Pengaruh Musim Terhadap Kejadian Beranak Pada Sapi Perah Di Kecamatan Kandangan Kabupaten Kediri, Jawa Timur

Juliatin, Iriana (2019) Pengaruh Musim Terhadap Kejadian Beranak Pada Sapi Perah Di Kecamatan Kandangan Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Abstract

Sapi perah Peranakan Friesian Holstein (PFH) merupakan salah satu sapi perah di Indonesia yang merupakan hasil persilangan dari sapi perah Friesian Holstein (FH) dengan sapi lokal. Kemampuan genetik sapi peranakan FH untuk memproduksi air susu di Indonesia adalah 15-20 liter/ekor/hari dan berat tubuh mencapai pubertas rata-rata 275 kg. Sapi perah merupakan salah satu ternak yang membutuhkan suhu rendah untuk berproduksi secara optimal. Daya tahan ternak terhadap panas merupakan salah satu faktor yang sangat penting. Produktivitas ternak yang tidak tahan terhadap panas akan rendah akibat dari menurunnya konsumsi pakan. Suhu lingkungan yang tinggi terutama pada musim kemarau mengurangi lama periode berahi. Stres panas juga berpengaruh pada kondisi lingkungan uterus, hal ini berkaitan dengan kemampuan ternak untuk mempertahankan kehidupan awal embrio. Apabila lingkungan tidak sesuai berakibat pada kegagalan implantasi dan kematian embrio, sehingga terjadi penurunan persentase keberhasilan kebuntingan. Peningkatan populasi dan produksi ternak sangat tergantung kepada keberhasilan reproduksinya, apabila reproduksi tidak diatur dengan sebaik mungkin maka tingkat produksi akan rendah. Hal ini menunjukkan perlu adanya perbaikan di bidang manajemen dan peningkatan kualitas individu peternak agar usaha peternakan lebih efisien baik dari segi produksi dan reproduksi. Penelitian dilakukan di wilayah Kecamatan Kandangan, Kabupaten Kediri pada tanggal 14 Januari hingga 14 Februari 2019. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan antara musim kemarau dan musim penghujan terhadap kejadian beranak sapi perah di Kecamatan Kandangan, Kabupaten Kediri. Materi penelitian yang digunakan adalah catatan reproduksi sapi perah dan data curah hujan. Penentuan musim penghujan dan musim kemarau ditentukan berdasarkan curah hujan (mm) dalam 3 dasarian (1 bulan). Dasarian adalah satuan waktu yang lamanya adalah sepuluh hari. Jumlah air hujan yang jatuh di permukaan tanah yang datar pada selang waktu tertentu disebut curah hujan. Curah hujan diukur dalam selang waktu harian, bulanan, atau tahunan dengan alat Rain Gauge. Curah hujan memiliki satuan milimeter (mm) artinya dalam luasan satu meter persegi pada tempat yang datar tertampung air setinggi 1 mm. Curah hujan mencapai 50 mm selama tiga dasarian berturut-turut menunjukkan musim penghujan, sebaliknya curah hujan kurang dari 50 mm selama tiga dasarian berturut-turut menunjukkan musim kemarau. Sapi yang diteliti sejumlah 100 ekor. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus dengan cara mengumpulkan data primer dan sekunder. Data primer diperoleh dari wawancara langsung dengan responden dan menggunakan kuisioner. Data sekunder merupakan data yang sudah tersedia dan siap dikumpulkan, diperoleh dari catatan inseminator dan BMKG (Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika). Variabel yang diamati adalah musim dan efisiensi reproduksi sapi perah yang meliputi Service per Conception, Days Open dan Calving Interval. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif. Nilai rataan Service per Conception pada musim penghujan yaitu 3,47 ± 3,18 kali dan musim kemarau 3,29 ± 2,69 kali, menunjukkan bahwa jumlah pelayanan IB yang dibutuhkan lebih tinggi pada musim penghujan dibandingkan pada musim kemarau. Rataan Days Open musim penghujan yaitu 145,31 ± 65,35 hari dan musim kemarau 127,6 ± 70,61 hari, menunjukkan bahwa masa kosong pada musim penghujan lebih panjang dibandingkan pada musim kemarau. Rataan Calving Interval musim penghujan 420,03 ± 64,98 hari dan musim kemarau yaitu 399,22 ± 72,77 hari, menunjukkan bahwa pada musim penghujan Calving Interval lebih lama dibandingkan pada musim kemarau. Persentase angka kejadian beranak pada musim kemarau sebesar 70% dan musim penghujan 30%, hal ini menunjukkan bahwa pada musim kemarau angka kejadian beranak lebih tinggi dibandingkan pada musim penghujan. Musim kemarau dan penghujan masing-masing berlangsung selama 6 bulan, sedangkan umur kebuntingan pada sapi perah yaitu ± selama 9 bulan. Apabila kebuntingan terjadi pada saat musim penghujan maka kelahiran pedet terjadi pada musim kemarau. Hal ini dapat membuktikan bahwa musim tetap memberikan pengaruh pada kejadian beranak sapi perah PFH di Kecamatan Kandangan.

English Abstract

This Research was held on Kandangan Sub-district, Kediri Regency on January 14th to February 14th 2018. The aim of this study was to compare the dry season and rainy season to the incidence of calving in dairy cattle in Kandangan Sub-district, Kediri Regency. The research material used the reproductive record of dairy cattle and rainfall data. Determination of the rainy and dry seasons determined based on rainfall (mm) in 1 month. Rainfall is equal to or more than 150 mm indicates the rainy season and less than 150 mm indicates the dry season. The number of dairy cattle studied was 100. The research method used is a case study by collecting primary and secondary data. The variables observed were season and reproductive efficiency which included Service per Conception, Days Open and Calving Interval. The research result obtained were analyzed descriptive. Service per Conception, Days Open and Calving Interval in the rainy season are higher than in the dry season. The calving incidence in dairy cattle in Kandangan Subdistrict is higher in the dry season compared to the rainy season.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FAPET/2019/490/051910263
Uncontrolled Keywords: Efficiency, Season, Calving Incidence, Friesian Holstein Crosbred
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 636 Animal husbandry > 636.2 Cattle and related animals > 636.208 9 Cattle and related animals (Veterinary medicine) > 636.208 92 Cattle and related animals (Physiology) > 636.208 926 Cattle and related animals (Reproduction, development, maturation)
Divisions: Fakultas Peternakan > Peternakan
Depositing User: soegeng sugeng
Date Deposited: 02 Oct 2020 02:13
Last Modified: 02 Oct 2020 02:13
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/176823
Full text not available from this repository.

Actions (login required)

View Item View Item