Pengaruh Eksentrisitas Bracing Tipe V Pada Struktur Portal Akibat Beban Siklik Terhadap Daktilitas Dan Kekakuan

Hidayat, Muhammad Farras (2020) Pengaruh Eksentrisitas Bracing Tipe V Pada Struktur Portal Akibat Beban Siklik Terhadap Daktilitas Dan Kekakuan. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Abstract

Indonesia merupakan negara yang sering terjadi gempa karena Indonesia berada di antara pertemuan tiga lempeng yaitu Lempeng, Australia, Eurasia, dan Pasifik. Salah satu solusi untuk meminimalisir simpangan horizontal yang terjadi pada struktur bangunan akibat gempa, dan juga untuk menambah kekakuan pada bangunan yaitu bisa dengan cara memasang sebuah elemen yang dinamakan elemen pengaku (bracing) pada struktur bangunan. Selain fakor kekuatan struktur, estetika dan kegunaan pada bangunan gedung juga perlu diperhatikan, maka seringkali dibuat link beam pada bracing yang disebut dengan Eccentically Braced Frames. Pada daerah link beam tersebut nantinya akan digunakan untuk meletakkan pintu, jendela, atau semacamnya. Oleh karena itu, diperlukan penelitian untuk mengetahui seberapa pengaruhnya jarak eksentrisitas yang digunakan pada bracing. Pada penelitian ini menggunakan bracing tipe V pada portal beton bertulang yang memiliki dimensi 110 cm x 10 cm x 80 cm. Terdapat dua jenis tulangan yang digunakan yaitu tulagan Ø6 mm sebagai tulangan utama, dan tulangan Ø4 mm sebagai tulangan sengkang. Jarak antar tulangan sengkang yang digunakan adalah 15 cm dan selimut beton sebesar 2 cm. Penelitian ini membuat tiga benda uji portal, satu buah untuk portal tanpa eksentrisitas bracing (CBF) dan dengan eksentrisitas pada bracing (EBF). Variasi jarak eksentrisitas yang digunakan adalah 15 cm dan 25 cm. Untuk memudahkan penelitian maka setiap portal diberi kode yaitu Portal D untuk jarak eksentrisitas 0 cm, Portal E untuk jarak eksentrisitas 15 cm, dan Portal F untuk jarak eksentrisitas 25 cm. Mutu beton rencana yang digunakan pada portal ini adalah K-175 (f’c= 14,5 Mpa). Untuk mengontrol mutu beton pada portal, maka dibuat tiga buah benda uji silinder untuk setiap portal. Pengujian siklik pada portal dilakukan sebanyak 4 fase, dan masing – masing fase terdapat 5 siklus. Pengujian portal menggunakan dua buah load cell dengan kapasitas 10 ton dan 20 ton, dan juga LVDT untuk memperoleh data deformasi yang terjadi pada portal. Data deformasi yang diperoleh nantinya akan diolah untuk mendapatkan nilai daktilitas dan kekakuan pada portal. Hasil dari pengujian adalah portal D (Eksentrisitas = 0 cm) mengalami keruntuhan pada fase 3 siklus 2 dengan beban maksimum 5250 kg dan deformasi 23,56 mm. Portal E (Eksentrisitas = 15 cm) mengalami keruntuhan pada fase 3 siklus 1 dengan beban maksimum 5250 kg dan deformasi 29,67 mm. Dan Portal F (Eksentrisitas = 25 cm) mengalami keruntuhan pada fase 2 siklus 2 dengan beban maksimum 2861 kg dan deformasi 25,39 mm. Untuk nilai daktilitas pada setiap benda uji pada fase satu dan fase dua cenderung sama kemduian pada fase tiga daktilitas meningkat. Dan jika dibandingkan pada ketiga benda uji portal, benda uji Portal F (Eksentrisitas = 25 cm) memiliki tingkat daktilitas struktur lebih besar yaitu sebesar 2,31 dibandingkan dengan benda uji Portal E ( Eksentrisitas = 15 cm) sebesar 1,96, dan benda uji Portal D (Eksentrisitas = 0 cm) sebesar 1,37. Sedangkan untuk nilai kekakuan menunjukkan bahwa semakin kecil jarak eksentrisitas membuat nilai kekakuan semakin besar dibuktikan dengan nilai kekakuan pada Portal D (Eksentrisitas = 0 cm) sebesar 219,76 kg/mm, Portal E (Eksentrisitas = 15 cm) sebesar 176,95 kg/mm, dan Portal F (Eksentrisitas = 25 cm) sebesar 112,68 kg/mm

English Abstract

ndonesia is a country that often has earthquakes because Indonesia is in the confluence of three plates, namely Plate, Australia, Eurasia, and the Pacific. One solution to reduce the horizontal deflection that occur in the building structures, and also to increase stiffness in buildings is by installing an element called bracing on the building structure. In addition to the factor of structural strength, aesthetics and usability in buildings also need to be considered, it is often made link beam on bracing called Eccentically Braced Frames. In the area of the beam link will be used to place the door, window, or the like. Therefore, research is needed to find out how much influence the eccentricity distance used in bracing. In this study using type V bracing on reinforced concrete portals which has dimensions of 110 cm x 10 cm x 80 cm. There are two types of reinforcement used, namely Ø6 mm reinforcement as main reinforcement, and Ø4 mm reinforcement as shear reinforcement. The distance between the shear reinforcement used is 15 cm and a concrete blanket of 2 cm. This research makes three portal test objects, one for portal without bracing eccentricity (CBF) and with eccentricity for bracing (EBF). The eccentricity distance variations used are 15 cm and 25 cm. To facilitate the research, each portal is coded, namely Portal D for eccentricity distance of 0 cm, Portal E for eccentricity distance of 15 cm, and Portal F for eccentricity distance of 25 cm. The concrete quality of the plan used on this portal is K-175 (f’c = 14.5 MPa). To control the quality of concrete in the portal, three cylindrical test objects were made for each portal. Cyclic testing on the portal was carried out in 4 phases, and each phase contained 5 cycles. Portal testing uses two load cells with capacities of 10 tons and 20 tons, and also LVDT to obtain deformation data that occurs in the portal. Deformation data obtained will be processed to get the value of ductility and stiffness in the portal.. The results of the test are portal D (eccentricity = 0 cm) collapse in phase 3 in cycle 2 with a maximum load of 5250 kg and deformation of 23,56 mm. Portal E (eccentricity = 15 cm) collapsed in phase 3 of cycle 1 with a maximum load of 5250 kg and deformation of 29,67 mm. And Portal F (eccentricity = 25 cm) collapsed in phase 2 of cycle 2 with a maximum load of 2861 kg and deformation of 25,39 mm. For the value of ductility in each test object in phase one and phase two tends to be equal, then in phase three the ductility increases. And when compared to the three portal test objects, Portal F test object (Eccentricity = 25 cm) have a greater level of structural ductility that is 2,31 compared to Portal E test object (Eccentricity = 15 cm) of 1,96, and Portal D test object (Eccentricity = 0 cm) of 1,37. Whereas the stiffness value shows that the smaller the eccentricity distance makes the stiffness value even greater as evidenced by the stiffness value in Portal D (Eccentricity = 0 cm) by 219,76 kg / mm, Portal E (Eccentricity = 15 cm) by 176,95 kg / mm, and Portal F (Eccentricity = 25 cm) by 112,68 kg / mm

Other obstract

-

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FT/2020/10/052003612
Uncontrolled Keywords: Portal, Bracing, Eksentrisitas, Daktilitas, Kekakuan, Beban Siklik, Portal, Bracing, Eccentricity, Ductility, Stiffness, Cyclic Load.
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 691 Building materials
Divisions: Fakultas Teknik > Teknik Sipil
Depositing User: Nur Cholis
Date Deposited: 13 Oct 2020 03:05
Last Modified: 22 Oct 2021 04:16
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/181680
[thumbnail of DALAM MASA EMBARGO] Text (DALAM MASA EMBARGO)
Muhammad Farras Hidayat.pdf
Restricted to Registered users only until 31 December 2022.

Download (14MB)

Actions (login required)

View Item View Item