Pengaruh Penambahan Ekstrak Bawang Merah (Allium cepa liliaceae) Dalam Pengencer Terhadap Semen Ayam Kampung Selama Dalam Penyimpanan Suhu Ruang dan Suhu Dingin : Metode Ekstraksi Menggunkan Etanol 50%

Mazidda, Sakinato (2019) Pengaruh Penambahan Ekstrak Bawang Merah (Allium cepa liliaceae) Dalam Pengencer Terhadap Semen Ayam Kampung Selama Dalam Penyimpanan Suhu Ruang dan Suhu Dingin : Metode Ekstraksi Menggunkan Etanol 50%. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Abstract

Bawang merah (Allium cepa liliaceae) mengandung zat antioksidan yang cukup besar yaitu quercetin. Antioksidan alami yang masih jarang di gunakan dalam pengenceran semen adalah quercetin. Penambahan ekstrak bawang merah ke dalam pengencer agar bisa mencegah keberadaan radikal bebas yang dapat menurunkan kualitas spermatozoa. Peran pengencer Ringer’s Dextrose sebagai sumber energi untuk mempertahankan kualitas semen selama penyimpanan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui dan mengkaji pengaruh penambahan ekstrak bawang merah (Allium cepa liliaceae) dalam pengencer Ringer’s Dextrose terhadap semen ayam Kampung selama dalam penyimpanan suhu ruang 27ºC dan suhu dingin 5ºC: metode ekstraksi menggunakan etanol 50% meliputi motilitas individu, persentase viabilitas dan persentase abnormalitas spermatozoa. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 3 Desember 2018 sampai dengan 26 Februari 2019 di Laboratorium Sentral Ilmu Hayati Universitas Brawaijaya Malang untuk pembuatan ekstrak bawang merah, di Laboratorium Instalasi Unggas POLBANGTAN Malang untuk pengambilan semen ayam Kampung dan di Laboratorium Kesehatan Hewan POLBANGTAN Malang untuk pemeriksaan makroskopis dan mikroskopis semen ayam kampung. Materi penelitian ini adalah semen segar ayam Kampung yang berjumlah 4 ekor ayam yang memiliki umur 12 bulan untuk 2 ekor ayam, 13 bulan 1 ekor ayam dan umur 15 bulan 1 ekor ayam dengan semua bobot berat badan ±2,2kg dengan persyaratan motilitas individu minimal ≥70%, motilitas massa ≥++ yang akan digunakan sebagai sampel penelitian. Semen diencerkan dengan menggunakan pengencer Ringer’s Dextrose (infus 10% no. reg. : GKL9230500249B1) dengan kandungan Dextrose, glucose (C6H12O6) 50,0g dan water for injection ad. : 500 ml, pewarna saat uji kualitas spermatozoa menggunakan eosin-nigrosin. Bawang merah yang digunakan diperoleh dari pasar tradisional dan Etanol 50% diperoleh dari toko shaka kimia yang berada di ruko betek permai, Jl. Mayjend. Panjaitan No. 247, Penanggungan, Klojen, Kota Malang. Metode penelitian yang digunakan adalah percobaan dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap yang terdiri dari 4 perlakuan dari ekstrak bawang merah P0 (0%), P1 (2%), P2 (4%) dan P3 (6%) dengan 6 kali ulangan. Pengamatan dilakukan pada jam ke-1, 2, 3 dan 4 untuk suhu ruang 27ºC dan untuk suhu dingin 5ºC diamati pada jam ke-6, 8 dan 24. Variabel yang diukur adalah motilitas individu, viabilitas dan abnormalitas spermatozoa, selanjutnya dilakuan uji Jarak Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh tingkat penambahan ekstrak bawang merah P1, P2, P3, dan P4 terjadi penurunan, akan tetapi pada P2 yaitu pemberian ekstrak bawang merah 4% memberikan pengaruh berbeda yang sangat nyata (P<0,01) pada persentase motilitas individu semen ayam Kampung baik pada penyimpanan suhu ruang ataupun penyimpanan suhu dingin. Nilai motilitas individu P2 pada penyimpanan suhu ruang diperoleh rataan persentase sebesar 76,67±2,58b pada jam ke-1, 71,67±2,58b pada jam ke-2, 61,67±2,58b pada jam ke-3 dan 50,83±3,76b pada jam ke-4 sedangkan nilai motilitas individu P2 penyimpanan suhu dingin sebesar 62,50±2,74b pada jam ke-6, 52,50±2,74b pada jam ke-8 dan 32,50±2,74b pada jam ke-24. Pada uji viabilitas spermatozoa pemberian ekstrak bawang merah 4% (P2) memberikan pengaruh berbeda yang nyata (P<0,05) pada persentase viabilitas spermatozoa semen ayam Kampung baik pada penyimpanan suhu ruang maupun suhu dingin. Nilai viabilitas P2 pada penyimpanan suhu ruang sebesar 89,99±3,93b pada jam ke-1, 88,99±3,36b pada jam ke-2, 86,99±2,32b pada jam ke-3 dan 76,28±2,66b pada jam ke-4 sedangkan nilai viabilitas spermatozoa pada penyimpanan suhu dingin sebesar 83,26±1,59c pada jam ke-6, 77,26±2,83c pada jam ke-8 dan 67,98±2,05c pada jam ke-24. Pada uji abnormalitas spermatozoa pemberian ekstrak bawang merah 4% (P3) memberikan pengaruh berbeda yang nyata (P<0,05) pada persentase abnormalitas spermatozoa semen ayam Kampung baik pada penyimpanan suhu ruang maupun suhu dingin. Nilai abnormalitas P2 pada penyimpanan suhu ruang sebesar 6,11±0,34a pada jam ke-1, 7,35±0,60a pada jam ke-2, 10,53±0,79a pada jam ke-3 dan 16,87±1,24a pada jam ke-4 sedangkan nilai abnormalitas spermatozoa pada penyimpanan suhu dingin sebesar 11,14±0,46a pada jam ke-6, 12,79±0,49a pada jam ke-8 dan 16,59±0,65a pada jam ke-24. Kesimpulannya penambahan ekstrak bawang merah 4% dalam pengencer Ringers’s Dextrose memberikan hasil yang optimal pada pengujian kualitas spermatozoa meliputi motilitas individu, viabilitas, dan abnormalitas spermatozoa ayam Kampung setelah proses pengenceran.

English Abstract

Storage of semen is susceptible damage ROS (reactive oxygen species). The red onion has a rich antioxidant flavonoids like quercetin. Ringer’s Dextrose is the most simple diluent ingredients well and easily obtained. The purpose of this research was to know and study the influence of level of different red onion extract in diluent Ringer’s Dextrose to quality of native chicken semen storage at room temperature and cool temperature. The material which was used is fresh semen native chicken, Ringer’s Dextrose, red onion extract, eosin-negrosin. The research method which is used is the experimental by using statistical analysis of RAL (Complete Random Design). The results showed that the influence of the addition level of red onion extract P1, P2, P3, and P4 decreased, but in P2, 4% onion extract gave a very significant different effect (P <0.01) on the percentage of individual cement motility native chicken both at room temperature storage or cold temperature storage. The individual motility value P2 at room temperature storage obtained an average percentage of 76.67±2.58b at the 1st hour, 71.67±2.58b at the 2nd hour, 61.67±2.58b at the 3rd hour and 50.83±3.76b at the 4th hour while the individual motility value of cold temperature storage P2 was 62.50±2.74b at the 6th hour, 52.50±2.74b at the 8th and 32.50±2.74b at the 24 hours. On the viability test of spermatozoa 4% red onion extract (P2) gave a significant different effect (P <0.05) on the percentage of viability of spermatozoa in native chicken semen both at room temperature and cold temperature storage. P2 viability value at room temperature storage was 89.99±3.93b at 1st hour, 88.99±3.36b at 2nd hour, 86.99±2.32b at 3rd hour and 76.28±2.66b at the 4th hour while the viability value of spermatozoa at cold temperature storage was 83.26±1.59c at 6th hour, 77.26±2.83c at 8th and 67.98±2.05c at 24th hour. In the spermatozoa abnormality test, 4% (P2) red onion extract gave a significantly different effect (P <0.05) on the percentage of sperm abnormalities in native chicken semen both at room temperature and cold temperature storage. The value of P2 abnormalities in room temperature storage was 6.11±0.34b at the 1st hour, 7.35±0.60a at the 2nd hour, 10.53±0.79a at the 3rd and 16.87±1.24a at the 4th hour while the value of spermatozoa abnormality at cold temperature storage was 11.14±0.46a at 6th hour, 12.79±0.49a at 8th hour and 16.59±0.65a at 24th hour. The conclusion of this research is the addition of onion extract in diluent Ringer’s Dextrose give the real influence to motility, viability, and abnormality after the dilution. It needs further research concerning the length of storage in order to find out how red onion extract could sustain the life of spermatozoa.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FAPET/2019/376/051910162
Uncontrolled Keywords: Quality Of Spermatozoa, Native Chicken, Red Onion Extract Concentrartion, Ringer’s Dextrose
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 636 Animal husbandry > 636.5 Chickens and other kinds of domestic birds > 636.508 2 Chickens and other kinds of domestic birds (Breeding) > 636.508 24 Chickens and other kinds of domestic birds (Breeding and reproduction methods) > 636.508 245 Chickens and other kinds of domestic birds (Artificial insemination)
Divisions: Fakultas Peternakan > Peternakan
Depositing User: soegeng sugeng
Date Deposited: 25 Sep 2020 05:14
Last Modified: 25 Sep 2020 05:14
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/176536
Full text not available from this repository.

Actions (login required)

View Item View Item