Pengaruh Umur Panen Sorgum (Sorghum Bicolor (L.) Moench) Dengan Metode Hidroponik Fodder Terhadap Konsentrasi NH3 Dan Nilai Kecernaan Secara In Vitro

Setiawan, Egi Aristiadi (2020) Pengaruh Umur Panen Sorgum (Sorghum Bicolor (L.) Moench) Dengan Metode Hidroponik Fodder Terhadap Konsentrasi NH3 Dan Nilai Kecernaan Secara In Vitro. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Abstract

Tanaman sorgum varietas Samurai-2 (Sorghum bicolor (L.) Moench) merupakan tanaman pangan yang memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai sumper pakan, pangan dan berbagai keperluan industri lainnya. Tanaman sorgum sering digunakan sebagai pakan ternak dikarenakan termasuk pakan yang kaya akan karbohidrat. Pakan sorgum dapat dikembangkan dari segi penanaman yaitu dengan media tanah dan media air atau dengan metode hidroponik fodder. Hidroponik fodder merupakan cara budidaya pertanian tanpa menggunakan tanah namun menggunakan air yang berisi larutan nutrien. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mengevaluasi pengaruh umur panen tanaman sorgum (Sorghum bicolor (L.) Moench) varietas Samurai-2 dengan metode hidroponik fodder terhadap konsentrasi NH3 dan nilai kecernaan bahan kering (KcBK) dan kecernaan bahan organik (KcBO) residu produksi gas inkubasi 48 jam secara in vitro. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari sampai dengan April 2019 di Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP), Kota Batu untuk penanaman dan analisis proksimat, nilai kecernaan,x produksi gas serta konsentrasi amonia secara in vitro di Laboratorium Nutrisi dan Makanan Ternak Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya Malang. Materi penelitian ini adalah benih sorgum varietas Samurai-2 (Sorghum Bicolor (L.) Moench). Analisis yang digunakan untuk penanaman yaitu Rancangan Acak Lengkap (RAL), dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan. Adapaun pelakuan yang dicobakan adalah P1 (panen pada umur 9 hari setelah tanam), P2 (panen pada umur 11 hari setelah tanam), P3 (panen pada umur 13 hari setelah tanam) dan P4 (panen pada umur 15 hari setelah tanam). Percobaan kecernaan in vitro produksi gas menggunakan Rancangan Percobaan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 4 perlakuan, 5 ulangan dan 3 kelompok dengan pengambilan cairan rumen sebagai kelompoknya. Variabel yang diamati meliputi Presentase KcBK dan KcBO serta Konsentrasi NH3 residu produksi gas inkubasi 48 jam secara in vitro. Hasil data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis ragam, apabila terdapat perbedaan antar perlakuan dan kelompok, maka dilanjutkan dengan Uji Jarak Berganda Duncan. Hasil penelitian menunjukan bahwa pengaruh umur panen terhadap semua perlakuan tidak memberikan perbedaan yang nyata terhadap kecernaan bahan kering (KcBK) berturut-turut P1 (71,07 ± 3,44%), P2 (71,25 ± 3,14%), P3 (66,81 ± 8,10%) dan P4 (65,14 ± 7,66%). Nilai kecernaan bahan organik (KcBO) tidak memberikan perbedaan yang nyata antar perlakuan dengan nilai P1 (76,42 ± 2,88%), P2 (75,94 ± 2,71%), P3 (75,41 ± 2,41%) dan P4 (71,34 ± 2,88%). Konsentrasi NH3 memberikan perbedaan yang sangat nyata (P<0,01) antar perlakuan dengan nilai P1 (3,24 ± 0,25mM), P2 (3,29 ± 0,34 mM), P3 (3,27 ± 0,20mM) dan P4 (3,35 ± 0,35mM). Kesimpulan dari penelitian ini adalah pengaruh umur panen yang berbeda dari penanaman sorgumxi varietas samurai-2 dengan metode hidroponik fodder dapat meningkatkan konsentrasi amonia. Perlakuan P1 dengan umur 9 hari setelah tanam merupakan perlakuan terbaik untuk kecernaan bahan kering (KcBK) dengan nilai 71,07% dan kecernaan bahan organik (KcBO) dengan nilai 76,42% dan konsentrasi NH3 dengan nilai 3,24mM. Saran dari penelitian ini yaitu penanaman sorgum menggunakan metode hidroponik fodder sebaiknya di panen pada umur panen 9 hari setelah tanam merupakan yang terbaik untuk mendapatkan hasil konsentrasi NH3 dan kecernaan BK dan BO in vitro secara optimal.

English Abstract

The purpose of this study was to determine the effect of harvest age of sorghum plants (Sorghum bicolor (L.) Moench) Samurai Variety 2 by hydroponic fodder method on NH3 Concentration, Dry Matter Digestibility (DMD) and Organic Matter Digestibility (OMD) residue gas production incubation 48 hours in vitro. The analysis used for planting was a Completely Randomized Design (CRD), with 4 treatments and 5 replications. P1 (harvest at the age of 9 days after planting), P2 (harvest at the age of 11 days after planting), P3 (harvest at the age of 13 days after planting) and P4 (harvest at the age of 15 days after planting). The analysis used for the variable was Randomized Block Design (RBD), from 4 treatments and 3 replications by taking rumen fluid as a replication. The variables observed included the percentage of DMD, OMD and the concentration of NH3 residue gas production incubation 48 hours in vitro. The results of the data obtained were analyzed using variance analysis, if there were differences between treatments and groups, then proceed with Duncan's Multiple Range Test (DMRT). The effect of different harvesting age from planting Sorghum Samurai-2 varieties by hydroponicviii fodder method can increase ammonia concentration. The treatment of P1 with 9 days after planting was the best treatment for (DMD) with a value of 71.07% and (OMD) with a value of 76,42% and NH3 concentration a value of 3.24mM

Other obstract

-

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FAPET/2020/35/052002955
Uncontrolled Keywords: Sorghum bicolor, hidroponik fodder, concentration NH3, digestibility, in vitro
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 633 Field and plantation crops > 633.1 Cereals > 633.17 Millets, grain sorghums, upland and wild rice > 633.174 Grain sorghums
Divisions: Fakultas Peternakan > Peternakan
Depositing User: Nur Cholis
Date Deposited: 13 Dec 2020 16:42
Last Modified: 30 Jun 2022 04:14
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/181760
[thumbnail of DALAM MASA EMBARGO] Text (DALAM MASA EMBARGO)
Egi Aristiadi Setiawan.pdf
Restricted to Registered users only until 31 December 2023.

Download (1MB)

Actions (login required)

View Item View Item