Karakteristik Kuantitatif Karkas Dan Kualitas Fisik Daging Sapi Brahman Cross (BX) Heifer Berdasarkan Tingkat Umur Yang Berbeda

Ningsih, Linda Ayu (2019) Karakteristik Kuantitatif Karkas Dan Kualitas Fisik Daging Sapi Brahman Cross (BX) Heifer Berdasarkan Tingkat Umur Yang Berbeda. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Abstract

Perkembangan usaha peternakan di Indonesia terus mengalami peningkatan yang signifikan, diimbangi dengan pemenuhan protein hewani yang banyak disuplai dari daging sapi. Peningkatan produksi ini belum mampu memenuhi kebutuhan daging dalam negeri, sehingga dipasok melalui sapi lokal dan impor sapi bakalan sebanyak 41 %. Jenis sapi yang banyak diimpor ke Indonesia adalah Brahman Cross (BX) yang kemudian digemukkan untuk mencapai bobot potong yang tinggi dalam waktu yang relatif singkat. Keunggulan sapi Brahman Cross (BX) tahan parasit, toleran pada pakan berserat kasar tinggi, pertumbuhan relatif cepat, mudah beradaptasi di Indonesia dan menghasilkan karkas yang relatif tinggi. Karkas merupakan parameter produktivitas ternak dan digunakan dalam penilaian eating quality daging yang dapat mempengaruhi tingkat kesukaan konsumen. Penelitian ini dilaksanakan di RPH PT. Cianjur Arta Makmur Kampung Citampele, Desa Menteng Sari, Kecamatan Cikalong Kulon, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Pelaksanaan penelitian dimulai pada tanggal 2 November sampai 26 Desember 2018. Tujuannya adalah untuk mengetahui karakteristik kuantitatif dan kualitas fisik daging sapi Brahman Cross heifer pada tingkat umur yang berbeda. Manfaat penelitian ini diharapkan dapat menjadi ilmu pengetahuan bagi quality control dalam penilaian karakteristik kuantitatif dan fisik karkas sapi Brahman Cross heifer dan digunakan sebagai bahan informasi untuk penelitian selanjutnya dengan membandingkan 4 tingkat umur yaitu PI0, PI2, PI4 dan PI8. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah sapi Brahman cross heifer hasil penggemukan di feedlot yang berumur 18 sampai 36 bulan dengan melihat perubahan gigi seri permanen. Sapi Brahman cross heifer yang digunakan sebanyak 97 ekor dengan tingkat umur berdasarkan gigi seri permanen : PI0, PI2, dan PI4. Lokasi penelitian dipilih secara purposive sampling di RPH PT. Cianjur Arta Makmur. Pengambilan sampel dilakukan secara random sampling. Variabel yang diamati adalah karakteristik kuantitatif yang meliputi bobot potong, bobot karkas segar, bobot karkas chilling, persentase karkas, panjang karkas, rib eye area dan ketebalan lemak punggung, dan kualitas fisik daging yang terdiri atas warna daging, warna lemak dan marbling. Data sapi Brahman Cross heifer berdasarkan tingkat umur yang diperoleh kemudian dianalisis dengan Uji Annova searah (one way annova) untuk mengetahui pengaruh umur terhadap karakteristik kuantitatif, sedangkan kualitas fisik daging dianalisa secara deskriptif dengan menggunakan frekuensi relatif. Hasil penelitian menunjukkan umur terhadap bobot potong, bobot karkas segar sapi Brahman Cross heifer berbeda nyata (P<0,05), sedangkan bobot karkas chilling, panjang karkas, rib eye area dan ketebalan lemak punggung berbeda tidak nyata (P>0,05). Bobot potong sapi Brahman Cross heifer pada PI0, PI2 dan PI4 berturut-turut 476,19±21,45 kg, 480,43±24,95 kg dan 491,24±26,88 kg. Bobot karkas segar pada PI0, PI2 dan PI4 berturut-turut 250,95±12,75 kg, 254,92±14,95 kg dan 260,39±15,88 kg. Bobot karkas chilling sapi Brahman Cross heifer pada PI0, PI2 dan PI4 berturut-turut 246,29±12,44 kg, 250,10±14,65 kg dan 255,36±15,39 kg. Penyusutan bobot karkas sapi Brahman Cross heifer pada PI0, PI2 dan PI4 berturut-turut 1,86±0,50 %, 1,89±0,25 % dan 1,93±0,23 %. Persentase karkas sapi Brahman Cross heifer pada PI0, PI2 dan PI4 berturut-turut 52,71±1,69 %, 53,08±2,00 % dan 53,03±2,03 %. Panjang karkas sapi Brahman Cross heifer pada PI0, PI2 dan PI4 berturut-turut 146,38±5,56 cm, 147,00±5,42 cm dan 148,62 ±4,07 cm. Rib eye area sapi Brahman Cross heifer pada PI0, PI2 dan PI4 berturutturut 81,89±9,40 cm2, 82,39±9,34 cm2 dan 82,71±8,10 cm2. Ketebalan lemak punggung sapi Brahman Cross heifer pada PI0, PI2 dan PI4 berturut-turut 8,81±3,58 mm, 8,73±4,00 mm dan 7,50±2,73 mm. Analisis frekuensi relatif data kualitatif fisik daging sapi Brahman Cross heifer warna daging pada PI0, PI2 dan PI4 memiliki skor 4 atau merah cerah dengan dominasi 50,52 %. Warna lemak pada PI0, PI2 dan PI4 memiliki skor 2 dengan warna putih yang mendominasi 57,73 %. Marbling pada PI0, PI2 dan PI4 didominasi 43,30 % dengan skor 2. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa sapi Brahman Cross heifer dengan tingkat umur PI4 dengan bobot potong 491,24 kg menghasilkan bobot karkas segar 260,39 kg dengan persentase diatas 53 %. Rataan penyusutan pada bobot karkas pasca chilling masih sesuai standar yaitu 1,89 % dan panjang karkas semakin berkembang sesuai perkembangan ukuran tubuh. Semakin bertambahnya umur ternak tidak berpengaruh terhadap panjang karkas, ketebalan lemak punggung dan rib eye area karena persebaran lemak yang tidak merata dan terjadi penumpukan lemak pada bagian rump, faktor lingkungan, genetik, maupun manajemen sebelum dan sesudah pemotongan. Persentase pemotongan ternak heifer mencapai 66,48 %. Pemotongan heifer pada tingkat umur PI0 untuk memenuhi permintaan pasar yang tinggi dan harga sapi heifer yang lebih murah dibandingkan dengan steer. Sehingga dapat disarankan perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai karakteristik kuantitatif karkas dan kualitas fisik daging sapi Brahman Cross heifer pada 4 tingkat umur yaitu PI0, PI2, PI4 dan PI8. Sapi Brahman Cross kategori heifer pada 3 tingkat umur (PI0, PI2 dan PI4) lebih baik dipotong pada umur PI4 dengan bobot potong dan bobot karkas yang optimal karena ternak mengalami puncak pertumbuhan menjelang umur dewasa. Penanganan pemotongan perlu disesuaikan dengan ketentuan animal welfare terutama pada proses stunning yang dilakukan berkali-kali harus dihindari agar ternak tidak mengalami stres dan bebas dari rasa sakit, sehingga dapat meningkatkan produktivitas karkas sapi Brahman Cros heifer.

English Abstract

The aim of this study was to find out the qualitative and quantitative characteristic of Brahman Cross heifer. The quantitative characteristics were based on slaughter weight, hot carcass weight, carcass chilling weight, carcass percentage, carcass length, rib eye area and back fat thickness. The physical quality of carcass included meat colour, fat colour and marbling. Total sample consists of 97 Brahman Cross heifer which were estimated to be 18 to 36 months old by looking at permanent incisors. They were devided into three categories of slaughtered age: PI0 (1.5-2 year), PI2 (2-2.5 year), dan PI4 (2.5-3 year). The results of the quantitative characteristics showed that the slaughtered weights of Brahman Cross heifer in PI0, PI2 and PI4 were 476.19 ±21.45 kg, 480.43±24.95 kg and 491.24±26.88 kg. Hot carcass weights of PI0, PI2 and PI4 were 250.95±12.75 kg, 254.92±14.95 kg and 260.39±15.88 kg. The chilled carcass weight of PI0, PI2 and PI4 were 246.29±12.44 kg, 250.10±14.65 kg and 255.36 ±15.39 kg. The percentage carcass of PI0, PI2 and PI4 were 52.71±1.69 %, 53.08±2.00 % and 53.03±2.13 %. The carcass shrinkage in PI0, PI2 and PI4 1.86±0.50 %, 1.89±0.25 % and 1.93±0.25 %. The carcass length in PI0, PI2 and PI4 were 146.38±5.56 cm, 147.00±5.42 cm and 148.62±4.07 cm. rib eye areas in PI0, PI2 and PI4 were 81.89±9.40 cm2, 82.39±9.34 cm2 and 82.71±8.10 cm2. The thickness of back fat in PI0, PI2 and PI4 were 8.81±3.58 mm, 8.73±4.00 mm, and 7.50±2.73 mm. Analysis of the qualitative physical data of Brahman Cross heifer meat color PI0, PI2 and PI4 has a score of 4 or bright red with a dominance of up to 50.52 %. Fat colors in PI0, PI2 and PI4 has a score of 2 with white colour which is dominates up to 57.73 %. Marbling in PI0, PI2 and PI4 was dominated by 43.30 % with a score of 2.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FAPET/2019/426/051910369
Uncontrolled Keywords: Heifer, slaughtered age, quantitative carcass and quality of meat
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 636 Animal husbandry > 636.2 Cattle and related animals > 636.208 2 Cattle and related animals (Breeding) > 636.208 21 Cattle and related animals (Genetics)
Divisions: Fakultas Peternakan > Peternakan
Depositing User: soegeng sugeng
Date Deposited: 25 Sep 2020 07:30
Last Modified: 25 Sep 2020 07:30
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/176669
Full text not available from this repository.

Actions (login required)

View Item View Item