Hubungan Antara Bobot Potong Dengan Bobot Karkas Dan Non Karkas Kambing Peranakan Etawah Di Rumah Potong Hewan (Rph) Sukun Kota Malang

Rafsanjani, Ilham (2020) Hubungan Antara Bobot Potong Dengan Bobot Karkas Dan Non Karkas Kambing Peranakan Etawah Di Rumah Potong Hewan (Rph) Sukun Kota Malang. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Abstract

Salah satu parameter penting dari subsektor peternakan adalah pemotongan ternak, tingginya produk karkas dan non karkas dapat menunjukkan keberhasilan produksi ternak. Banyak konsumen mengharapkan tingginya produksi karkas maupun produksi non karkas yang dihasilkan, Produksi karkas dan non karkas merupakan indeks ekonomi yang penting dan berkaitan dengan bobot potong, sehingga bobot potong digunakan sebagai parameter untuk menduga bobot karkas dan non karkas ternak potong. Karkas merupakan bagian penting dari tubuh ternak setelah dipisahkan dari darah, kepala, keempat kaki bagian bawah dari sendi karpal untuk kaki depan dan sendi tarsal untuk kaki belakang, kulit, organ-organ internal seperti paru-paru, tenggorokan, saluran pencernaan, saluran urin, jantung, limpa, hati, dan jaringan jaringan lemak yang melekat pada bagian-bagian tersebut. Hasil ikutan dari proses mendapatkan karkas ternak adalah bagian non karkas yang meliputi kepala, kaki, kulit maupun jeroan.viii Penelitian ini dilaksanakan di Rumah Potong Hewan (RPH) Kambing Kecamatan Sukun, Kota Malang, Jawa Timur yang dimulai dari tanggal 13 September 2019 – 12 Oktober 2019. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara bobot potong dengan bobot karkas dan bobot non karkas Kambing Peranakan Etawah. Kegunaan dari penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai bahan informasi mengenai hubungan antara bobot potong dengan bobot karkas dan bobot non karkas kambing Peranakan Etawah. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah 100 ekor kambing Peranakan Etawah umur PI0-PI4. Metode yang digunakan adalah metode survey. Variabel yang diamati yaitu bobot potong, bobot karkas dan bobot non karkas (kepala, kaki, kulit, paru-paru dan jantung). Analisis data secara statistik menggunakan persamaan korelasi dan regresi linear sederhana untuk mencari bentuk dan keeratan hubungan atara bobot potong dengan bobot karkas, bobot non karkas (bobot kepala, bobot kaki, bobot kulit, bobot paru-paru dan bobot jantung. Keeratan hubungan bobot hidup dengan bobot karkas dan non karkas dinyatakan dengan koefisien korelasi (r). Berdasarkan hasil penelitian diperoleh rataan bobot potong 30,61±8,84 kg, bobot karkas 14,14±4,29 kg, persentase karkas 46,00±2,00 %, bobot kepala 2,01±0,46 kg, bobot kaki 0,86±0,18 kg, bobot kulit 2,37±0,71 kg, bobot paru-paru 0,30±0,07 kg, dan bobot jantung 0,19±0,06 kg. Hasil analisis korelasi dan regresi menunjukkan tingkat korelasi yang sangat kuat antara bobot potong dengan bobot karkas dengan nilai koefisien korelasi 0.98 dengan persamaan regresi Ý = -0,550 + 0,479 X, selanjutnya bobot potong dengan bobot kepala koefisien korelasi = 0.89, bobot potong dengan bobot kaki koefisien korelasi = 0.86, bobot potong denganix bobot jantung koefisien korelasi = 0.85. Sedangkan bobot potong dengan bobot kulit koefisien korelasi = 0.79, bobot potong dengan bobot paru-paru koefisien korelasi = 0.79 menunjukkan tingkat korelasi kuat. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa bobot potong mempunyai hubungan yang erat dengan bobot karkas dan non karkas kambing Peranakan Etawah di Rumah Potong Hewan (RPH) Sukun Kota Malang. Saran pada penelitian ini, untuk mengetahui bobot karkas dan bobot non karkas kambing dapat diprediksi dengan menimbah bobot potong, diharapkan untuk mengurangi pemotongan kambing betina produktif dan penelitian ini dapat diteliti lebih lanjut pada masing-masing umur kambing Peranakan Etawah.

English Abstract

The purpose of this research was to determine the correlation between the slaughter weight, carcass weight and noncarcass of Crossbreed Etawah goat at Slaughterhouse of Sukun Malang. This study used 100 goats categorized as PI0 to PI4. Data were analyzed by using linier regression analysis and correlation. The research method uses correlational. The variables observed were slaughter weight, carcass weight and non-carcass. From the research, average slaughter weight 30.61 ± 8.84 kg, carcass weight 14.14 ± 4.29 kg, carcass percentage 46.00 ± 2.00 %, head weight 2.01 ± 0.46 kg, foot weight 0,86 ± 0.18 kg, skin weight 2.37 ± 0.71 kg, lung weight 0.30 ± 0.07 kg, and heart weight 0.19 ± 0.06 kg. The results showed that there were positive relationships among the slaughter weight with carcass weight and non-carcass (head, feet, skin, lung, heart). The correlation values between slaughter weight with carcass weight (0.98) with a regression model Y = -0,550 + 0,479 X and non-carcaszs weight among other head (0.89), feet (0.86), skin (0.79), lung (0.79), heart (0.85). It can be concludedvi that the slaughter weight has the strong correlation with carcass weight and non-carcass weight

Other obstract

-

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FAPET/2020./9/052002929
Uncontrolled Keywords: Crossbreed Etawah goat, slaughter weight, carcass, non-carcass.
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 636 Animal husbandry > 636.3 Sheep and goats
Divisions: Fakultas Peternakan > Peternakan
Depositing User: Nur Cholis
Date Deposited: 17 Nov 2020 06:58
Last Modified: 17 Nov 2020 06:58
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/181733
[thumbnail of DALAM MASA EMBARGO] Text (DALAM MASA EMBARGO)
Ilham Rafsanjani (2).pdf
Restricted to Registered users only until 31 December 2022.

Download (3MB)

Actions (login required)

View Item View Item