Upaya Normalisasi Sungai Ciliwung Dengan Penampang Ganda Ruas Jembatan Kalibata – Pintu Air Manggarai Kecamatan Kebayoran Baru Dki Jakarta

Hendrawan, Destianto (2019) Upaya Normalisasi Sungai Ciliwung Dengan Penampang Ganda Ruas Jembatan Kalibata – Pintu Air Manggarai Kecamatan Kebayoran Baru Dki Jakarta. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Abstract

Perubahan dimensi pada sungai berupa pendangkalan dan penyempitan penampang sungai telah terjadi baik di daerah hulu maupun hilir di sepanjang sungai-sungai yang melewati Jabodetabek. Banyak penampang sungai yang ada di Kota Jakarta tidak mampu lagi menampung debit yang besar. Luapan dari penampang sangat rentan terjadi ketika terjadi hujan dengan curah hujan tinggi dan durasi yang panjang. Berdasarkan hal tersebut, perlu dilakukan pekerjaan normalisasi penampang Sungai Ciliwung sehingga permasalahan luapan air dapat teratasi. Dalam studi ini tahap awal dilakukan analisis hidrologi untuk menghitung debit banjir rancangan Q25th pada Hulu Sungai Ciliwung. Kalibrasi nilai Q25th yang turun dari bagian hulu Sungai Ciliwung di Jembatan MT. Haryono untuk mengetahui berapa debit yang sampai pada ruas tersebut dengan memanfaatkan data AWLR. Dilakukan analisis hidraulika menggunakan aplikasi HEC-RAS pada penampang eksisting di wilayah studi ruas Jembatan Kalibata hingga Pintu Air Manggarai untuk melihat luapan debit Q25th terjadi di penampang eksisting dan mengetahui berapa tinggi luapannya. Luapan yang terjadi pada 25 titik tersebut, direncanakan dimensi penampang ganda untuk menahan luapan debit banjir Q25th. Perhitungan penampang ganda sungai digunakan Interface Vertical Method. Pada penampang normalisasi terdapat dinding penahan berupa sheet pile untuk mempertahankan kondisi penampang. Analisis Tanah untuk bangunan sheet pile ditujukan untuk mengetahui besaran tekanan aktif dan pasif pada tanah dan mendapat nilai kedalaman penetrasi sheet pile dan momen maksimumnya yang nantinya hasil perhitungan dapat menentukan spesifikasi/mutu beton yang digunakan. Berdasarkan analisis dan perencanaan yang telah dilakukan penampang dapat menampung hingga 809,06 m3/dt/. Debit banjir Q25th sebesar 334,3 m3/dt mampu ditahan oleh penampang normalisasi dan bangunan sheet pile mampu menahan tekanan pada tanah sehingga kondisi penampang dapat dipertahankan. Untuk sheet pile didapat total panjang sheet pile yang dibutuhkan adalah sepanjang 13 m dengan kedalaman penetrasi 7,68 m.

English Abstract

Changes on cross section in the form of shallowing and narrowing has occurred both upstream and downstream along the Ciliwung Rivers, Jakarta. Many river crossings in the city of Jakarta are no longer able to accommodate large discharges. Overflow from cross sections is very susceptible to occur when there is rain with high rainfall and a long duration. Based on this, the work of normalizing the cross section of the Ciliwung River needs to be done so that the problem of overflow can be overcome. In this study the initial step of hydrological analysis was carried out to calculate the Q25yr. Design flood discharge at the upstream Ciliwung River. Using AWLR Data, Calibrating the Q25tr value is needed on the MT Bridge Haryono to obtain a discharge that match the real-time situation. To determine the overflow height, hydraulic analysis was calculated using the HEC-RAS application on the existing cross section in the study areas. Resulting that existing cross-secions can only held up to 194,21 m3/dt. The overflow that occurred at these 25 points is planned to have a compund-channel dimension to hold the Q25yr flood discharge. Compund-channel calculation uses the Interface Vertical Method. In the normalized section there is a retaining wall in the form of a sheet pile to maintain the cross section condition. Soil analysis for sheet pile buildings is intended to determine the amount of active and passive pressure on the soil, the depth value of sheet pile penetration, and the maximum moment. From these calculations it can be determined the specifications / quality of concrete used. Based on the normalization planning that has been carried out, the cross section can accommodate up to 809.06 m3/s. The Q25yr flood discharge of 334.3 m3/s was able to be held by the normalized cross section and the sheet pile building was able to withstand the pressure on the ground so that the cross section conditions could be maintained. For sheet pile, the total length of sheet pile needed is 13 m with a penetration depth of 7.68 m.

Other obstract

-

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FT/2020/36/052003638
Uncontrolled Keywords: Penampang, Sungai, Banjir, Debit Q25th, Normalisasi, Sheet Pile, Cross Sections, Rivers,Floods, Discharge Q25yr , Normalization, Sheet Pile.
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 620 Engineering and allied operations > 620.1 Engineering mechanics and materials
Divisions: Fakultas Teknik > Teknik Pengairan
Depositing User: Nur Cholis
Date Deposited: 12 Nov 2020 14:05
Last Modified: 12 Nov 2020 14:05
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/181673
Full text not available from this repository.

Actions (login required)

View Item View Item