Prevalensi Mastitis Subklinis Berbasis Konduktivitas Elektrik Pada Sapi Peranakan Friesian Holstein (Pfh) Di Peternakan Rakyat Desa Krisik Kabupaten Blitar

Emerald, Galih (2020) Prevalensi Mastitis Subklinis Berbasis Konduktivitas Elektrik Pada Sapi Peranakan Friesian Holstein (Pfh) Di Peternakan Rakyat Desa Krisik Kabupaten Blitar. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Abstract

Mastitis adalah penyakit dengan gejala peradangan pada kelenjar air susu (ambing) yang dapat mengakibatkan penurunan produksi air susu. Mastitis dapat terjadi dalam dua bentuk yaitu mastitis klinis dan mastitis subklinis. Mastitis klinis disertai gejala klinis seperti adanya kebengkakan, panas, nyeri pada ambing, sekresi susu abnormal dan disertai demam, sedangkan pada mastitis subklinis tanda klinis tersebut tidak nampak, namun terjadi peningkatan jumlah sel radang (sel somatis), ditemukan mikroorganisme patogen dan terjadi perubahan kimia pada susu. California mastitis test (CMT) adalah metode yang sudah umum digunakan sebagai metode untuk mengetahui mastitis subklinis. Konduktivitas elektrik (EC) merupakan salah satu parameter yang dapat digunakan sebagai penentu susu mastitis subklinis. Konduktivitas elektrik atau electrical conductivity (EC) diketahui meningkat pada susu yang mengalami mastitis. EC ditentukan oleh konsentrasi anion dan kation. Sapi yang menderita mastitis maka konsentrasi Na+ dan Cl− dalam susu meningkat, sehingga menyebabkan peningkatan EC susu dari kuartal yang terinfeksi. Mastitis detector yang diproduksi oleh Dramiński electronics in agriculture merupakan suatu alat untuk mendeteksi mastitis subklinis berbasis konduktivitas elektrik. Tujuan penulis melakukan penelitian ini yaitu untuk mengkaji prevalensi mastitis subklinis pada peternakan rakyat Desa Krisik, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar dengan menggunakan Mastitis detector dan mengkaji hubungan antara nilai konduktivitas elektrik dengan tingkat mastitis berdasar skor uji California Mastitis Test. Penelitian ini dilaksanakan pada 26 Agustus sampai 31 Oktober 2019 di Desa Krisik kecamatan Gandusari Kabupaten Blitar. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah 83 ekor sapi PFH laktasi untuk dianalisa tingkat mastitis subklinis menggunakan CMT dan Mastitis detector. Analisis data statistik yang digunakan dalam metode penelitian ini yaitu uji korelasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa korelasi nilai konduktivitas elektrik (EC) dengan skor CMT memiliki nilai koefisien korelasi (r) = 0,82 yang artinya kedua variabel tersebut memiliki hubungan korelasi positif yang kuat. Korelasi EC dengan CMT dapat dijelaskan bahwa semakin besar skor CMT maka semakin besar nilai EC, sehingga kedua variabel memiliki sifat peningkatan nilai pada uji susu yang terindikasi mastitis subklinis dan penurunan nilai pada susu yang sehat. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa alat Mastitis detector memiliki sensitivitas 100%, spesifisitas 88,52% dan akurasi 89,43%. Prevalensi mastitis subklinis pada lokasi penelitian sebesar 24,09%. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu prevalensi mastitis subklinis pada lokasi penelitian sebesar 24,09% menggunakan alat Mastitis detector. Nilai EC dan skor CMT berkorelasi positif yang kuat dan alat Mastitis detector memiki sensitivitas, spesifisitas, dan akurasi yang tinggi sehingga dapat digunakan sebagai alat untuk mendeteksi mastitis subklinis dengan baik.

English Abstract

The aim this research was to determine the prevalence of subclinical mastitis in under small dairy farm at the Krisik Village, Gandusari, Blitar District by using a Draminski mastitis detector and to examine the relationship between electrical conductivity values and mastitis levels based on the California Mastitis Test score. The material that used in ths research were 83 dairy cattles (332 teats) in lactating period. Method in this research was direct survey to the farm. Data obtained were analized by used correlation analysis. The result showed that electrical conductivity values and California Mastitis Test score had a correlation coefficient (r) = 0.82 which means that the two variables had a strong positive correlation. Mastitis detector has 100% sensitivity, 88.52% specificity and 89.43%accuracy. The prevalence of subclinical mastitis at the study site was 24,09% and mastitis detector can be used as a tool to detect subclinical mastitis well.

Other obstract

-

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: 0520050060
Uncontrolled Keywords: mastitis detector, somatic cell, california mastitis test
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 636 Animal husbandry > 636.2 Cattle and related animals > 636.21 Cattle for specific purposes > 636.214 2 Cattle milk
Divisions: Fakultas Peternakan > Peternakan
Depositing User: Budi Wahyono Wahyono
Date Deposited: 31 Jan 2021 08:05
Last Modified: 31 Jan 2021 08:05
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/182159
Full text not available from this repository.

Actions (login required)

View Item View Item