Pengaruh Perendaman Enzim Papain Pada Serat Bambu Petung (Dendrocalamus Asper) Terhadap Kekuatan Tarik Komposit Bermatrik Epoxy

Hafizaturahman, - (2020) Pengaruh Perendaman Enzim Papain Pada Serat Bambu Petung (Dendrocalamus Asper) Terhadap Kekuatan Tarik Komposit Bermatrik Epoxy. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Abstract

Seiring dengan perkembangan zaman yang semakin cepat, pertumbuhan teknologi juga berkembang dengan sangat cepat terutama di dunia industri, hal tersebut berbandng lurus dengan kebutuhan manusia yang semakin meningkat dan tidak bisa terlepas dari material. Hal tersebut membuat manusia terus berfikir bagaimana membuat material yang kuat, tangguh, ulet, serta ringan. Selain memiliki karakteristik yang bagus, material juga harus lebih ramah lingkungan karena pencemaran lingkungan yang dapat berakibat buruk bagi masa depan manusia. Salah satunya yaitu pengembangan “komposit” dalam bidang material. Serat bambu petung (Dendrocalamus Asper) memiliki potensi yang baik sebagai penguat pada komposit dan merupakan sumber dari alam. Dengan perpaduan dengan matrik epoxy yang memiliki sifat mekanik, listrik, kestabilan dimensi dan penahan panas yang baik. Pada penelitian ini, uji tarik dilakukan untuk mengetahui kekuatan tarik dari komposit dengan serat bambu petung. Penelitian ini menggunakan metode true experimental research, dengan ukuran spesimen tarik sesuai standar ASTM D638-01. Dalam penelitian ini, digunakan komposit serat bambu petung tanpa perlakuan, perendaman pada enzim papain dengan konsentrasi 5% selama 60 menit, kemudian perendaman pada enzim papain dengan konsentrasi 7% selama 60 menit, dan terakhir perendaman pada enzim papain dengan konsentrasi 9% selama 60 menit. Pembuatan spesimen komposit untuk uji tarik dilakukan dengan metode Vacuum Infusion. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan, dapat diambil kesimpulan yaitu bahwa kekuatan tarik rata-rata komposit serat bambu petung apabila di urutkan dari terendah hingga tertinggi yaitu : komposit berpenguat serat bambu petung dengan tanpa perlakuan perendaman sebesar 73.908 MPa ; perlakuan perendaman pada enzim papain dengan konsentrasi 5% sebesar 93.160 MPa, perlakuan perendaman pada enzim papain dengan konsentrasi 7% sebesar 131.062 MPa, dan perlakuan perendaman pada enzim papain dengan konsentrasi 9% sebesar 114.382 MPa. Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi konsentrasi enzim papain maka kekuatan tarik komposit akan semakin tinggi dikarenakan enzim papain dapat merubah topografi permukaan serat menjadi lebih kasar yang membuat mechanical interlocking antara serat dan matriks resin epoksi menjadi lebih baik dan sifat adhesi yang lebih baik antara permukaan serat dalam menyerap resin epoksi pada permukaan serat secara optimal

English Abstract

Along with the development of an increasingly rapid era, the growth of technology is also developing very quickly, especially in the industrial world, it is directly proportional to the increasing human needs and can not be separated from the material. This makes people continue to think about how to make materials that are strong, tough, resilient, and lightweight. Besides having good characteristics, the material must also be more environmentally friendly because of environmental pollution that can be bad for the future of humans. One of them is the development of "composite" in the material field. Petung bamboo fiber (Dendrocalamus Asper) has good potential as a reinforcement on composites and is a natural source. With the combination of epoxy matrices that have mechanical, electrical, dimensional stability and good heat retention. In this study, a tensile test was conducted to determine the tensile strength of composites with petung bamboo fiber. This study uses a true experimental research method, with the size of tensile specimens according to ASTM D638-01 standards. In this study, composite bamboo fiber petung without treatment, immersion in the papain enzyme with a concentration of 5% for 60 minutes, then immersion in the papain enzyme with a concentration of 7% for 60 minutes, and finally immersion in the papain enzyme with a concentration of 9% for 60 minutes . The making of composite specimens for tensile tests was carried out by the Vacuum Infusion method. From the results of the research that has been done, it can be concluded that the average tensile strength of petung bamboo fiber composites when sorted from lowest to highest are: petung bamboo fiber reinforced composites with no immersion treatment of 73,908 MPa; immersion treatment on the papain enzyme with a concentration of 5% of 93,160 MPa, immersion treatment on the papain enzyme with a concentration of 7% of 131,062 MPa, and immersion treatment on the papain enzyme with a concentration of 9% at 114,382 MPa. This shows that the higher the concentration of the papain enzyme the higher the tensile strength of the composite because the papain enzyme can change the surface topography of the fiber to be more rough which makes mechanical interlocking between the fiber and the epoxy resin matrix better and better adhesion properties between the surface of the fiber in optimally absorb epoxy resin on the surface of the fiber.

Other obstract

-

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FT/2020/26/052003628
Uncontrolled Keywords: Serat Bambu Petung, Vacuum infusion, Kekuatan Tarik, Epoxy,. Petung Bamboo Fiber, Vacuum infusion, Tensile Strength, Epoxy
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 633 Field and plantation crops > 633.5 Fiber crops
Divisions: Fakultas Teknik > Teknik Mesin
Depositing User: Nur Cholis
Date Deposited: 27 Oct 2020 10:34
Last Modified: 23 Sep 2022 01:30
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/181694
[thumbnail of DALAM MASA EMBARGO] Text (DALAM MASA EMBARGO)
Hafizaturahman.pdf

Download (8MB)

Actions (login required)

View Item View Item