Kebijakan Pemerintah Daerah Manggarai Timur Dalam Pengembangan Wisata Ternak Kuda Di Nangarawa

Lagut, Fransisko Rusmanto (2019) Kebijakan Pemerintah Daerah Manggarai Timur Dalam Pengembangan Wisata Ternak Kuda Di Nangarawa. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Abstract

Perkembangan pariwisata di Indonesia pada saat sekarang ini berjalan dengan cukup pesat. Hal ini tidak terlepas dari promosi yang semakin gencar dilakukan dan tentunya juga tidak terlepas dari pengaruh pihak-pihak yang berkepentingan seperti pelaku usaha hingga pemerintah. Pada pengembangan pariwisata, kebijakan pemerintah sangat memberikan dampak besar. Program Nawacita yang digaungkan oleh pemerintahan sekarang, menjadikan pariwisata sebagai salah satu program prioritas yang dikembangkan. Provinsi NTT dengan berbagai jenis wisatanya menjadi salah satu wilayah yang menjadi prioritas pengembangan dari pemerintah. Hal ini dikarenakan potensi daerah NTT kan pariwisata sangat besar. Prioritas ini, berdampak signifikan pada jumlah kunjungan wisatawan ke Provinsi NTT. Wisata alam di Kabupaten Manggarai Timur merupakan salah satu tempat wisata di Provinsi NTT yang terus menggeliat dalam beberapa tahun belakangan. Wisata ternak kuda adalah salah satu wisata yang memiliki prospek untuk dikembangkan di Pantai Nangarawa Kabupaten Manggarai Timur. Salah satu pihak yang perlu dicermati perannya adalah pemerintah daerah Manggarai Timur sebagai penyokong utama dalam pengembangan wisata ternak kuda di pantai Nangarawa. Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur lewat dinas Kebudayaan dan Pariwisata telah menetapkan Rencana Induk Pengembangan Pariwisata Daerah (RIPPDA) yang dimana melakukan perencanaan dan penetapan kebijakan dalam pengembangan pariwisata. Untuk mengetahui apakah kebijakan ini sudah tepat dan dijalankan dengan baik, dilakukan pengujian dengan melihat tingkat kepuasan pengunjung yang dilihat dari lima aspek penting yaitu reliability, responsiveness, assurance, empathy, dan tangibles. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kebijakan pemerintah daerah Manggarai Timur dalam pengembangan wisata ternak kuda di Nangarawa dan untuk mengetahui pelaksanaan kebijakan pemerintah daerah Manggarai Timur dalam pengembangan wisata ternak kuda di Nangarawa. Hasil dari penelitian ini diharapakan mampu memberi informasi mengenai arah kebijakan pemerintah daerah Manggarai Timur dalam pengembangan wisata ternak kuda di Nangarawa, memberi informasi mengenai pelaksanaan kebijakan Pemerintah daerah Manggarai Timur dalam pengembangan wisata ternak kuda di Nangarawa, dan sebagai bahan koreksi bagi Pemerintah daerah Manggarai Timur dalam penerapan kebijakan pengembangan wisata ternak kuda di Nangarawa Narasumber penelitian ini yaitu 100 orang responden atau pengunjung yang menggunakan ternak kuda untuk berkeliling di pantai. Penelitian dilakukan pada pertengahan bulan Desember - Januari 2018 di Pantai Nangarawa, Desa Bamo, Kecamatan Kota Komba, Kabupaten Manggarai Timur. Dilakukan juga wawancara dan pengumpulan data di Dinas Pariwisata, Dinas Pendapatan Daerah dan Dinas Peternakan Kabupaten Manggarai Timur Provinsi Nusa Tenggara Timur. Penelitian dilakukan senin sampai minggu dalam rentang waktu penelitian.

English Abstract

The development of tourism in Indonesia is growing rapidly. One of the important actor in this development is the government. It because government can controlling overall of tourism sustainability. The roles from the government is policy makers such as regulation of entrance fees and tourism service standard. The research is need to assess the government policy in order to find out the application and the result. The purpose of this research is to know about the policy of local government in the development of agrotourism base on horse farming activities in Nangarawa, and about that policy implementation. The research was conducted with 100 respondents who asked about the level of satisfication in 5 aspects that was reliability, responsiveness, assurance, empathy, and tangibles. Then the result analyzed by (IPA) important analysis method and displayed in cartesius diagram. The result showed that the visitor had a satisfication level on the performance criteria that was Reliability 4,00, Responsiveness 3,95, Assurance 4,16, Empathy 3,92, and Tangibles 3,82. And if comparison did between performance and customer expectation the result was Reliability 73,70%, Responsiveness 76,20%, Assurance 81,72%, Empathy 72,60%, dan Tangibles 67,60%. The conclusion is the local government policy on Nangarawa horsefarming activities not yet give customer a maximal satisfication (3,64 of 4,30). From this, local government must to maintain, to improve and to evaluate on the aspects that is have low level of satisfication.The aspect that must to evaluate are the access to tourist destination, management of tourist facilities, entrance fees, timeliness of service, clarity and discipline of officers, the easy way to get information, interesting and different tourism, division of definite and fixed tasks, smooth complaints and application of greetings, the package and layout of horse farming activities and the availability of signpost boards info.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FAPET/2019/370/051910156
Uncontrolled Keywords: Performance,Expectation, Satisfied,Cartesius, IPA
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 636 Animal husbandry > 636.1 Horses
Divisions: Fakultas Peternakan > Peternakan
Depositing User: soegeng sugeng
Date Deposited: 05 Aug 2020 07:57
Last Modified: 05 Aug 2020 07:57
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/176630
Full text not available from this repository.

Actions (login required)

View Item View Item