Diskusi Politik Di Warung Kopi (Diskusi Warga Tentang Politik Sehari-hari (Daily Politics) Malang Raya Di Kedai Kopi Kalimetro 2019)

Anggarwati, Devita Ayu (2020) Diskusi Politik Di Warung Kopi (Diskusi Warga Tentang Politik Sehari-hari (Daily Politics) Malang Raya Di Kedai Kopi Kalimetro 2019). Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Abstract

Latar belakang masalah skripsi ini adalah Kedai Kopi Kalimetro yang mengalami sebuah pergeseran fungsi, dari hanya sekedar bercengkrama dan meminum kopi lalu dapat melakukan aktivitas untuk saling berdiskusi dan memberikan gagasan perspektif. Perkumpulan yang ada di Kedai Kopi Kalimetro meliputi Mahasiswa, Aktivis, Akademisi, Aktor politik, dan Komunitas lainnya. Aktivitas yang dilakukan oleh mahasiswa, aktivis dan komunitas lainnya yakni mengkritisi kebijakan pemerintah yang ada di Kota Malang, sehingga tak luput menginginkan respon pemerintah terhadap krtikan yang dibangun oleh masyarakat, komunitas, maupun mahasiwa yang ada di Kedai Kopi Kalimetro. Berangkat dari sebuah pengandaian Habermas “Ruang Publik (Public Sphere)” merupakan salah satu ruang demokratis kebebasan warga negaranya dapat menyatakan opini-opini, kepentingan dan kebutuhan-kebutuhan secara diskursif. Metode yang digunakan untuk meneliti adalah menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan dokumentasi, wawancara, observasi. Teknik analisis data yaitu Reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Tujuan dari penelitian ini untuk menjelaskan bagaimana konsep Ruang Publik dan isu-isu apa saja yang berkembang di Kedai Kopi Kalimetro dan bagaimana respon pemerintah terhadap diskusi di Kedai Kopi Kalimetro Malang 2019. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa adanya pembaharuan dari sebuah teori Ruang Publik Habermas di masa lalu yakni tahun 1989 memasuki masa sekarang yakni era digital. Di era Digital saat ini bentuk kajian diskusi politik yang ada di Kedai Kopi Kalimetro dapat disebar luaskan melalui media online seperti instagram, facebook, dan berita online seperti Malang Times. Warga, Komunitas, Akademisi dan Mahasiswa yang ada di Kedai Kopi Kalimetro dapat melakukan aktivitas mereka dengan kajian-kajian diskusi dimana saling bertemu dan tak luput pula dapat mendatangkan aktor politik seperti Ketua DPRD untuk datang dan mendengarkan keluh kesah warganya.

English Abstract

The background of the problem of this study is Kalimetro Coffe Shop which experiences a shift in function, from merely chatting and drinking coffee to being able to carry out activities to discuss and give perspective ideas. The association at Kedai Kopi Kalimetro includes students, activists, academics, political actors, and other communities. Activities undertaken by students, activists and other communities that criticize government policies in the city of Malang, so that they do not escape the government’s response to the criticism built by the community and students in Kedai Kopi Kalimetro. Starting from a Habermas presupposition, “Public Sphere” is one of the democratic spaces of citizens, freedom to be able to express opinions, interests and needs discursively. The method used in this study is a qualitative descriptive approach. Data collection techniques using documentation, interviews, observation. Data analysis techniques are data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The purpose of this study is to explain how the concept of Public Sphere and what issues are developing at Kedai Kopi Kalimetro and how the government’s response to the discussion at Kedai Kopi Kalimetro Malang in 2019. The results of this study indicate that there is a renewal of a Habermas Public Sphere theory in 1989, towards the present, the digital era. In the Digital era, the current form of political discussion studies in Kedai Kopi Kalimetro can be disseminated through online media such as Instagram, Facebook, and online newspaper such as the Malang Times. Citizens, Communities, Academics and Students at Kedai Kopi Kalimetro can carry out their activities with discussion where they meet each other and also can be possible to bring political actors such as the Chair of the Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Malang to come and listen to the complaints of their citizens.

Other obstract

-

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FISIP/2020/5/052003139
Uncontrolled Keywords: Ruang Publik (Public Sphere), Kedai kopi kalimetro, Diskusi Politik, Pemerintah Kota Malang. Public Sphere, Kalimetro Coffee Shop, Political Discussion, Malang City Government.
Subjects: 300 Social sciences > 323 Civil and political rights > 323.5 Political rights
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Ilmu Politik
Depositing User: Budi Wahyono Wahyono
Date Deposited: 10 Aug 2020 07:03
Last Modified: 09 Jan 2023 04:17
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/180625
[thumbnail of DALAM MASA EMBARGO] Text (DALAM MASA EMBARGO)
Devita Ayu Anggarwati (2).pdf - Published Version
Restricted to Registered users only until 31 March 2023.

Download (5MB)
[thumbnail of Thumbnails conversion from text to thumbnail_lightbox] Other (Thumbnails conversion from text to thumbnail_lightbox)
lightbox.jpg

Download (49kB)
[thumbnail of Thumbnails conversion from text to thumbnail_preview] Other (Thumbnails conversion from text to thumbnail_preview)
preview.jpg

Download (18kB)
[thumbnail of Thumbnails conversion from text to thumbnail_medium] Other (Thumbnails conversion from text to thumbnail_medium)
medium.jpg

Download (5kB)
[thumbnail of Thumbnails conversion from text to thumbnail_small] Other (Thumbnails conversion from text to thumbnail_small)
small.jpg

Download (1kB)

Actions (login required)

View Item View Item