflected in the expression of the community in dealing with waste problems, namely sengkuyung seduluran (brotherhood spirit), ewuh pakewuh (uneasy feelings) and tanpo pamrih (sincere). This study refutes the operation of Everyday Makers driven by the community's apathy towards the government in solving public problems. This study found that Ojrek Bareng as a form of community enthusiasm in solving the waste problem through the establishment of the Malang Garbage Bank. However, this study found that Ojrek Bareng as acommunity enthusiasm in solving waste problems through the Malang Garbage Bank. The academic contribution to Everyday Makers theory is to expand Everyday Makers theory.

Other obstract

-

Item Type: Thesis (Magister)
Identification Number: 0520110072
Uncontrolled Keywords: Everyday Makers, Governance, Bank Sampah Malang, Everyday Makers, Governance, Malang Garbage Bank
Subjects: 300 Social sciences > 302 Social interaction > 302.1 General topics of social interaction > 302.14 Social participation
Divisions: S2/S3 > Magister Ilmu Sosial, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Depositing User: Nur Cholis
Date Deposited: 28 Jan 2021 18:04
Last Modified: 18 Apr 2023 01:42
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/182195
[thumbnail of DALAM MASA EMBARGO] Text (DALAM MASA EMBARGO)
Qurnia Indah Permata Sari (2).pdf
Restricted to Registered users only until 31 December 2023.

Download (7MB)

Actions (login required)

View Item View Item