Hibriditas Budaya Pop Jepang dan Ajaran Islam pada Komunitas Islamic Otaku Community

Rulianti, Irna (2020) Hibriditas Budaya Pop Jepang dan Ajaran Islam pada Komunitas Islamic Otaku Community. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Abstract

Budaya akan selalu bergerak dan berkembang seiring dengan pertumbuhan manusia. Untuk mencapai kemapanan, budaya melalui proses negosiasi yang melibatkan penerimaan dan penolakan dari pihak internal masyarakat pendukung dan interaksinya dengan budaya dari kelompok masyarakat lain. Seperti yang menjadi fokus pada kajian skripsi ini, mengenai pertemuan budaya pop Jepang dan ajaran Islam yang dipopulerkan oleh komunitas Islamic Otaku Community (IOC). Dengan mengadopsi konsep hibriditas dari Homi K Bhabha peneliti mengemas temuan data menjadi tiga elemen yaitu translasi, negosiasi dan mimikri. Selain itu, peneliti juga menemukan bahwa terdapat ambivalensi yang menggambarkan penolakan masyarakat atas produk budaya hibrid dan keberadaan IOC. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data observasi, wawancara dan studi pustaka. Teknik pengolahan data dilakukan dengan menganalisis Buku Panduan Member dan mengamati komunitas pada acara Bonenkai di Kota Bogor dan GEMAR di Jakarta. Juga wawancara dengan pihak-pihak terkait. Hasil penelitian ini memperlihatkan bahwa IOC merupakan ruang liminal bagi proses hibriditas budaya populer dan ajaran Islam yang menghasilkan bentuk-bentuk hibrid seperti Manga dan Cosplay hibrid, produk kalender dan gantungan kunci yang diciptakan oleh IOC merchandize juga kegiatankegiatan yang dilakukan oleh komunitas. Hibriditas ini dilakukan sebagai usaha untuk menciptakan generasi yang mencintai budaya populer Jepang sebagai hobi dengan taat kepada Allah dan rasul-Nya. Juga untuk menunjukan bahwa Islam mampu memasuki semua aspek kehidupan termasuk hobi. Sehingga kita tetap dapat berhobi namun dengan tetap berada di koridor Islam

English Abstract

Culture will continue to change and be developed along with human civilization. To achieve an establishment, culture is reproduced through a negotiation which involves the acceptance and rejection of internal supporters and their interactions with the culture of other community groups. This study focuses on the Japanese pop culture meeting with Islamic interpretations in social group, named Islamic Otaku Community or the IOC. This study adopt the concept hybridity of Homi K Bhabha, to display the findings into three major element translation, negotiation and mimicry. In addition, this study found ambivalance which shows people's rejection of the new hybrid culture produced by the IOC. Qualitative approach is used in the course of data collection through as series of observation, interviews and literature study. Focusing on critical reading into member‟s guide book and observation into two different events interviews with related parties were tailord. The study argues IOC as a liminal space for cultural hybridity of Japanese pop culture and Islamic interpretations which produces various new cultural forms created by the IOC. This hybridity is carried out as an effort to create a generation who loves Japanese pop culture as a hobby while simultaneously tries to their religion. It shows that Muslims are open to to enter all aspects of cultural lives including hobbies which makes them can still enjoy doing activities connected to their hobby without crossing the borders of Islamic religious doctrines

Other obstract

-

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FISIP/2020/184/052003238
Uncontrolled Keywords: Budaya, Hibriditas, Homi K Bhabha, Islamic Otaku Community, Culture, Hybridity, Homi K Bhabha, Islamic Otaku Community
Subjects: 300 Social sciences > 344 Labor, social service, education, cultural law > 344.09 Culture and religion
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Sosiologi
Depositing User: Budi Wahyono Wahyono
Date Deposited: 05 Aug 2020 08:19
Last Modified: 18 Oct 2021 07:00
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/180831
[thumbnail of DALAM MASA EMBARGO] Text (DALAM MASA EMBARGO)
Irna Rulianti (2).pdf
Restricted to Registered users only until 31 December 2022.

Download (9MB)

Actions (login required)

View Item View Item