Analisis Perbandingan Efektivitas Karbon Aktif Cangkang Bunga Pinus Dengan Karbon Aktif Batok Kelapa Dalam Mereduksi Timbal

Putri, Aulia Dinniar (2019) Analisis Perbandingan Efektivitas Karbon Aktif Cangkang Bunga Pinus Dengan Karbon Aktif Batok Kelapa Dalam Mereduksi Timbal. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Abstract

Pembuangan limbah cair seharusnya melalui proses pengolahan terlebih dahulu agar tidak mencemari sungai. Akan tetapi, saat ini banyak sungai yang kondisinya sudah tercemar, menunjukkan bahwa belum dilakukan proses pengolahan yang tepat dan sesuai dalam pembuangan limbah cair ke dalam sungai. Oleh karena itu, diperlukan upaya-upaya yang tepat dalam pengolahan limbah cair. Salah satu cara yang dapat dilakukan dalam mengolah limbah cair adalah dengan melakukan proses filtrasi. Salah satu bahan yang sering digunakan dalam proses filtrasi adalah arang aktif, karena arang aktif memiliki luas permukaan yang besar sehingga dapat mengadsorpsi warna, bau, rasa, maupun logam yang terkandung dalam limbah dengan baik. Oleh karena itu, dalam studi kali ini dilakukan penelitian tentang mutu dan efektivitas karbon aktif yang berasal dari cangkang bunga pinus dalam mereduksi timbal melalui proses filtrasi. Cangkang bunga pinus digunakan karena cangkang bunga pinus merupakan bahan alam yang ketersediaannya melimpah namun masih belum dimanfaatkan dengan optimal. Cangkang bunga pinus dikarbonisasi kemudian diaktivasi menggunakan larutan KOH dengan variasi konsentrasi 30% dan 50% serta variasi lama waktu aktivasi 60, 90, dan 120 menit. Kemudian akan dibandingkan mutu dan efektivitasnya dengan efektivitas karbon aktif batok kelapa yang umum ada di pasaran. Juga akan dilakukan uji SEM-EDX untuk melihat kondisi fisik serta kandungan kimiawi dari material-material tersebut. Hasil yang didapatkan adalah semua variasi material yang digunakan sudah memenuhi baku mutu pada SNI 06-3730-1995 dengan nilai rendemen sebesar 78,886%, kadar air terendah adalah karbon aktif cangkang bunga pinus 30% 120 menit sebesar 0,599% serta kadar abu terendah adalah karbon aktif cangkang bunga pinus 30% 60 menit sebesar 6,175%. Hasil dari proses filtrasi menggunakan karbon cangkang bunga pinus tanpa aktivasi, karbon aktif cangkang bunga pinus 30% 120 menit, 50% 60 menit, 50% 90 menit, serta 50% 120 menit sudah memenuhi baku mutu air yang ada untuk semua kelas. Serta dari hasil uji SEMEDX didapatkan bahwa secara kasat mata luas permukaan untuk karbon aktif cangkang bunga pinus 50% 120 menit lebih besar dibandingkan dengan variasi lainnya.

English Abstract

Wastewater disposal ideally should be pre-processed to avoid contaminating the river. However, there are already many heavily polluted rivers nowadays, indicating that has not been proper action in disposing the wastewater into the stream yet. Therefore, proper efforts are needed in wastewater treatment. One of the ways is doing the filtration process before disposing the wastewater into the river. One of the most frequently used materials in the filtration process is activated carbon, because this material has a large surface area that can adsorb colors, odors, tastes, and metals contained in waste water properly. Therefore, in this study we conducted a research on the quality and effectiveness of activated carbon derived from pine cones in reducing lead through filtration process. Pine cones were used because this material are still not optimally utilized although their availability is abundant. The pine cones were carbonized then activated using KOH solution with variations in the concentration of 30% and 50% as well as variations in the time of activation of 60, 90, and 120 minutes. Then, its quality effectiveness would be compared with the effectiveness of coconut shell activated carbon which is already common in the market. SEM-EDX tests will also be conducted to see the physical condition and chemical content of these materials. The results obtained are that all material variations used already meet the quality standards in SNI 06-3730-1995 with a rendemen rate of 17,5%, lowest moisture content is pine cone activated carbon 30% 120 minutes by 0,599%, and lowest ash content is pine cone activated carbon 30% 60 minutes by 6,175%. The results of the filtration process using unactivated pine cone carbon, pine cone activated carbon 30% 120 minutes, 50% 60 minutes, 50% 90 minutes, and 50% 120 minutes are already meet the water quality standard for all classes. And the result of SEM-EDX test is that in plain view, pine cone activated carbon 50% 120 minutes has the largest surface area than other variations

Other obstract

-

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FT/2019/1047/052000750
Uncontrolled Keywords: karbon aktif, cangkang bunga pinus, batok kelapa, kalium hidroksida, timbal, activated carbon, pine cone, coconut shell, potassium hydroxide, lead.
Subjects: 500 Natural sciences and mathematics > 547 Organic chemistry > 547.2 Organic chemical reactions > 547.23 Oxidation-reduction reaction (Redox reaction)
Divisions: Fakultas Teknik > Teknik Pengairan
Depositing User: Nur Cholis
Date Deposited: 05 Aug 2020 08:03
Last Modified: 25 Oct 2021 07:10
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/178894
[thumbnail of AULIA DINNIAR PUTRI (2).pdf]
Preview
Text
AULIA DINNIAR PUTRI (2).pdf

Download (18MB) | Preview

Actions (login required)

View Item View Item