ANALISIS RANTAI NILAI PRODUK OLAHAN IKAN (Studi Kasus Pada Yamois Industry Indoprima di Kelurahan Cemorokandang, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang)

Nurrahman, Arif (2020) ANALISIS RANTAI NILAI PRODUK OLAHAN IKAN (Studi Kasus Pada Yamois Industry Indoprima di Kelurahan Cemorokandang, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang). Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis aktivitas rantai nilai, margin rantai nilai, serta aktivitas yang menjadi keunggulan bersaing dalam usaha. Dimana salah satu sumberdaya alam di Indonesia yang memiliki potensi sangat besar untuk dikembangkan yaitu perikanan dan kelautan. Untuk mencapai pengolahan perikanan yang berkelanjutan dalam jangka panjang maka diharapkan semua wilayah perairan Indonesia dapat mengolah dengan berbasis pada kelestarian dan pemanfaatan yang bijak. Dengan adanya program industrialisasi dalam skala kecil maupun besar guna meningkatkan nilai produk. Jenis penelitian ini yaitu deskriptif, untuk menentukan sampel dilakukan dengan metode non probability sampling yaitu purposive sampling dimana pengambilan sampel dilakukan dengan kriteria tertentu. Sumber data yang digunakan yaitu data primer berasal dari survei, observasi, serta wawancara, dan data sekunder yang diperoleh dari situs blog usaha (yamoisco.blogspot.com), media promosi (instagram, dan facebook), BPS Kota Malang, website Kecamatan Kedungkandang dan website Kota Malang. Menggunakan teknik pengambilan data dengan observasi, wawancara, kuesioner, dan dokumentasi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dengan analisis rantai nilai Michael Porter, analisis margin rantai nilai Hayami, serta skoring untuk menentukan aktivitas unggulan. Dari hasil penelitian diperoleh hasil dalam aktivitas rantai nilai Yamois Industry Indoprima yang digolongkan kedalam aktivitas primer dan aktivitas sekunder. Dalam aktivitas primer terdapat lima aktivitas pencipta nilai yaitu logistik kedalam, operasi, logistik keluar, pemasaran dan penjualan, serta pelayanan. Sedangkan dalam aktivitas sekunder terdapat empat aktivitas pencipta nilai yaitu infrastruktur perusahaan, manajemen sumberdaya manusia, perkembangan teknologi, dan pembelian. Dari setiap aktivitas pencipta nilai tersebut memiliki sub aktivitas berbeda yang dapat menentukan keunggulan bersaing suatu usaha. Kemudian nilai margin rantai nilai yang diperoleh dari tujuh produk didapatkan nilai paling tinggi yaitu produk tahu tuna dan tahu tuna pedas sebesar Rp. 102.417,- dan nilai margin terendah pada produk bandeng tanpa duri (Batari) sebesar Rp. 37.500,-. Dari kontribusi nilai margin dari enam produk yaitu siomay udang, siomay tengiri, siomay salmon, siomay cumi-cumi, tahu tuna, dan tahu tuna pedas menyatakan Yamois Industry Indoprima termasuk dalam industri padat karya dan satu produk yaitu bandeng tanpa duri (Batari) termasuk dalam industri padat modal. Dan dari hasil pengukuran kinerja rantai nilai diperoleh hasil yang menjadi keunggulan bersaing Yamois Industri Indoprima pada aktivitas primer yaitu sub aktivitas penanganan produk dengan skor 0,20 pada aktivitas pencipta nilai logistik keluar dibuktikan dari pentingnya penanganan produk dalam usaha Yamois Industry Indoprima terutama untuk menjaga kualitas produk. Sedangkan pada aktivitas sekunder yaitu pada sub aktivitas pengadaan bahan baku pada aktivitas pencipta nilai pembelian dengan skor tertinggi sebesar 0,13 dikarenakan untuk memenuhi keperluan produksi Yamois Industry Indoprima membeli perlengkapan dengan mempertimbangkan kualitas dan harga sehingga uang yang dikeluarkan sebanding dengan apa yang didapatkan. Sedangkan aktivitas yang perlu ditingkatkan kinerjanya pada aktivitas primer yaitu sub aktivitas pelayanan saran dan keluhan pada aktivitas pencipta nilai pelayanan yang memiliki skor paling kecil sebesar 0,10 karena MSDM yang terbatas. Pada aktivitas sekunder ada di sub aktivitas kompensasi pada aktivitas pencipta nilai manajemen sumberdaya manusia dengan skor terendah sebesar 0,04 karena kompensasi yang diberikan Yamois Industry Indoprima yang tidak tetap sesuai permintaan pasar dan masih kurang dari UMK Kota Malang. Oleh karena itu diperlukan saran diantaranya yaitu saran untuk peneliti agar dikembangkan kembali penelitian berikutnya sehingga dapat membantu pelaku usaha untuk menganalisis keberlanjutan usahanya. Dan untuk pelaku usaha supaya memperhatikan fungsi manajemen dan memperbaiki kinerja aktivitas agar terjadi keberlanjutan usaha serta mengembangkan produknya sehingga menjadi produk unggulan. Serta untuk pemerintah supaya mendukung kegiatan usaha dalam skala besar maupun kecil khususnya dalam bidang perikanan dan memberikan sosialisasi mengenai produk-produk perikanan.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: 0520080052
Uncontrolled Keywords: -
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 639 Hunting, fishing & conservation > 639.2 Commercial fishing, whaling, sealing
Divisions: Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan > Sosial Ekonomi Agrobisnis Perikanan
Depositing User: soegeng sugeng
Date Deposited: 20 Feb 2021 07:08
Last Modified: 18 Oct 2021 03:04
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/182032
[thumbnail of DALAM MASA EMBARGO] Text (DALAM MASA EMBARGO)
Arif Nurrahman (2).pdf - Published Version
Restricted to Registered users only until 31 December 2022.

Download (6MB)

Actions (login required)

View Item View Item