Performans Produksi Sapi Peranakan Limousin Dan Peranakan Simmental Betina Di Kecamatan Tanjunganom, Kabupaten Nganjuk

Hariyanto, Fadhil Nur (2020) Performans Produksi Sapi Peranakan Limousin Dan Peranakan Simmental Betina Di Kecamatan Tanjunganom, Kabupaten Nganjuk. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Abstract

Kecamatan Tanjunganom merupakan lokasi dimana terdapat populasi ternak sapi potong tertinggi pada kabupaten Nganjuk dengan jumlah 16.465 ekor berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik Kabupaten Nganjuk 2016. Dengan persebaran kategori populasi terbanyak sesuai data wawancara dengan KUPTD Peternakan Nganjuk berada pada desa Sumber Kepuh berjumlah 7.050 ekor, kategori populasi sedang desa Kedungrejo berjumlah 5.200 ekor, dan kategori populasi terendah terdapat pada kelurahan Warujayeng berjumlah 2.000 ekor. Kecamatan Tanjunganom Kabupaten Nganjuk memiliki populasi sapi potong mayoritas jenis peranakan Limousin dan peranakan Simmental. Sapi peranakan Limousin, kebanyakan merupakan hasil dari perkawinan IB antara sapi Limousin dan sapi lokal atau jenis lain yang berkembang di masyarakat. sapi peranakan Limousin memiliki genetik tipe bertubuh besar dan mempunyai laju pertumbuhan yang lebih cepat dibandingkan dengan sapi lokal pada umumnya. Pengukuran performans merupakan seleksi awal memilih sapi berdasarkan sifat kuantitatif yang meliputi pengukuran. Pengukuran dapat menggunakan statistik vital yang meliputi lingkar dada, panjang badan, tinggi badan, berat vii badan, lebar pantat, dan berat badan. Pengukuran statistik vital akan semakin bertambah nilai pengukuran sejalan dengan semakin tua umur ternak. Pengaruh lingkungan juga akan berdampak besar pada pertumbuhan ternak. Pengukuran performans secara kuantitatif meliputi pengukuran lingkar dada, tinggi badan, panjang badan, lebar pantat dan sedangkan untuk mengetahui bobot badan ternak menggunakan rumus Schoorl. Lokasi penelitian dilakukan di Kecamatan Tanjunganom, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur dengan total populasi sapi potong 16.465 ekor. Penelitian dilakukan di 3 desa dengan kategori populasi tinggi (desa Sumberkepuh ±7.500 ekor), kategori sedang (desa Kedungrejo ±5.200 ekor), dan kategori rendah (kelurahan Warujayeng ±2.000 ekor). Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah sapi potong jenis peranakan Limousin dan peranakan Simmental dengan jenis kelamin betina serta dalam umur PI 1 sampai PI 4. Antar jenis ternak dilakukan pengukuran variabel yang telah ditentukan kemudian dibandingkan performans yang didapat. Penentuan ukuran sampel diperoleh 227 ekor ternak dengan taraf kesalahan 10%, didapatkan jumlah 115 ekor sampel sapi Peranakan Limousin betina (PI1 5 ekor, PI2 17 ekor, PI3 49, PI4 44 ekor), dan 112 ekor sampel sapi Peranakan Simmental betina (PI1 3 ekor, PI 2 15 ekor, PI3 52 ekor, PI4 42 ekor). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah survei dan pengamatan secara langsung terhadap apa yang terjadi di lapangan dengan pengumpulan data primer. Data primer didapat dari hasil pengamatan langsung di lapangan. Pengambilan data dilakukan secara random sampling yang berarti bahwa pengambilan dari sample dilakukan secara acak dengan dimana setiap anggota populasi memiliki kesempatan yang sama untuk terpilih menjadi sampel. Variabel yang diamati meliputi lingkar dada, tinggi badan, panjang badan, lebar pantat, dan berat badan. Penelitian ini dianalisis menggunakan uji T. Hasil rataan performans menunjukkan bahwa rataan antara sapi peranakan limousin dan peranakan simmental betina pada variabel lingkar dada 169,73±14,81 cm dan 158,79±12,00 cm, panjang badan 143,19±7,81 cm dan 141,25±7,44 cm, lebar pantat 36,24±4,12 cm dan 31,73±3,27 cm, dan berat badan 369,77±56,85 kg dan 328,29±44,66 kg menunjukan pengaruh sangat nyata (P<0,01), sedangkan pada variabel tinggi badan 130,41±6,20 cm dan 131,54±7,81 cm tidak menunjukkan pengaruh nyata (P>0,05) terhadap performans sapi. Adanya variasi antara ukuran lingkar dada, tinggi badan, panjang badan, lebar pantat, dan berat badan diduga dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu genetik sapi itu sendiri, waktu dilaksanakanya penelitian dan kondisi manajemen pemeliharaan sapi tersebut. Perbedaan tidak sigifikan pada performans variabel tinggi badan pada sapi tersebut dikarenakan fisiologi untuk peranakan Limousin dan sapi peranakan Simmental tidak berbeda. Faktor pakan sangat penting dalam pemenuhan kebutuhan pertumbuhan. Kekurangan pakan merupakan kendala besar dalam proses pertumbuhan. Kesimpulan penelitian ini adalah performans sapi potong peranakan Limousin memiliki ukuran Lingkar dada 169,73±14,81 cm, panjang badan 143,19±7,81 cm, lebar pantat 36,24±4,12 cm, dan berat badan 369,77±56,85 kg lebih tinggi dibandingkan sapi peranakan Simmental yang memiliki ukuran Lingkar dada 158,79 ± 12,00 cm, panjang badan 141,25±7,44 cm, lebar pantat 31,73±3,27 cm, dan berat badan 328,29±44,66 kg. Saran dari penelitian ini sebaiknya perlu dilakukan penelitian lebih lanjut pada faktor genetik ternak terhadap performans produksi dari sapi peranakan Limousin dan peranakan Simmental.

English Abstract

The purpose of this research was to find out the production performance of cow limousin crossbreed and simmental crossbreed. This research can be used as information about production performance of cow limousin crossbreed and simmental crossbreed. The materials used in this research was 115 limousin crossbreed cows (PI1 5 head, PI2 17 head, PI 3 49 head, PI4 44 head) and 112 simmental crossbreed cows (PI1 3 head, PI2 15 head, PI3 52 head, PI4 42 head). The method used in this research was a survey. The result of the research showed the average at chest girth 169.73 ± 14.81 cm and 158.79 ± 12.00 cm, body length 143.19 ± 7.81 cm and 141.25. ± 7.44 cm, stifle width 36.24 ± 4.12 cm and 31.73 ± 3.27 cm, and body weight 369.77 ± 56.85 kg and 328.29 ± 44.66 kg between cow limousin crossbreed and simmental crossbreed had a very significant effect (P<0.01), while the observation of body height 130.41 ± 6.20 cm and 131.54 ± 7.81 cm did not have a significant effect (P>0.05) on performance. From this research can be concluded that limousin crossbreed cow have better average performance than simmental crossbreed cow measured from chest girth, body length, stifle width, and body weight.

Other obstract

-

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: 0520050053
Uncontrolled Keywords: Performance, measuring, limousin crossbreed, simmental crossbreed
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 636 Animal husbandry > 636.2 Cattle and related animals
Divisions: Fakultas Peternakan > Peternakan
Depositing User: Budi Wahyono Wahyono
Date Deposited: 31 Jan 2021 07:05
Last Modified: 31 Jan 2021 07:05
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/182116
Full text not available from this repository.

Actions (login required)

View Item View Item