Pengaruh Kepadatan Kandang Dan Penggunaan Zeolit Pada Litter Terhadap Kadar Amonia, Berat Dan Persentase Karkas Serta Lemak Abdominal Pada Broiler

Mitasari, Dyah Hemas (2020) Pengaruh Kepadatan Kandang Dan Penggunaan Zeolit Pada Litter Terhadap Kadar Amonia, Berat Dan Persentase Karkas Serta Lemak Abdominal Pada Broiler. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Abstract

Broiler merupakan unggas penghasil daging yang cukup potensial untuk memenuhi kebutuhan gizi masyarakat asal protein hewani. Manajemen perkandangan merupakan salah satu faktor penting dalam keberhasilan pemeliharaan broiler. Penampilan broiler yang optimal dapat dicapai dengan sistem perkandangan yang memperhatikan aspek kenyamanan dan kesehatan ternak. Keberhasilan pemeliharaan broiler ditentukan oleh beberapa faktor antara lain pengaturan tingkat kepadatan kandang dan pengendalian kadar amonia dalam memperbaiki kualitas lingkungan kandang. Penelitian dilaksanakan mulai tanggal 10 September – 14 Oktober 2019 di Desa Sumber Sekar, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menjelaskan tingkat kepadatan kandang, level penggunaan zeolit serta interaksi antara keduanya terhadap kadar amonia, berat dan persentase karkas dan lemak abdominal pada broiler. Kegunaan dari penelitian ini adalah sebagai wawasan, pengetahuan dan bahan informasi tentang pengaruh kepadatan kandang dan penggunaan zeolit pada litter dalam pengembangan usaha peternakan khususnya peternakan broiler. Materi yang digunakan ayam pedaging strain Lohmann umur 7 hari (unsex) sebanyak 108 ekor yang diproduksi oleh PT. Japfa Comfeed Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah percobaan menggunakan analisis data Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial dengan 9 perlakuan dan 3 ulangan yang terdiri dari dua faktor, faktor pertama adalah tingkat kepadatan kandang 6, 8 dan 10 ekor/m2 dan faktor kedua adalah level penggunaan zeolit 0, 4 dan 8 kg/4kg sekam. Analisis data yang digunakan adalah Analisys of Variance (ANOVA), jika terjadi perbedaan perlakuan dilanjutkan dengan uji jarak berganda Duncan’s. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kepadatan kandang memberikan pengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap kadar amonia litter, dengan rata-rata (7,55±1,04 ppm). Tingkat kepadatan kandang memberikan pengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap berat dan persentase karkas, dengan rata-rata berat karkas (1459,96±57,14 g/ekor) dan rata-rata persentase karkas (71,03±1,57%). Tingkat kepadatan kandang memberikan pengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap berat dan persentase lemak abdominal, dengan rata-rata berat lemak abdominal (28,22±3,75 g/ekor) dan rata-rata persentase lemak abdominal (1,38±0,21%). Pada level penggunaan zeolit pada litter memberikan pengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap kadar amonia litter dengan level penggunaan zeolit pada litter yang terbaik 8kg zeolit/4kg sekam (Z2) dengan nilai terendah 5,83 ppm. Level penggunaan zeolit pada litter memberikan pengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap berat dan persentase karkas, dengan rata-rata berat karkas (1459,96±64,54 g/ekor) dan rata-rata persentase karkas (71,03±2,28%). Level penggunaan zeolit pada litter memberikan pengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap berat dan persentase lemak abdominal, dengan rata-rata berat lemak abdominal (28,22±1,57 g/ekor) dan rata-rata persentase lemak abdominal (1,38±0,10%). Pada interaksi antara kepadatan kandang dan penggunaan zeolit pada litter memberikan pengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap kadar amonia litter, dengan rata-rata (7,55±1,91 ppm). Interaksi antara kepadatan kandang dan penggunaan zeolit pada litter memberikan pengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap berat dan persentase karkas, dengan rata-rata berat karkas (1459,96±84,17 g/ekor) dan rata-rata persentase karkas (71,03±4,13%). Interaksi antara kepadatan kandang dan penggunaan zeolit pada litter memberikan pengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap berat dan persentase lemak abdominal, dengan rata-rata berat lemak abdominal (28,22±4,61 g/ekor) dan rata-rata persentase lemak abdominal (1,38±0,23%). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kepadatan kandang 6, 8 dan 10 ekor/m2 memberikan hasil yang sama terhadap kadar amonia litter, berat dan persentase karkas dan lemak abdominal pada broiler. Pada level penggunaan zeolit 8kg/4kg sekam memberikan hasil yang terendah pada kadar amonia litter dengan nilai 5,83 ppm, tetapi memberikan hasil yang sama terhadap berat dan persentase karkas dan lemak abdominal broiler. Interaksi antara kepadatan kandang dan penggunaan zeolit pada litter memberikan hasil yang sama terhadap kadar amonia litter, berat dan persentase karkas dan lemak abdominal broiler. Saran dari penelitian ini, tingkat kepadatan kandang 10 ekor/m2 dengan menggunakan litter campuran dari 8kg zeolit dan 4kg sekam padi dapat menurunkan kadar amonia litter dan dapat diaplikasikan dalam pemeliharaan broiler. Perlu adanya penelitian lebih lanjut terhadap aktivasi zeolit secara fisik dengan mengubah bentuk fisik zeolit menjadi tepung untuk melihat afinitas zeolit dalam menurunkan kadar amonia litter dan meningkatkan performan broiler.

English Abstract

The research was conducted from September 10, until October 14 2019 at broiler farm Sumber sekar village, Dau, Malang. The aim of the research was to determine the effect of cage density and used level zeolite on litter ammonia concentration, weight and percentage of carcass and abdominal fat on broiler. The material used for the research was 108 broilers 1 week old with strain New Lohmann MB 202 P with average body weight 481.22 ± 23.09 g/ bird with coefficient variation of 4.79% were divided in 27 cages. The method using Completely Randomize Design (CRD) by factorial (9x3). The treatment consisted of 2 combination factors, the first factor was density (K notation) 6, 8 and 10 birds/m2 and the second factors was application of zeolites (Z notation) 0, 4 and 8 kg/4 kg rice hulls. The variables were ammonia litter concentration, weight and percentage of carcass and abdominal fat on broiler. Data were analyzed using variance (ANOVA), if there any differences in treatment, than continued with Duncan Multiple Range Test (DMRT). The result of research that provides highly significant difference (P<0.01) on zeolite level that decrease ammonia concentration on litter. Zeolit level used on litter 8kg/4kg rice hulls produced the lowest amonia concentration which 5.83±0.88 ppm. Based on these result, cage density of 10 birds/m² using mixed litter from zeolit 8kg and rice hulls 4kg could decreased ammonia concentration and can be applied in broiler cage.

Other obstract

-

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: 0520050045
Uncontrolled Keywords: broiler, cage density, zeolite, ammonia
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 636 Animal husbandry > 636.08 Specific topics in animal husbandry > 636.083 Care, maintenance, training > 636.083 1 Housing
Divisions: Fakultas Peternakan > Peternakan
Depositing User: Budi Wahyono Wahyono
Date Deposited: 29 Jan 2021 09:14
Last Modified: 07 Oct 2022 03:05
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/182091
[thumbnail of DALAM MNASA EMBARGO] Text (DALAM MNASA EMBARGO)
0520050045-Dyah Hemas Mitasari.pdf
Restricted to Registered users only until 31 December 2022.

Download (2MB)

Actions (login required)

View Item View Item