Pengaruh Penambahan Berbagai Bahan Aditif Pada Silase Kulit Ubi Kayu (Manihot Esculenta) Terhadap Sifat Fisik, Ph, Kandungan Nutrien, Kecernaan Bahan Kering Dan Bahan Organik Secara In Vitro

Purnastiti, Indriani (2019) Pengaruh Penambahan Berbagai Bahan Aditif Pada Silase Kulit Ubi Kayu (Manihot Esculenta) Terhadap Sifat Fisik, Ph, Kandungan Nutrien, Kecernaan Bahan Kering Dan Bahan Organik Secara In Vitro. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Abstract

Pakan merupakan faktor terbesar dalam keberhasilan usaha peternakan ruminansia, terutama hijauan. Musim kemarau hijauan sangat sulit didapat, namun limbah agroindustri banyak ditemukan. Salah satu upaya untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah dengan memanfaatkan limbah agroindustri. Limbah yang paling banyak dijumpai adalah kulit ubi kayu, namun seringkali terkendala oleh tingginya kadar air pada kulit singkong sehingga mudah terjadi kerusakan dan daya simpan yang tidak panjang sehingga diperlukan teknologi pengolahan lanjut untuk mengatasi masalah tersebut yaitu dengan pembuatan silase.viii Penelitian ini dilakukann pada bulan Januari 2019 hingga Mei 2019. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Fermentasi Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya untuk proses pembuatan silase serta di Laboratorium Nutrisi dan Makanan Ternak Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya untuk uji kualitas fisik (warna, tekstur, aroma dan keberadaan jamur), pH, analisa proksimat (BK, BO, PK, SK dan LK), dan analisa kecernaan bahan kering dan kecernaan bahan organik secara in vitro. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan berbagai bahan aditif pada pembuatan silase kulit ubi kayu terhadap kualitas fisik, pH, kandungan nutrisi dan kecernaan bahan kering dan bahan organik. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah limbah kulit ubi kayu, molases, bekatul dan beras jagung. Metode penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari empat perlakuan dan tiga ulangan. Silase disusun menggunakan 3 kg kulit ubi kayu dan 3% bahan aditif. Berikut susunan perlakuan yang digunakan: P0 = 3 kg kulit ubi kayu, P1 = 3 kg kulit ubi kayu + 3% molases, P2 = 3 kg kulit ubi kayu + 3% bekatul dan P3 = 3 kg kulit ubi kayu + 3% beras jagung. Variabel yang diamati meliputi kualitas fisik, pH, kandungan nutrisi dan kecernaan bahan kering dan bahan organik secara in vitro. Data dianalisis menggunakan analisis ragam dari Rancangan Acak Lengkap, apabila terdapat perbedaan diantara perlakuan maka dilanjutkan Uji Jarak Berganda Duncan (UJBD). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa berbagai bahan aditif memberikan hasil yang sangat baik pada kualitas fisik silase. Penambahan berbagai bahan aditif memberikan pengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap kualitas fisik sillaseix kulit ubi kayu. Skor warna yang terbaik diperoleh pada perlakuan P0 dan P3 dengan skor 3,00 dan terendah pada skor P1 sebesar 2,90. Hasil skor tekstur tertinggi pada P1 dan P3 sebesar 3,00 dan terendah sebesar 2,93 pada P0. Skor aroma tertinggi pada perlakuan P1 dengan skor mencapai 3,00 dan terendah pada P2 sebesar 2,93. Hasil skor tidak adanya jamur sebesar 3,00 pada semua perlakuan. Penambahan berbagai bahan aditif memberikan pengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap pH sillase kulit ubi kayu. Nilai pH tertinggi terdapa pada P0 yaitu 4,33±0,23 dan pH terendah pada P2 yaitu 4,03±0,12. Penambahan berbagai bahan aditif memberikan pengaruh yang sangat nyata (P<0,01) terhadap kandungan nutrisi berupa BO dan PK. Memberikan pengaruh yang nyata (P<0,05) terhadap kandungan SK dan LK. Serta memberikan pengaruh yang tidak nyata (P>0,05) terhadap kandungan BK. Kandungan BK tertinggi terdapat pada P1 yaitu 24,81±1,93 dan terendah pada P0 yaitu 22,66±1,98. Kandungan BO tertinggi terdapat pada P0 yaitu 94,65±0,90 dan terendah pada P1 yaitu 91,44±0,59. Kandungan PK tertinggi terdapat pada P3 yaitu 9,61±0,61 dan terendah pada P0 yaitu 5,50±1,01. Kandungan SK tertinggi terdapat pada P1 yaitu 17,96±2,30 dan terendah pada P0 yaitu 13,35±1,59. Kandungan LK tertinggi terdapat pada P0 yaitu 3,63±0,39 dan terendah pada P3 yaitu 1,14±0,51. Penambahan berbagai bahan aditif memberikan pengaruh yang tidak nyata (P>0,05) terhadap kecernaan bahan kering (KcBK) dan memberikan pengaruh yang sangat nyata (P<0,01) terhadap kecernaan bahan organik (KcBO). Rataan KcBK tertinggi terdapat pada P0 yaitu 78,63±3,57 dan terendah pada P1 yaitu 68,03±2,09. Rataan KcBO tertinggi terdapat pada P0 yaitu 83,07±1,00 dan terendah terdapat pada P1 yaitu 71,39±1,94.x Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan semua perlakuan mendapatkan hasil yang sangat baik apabila dilihat dari kualitas fisik dan pH. Namun apabila dilihat dari variabel kecernaan P0 tanpa penambahan aditif adalah perlakuan terbaik karena memiliki kandungan serat kasar terendah, kandungan bahan organik tertinggi, kandungan lemak kasar tertinggi serta kecernaan bahan kering dan bahan organik tertinggi. Saran dari penelitian ini untuk mendapatkan silase yang baik dapat menggunakan silase kulit umbi kayu yang tidak ditambahkan bahan aditif.

English Abstract

The aim of this research was to determine the effect of adding various additives in cassava peel (Manihot esculenta) silage making on physical characteristics, pH, nutrient content, and dry matter and organic matter digestibility. This research was conducted at Feed and Nutrition Laboratory Faculty of Animal Husbandry, Brawijaya University from January 2019 to May 2019. The material used were cassava peel, molasses, rice bran, and corn. The reasearch method was experiment and using a Completely Randomized Design with four treatments: T0 = 3 kg cassava peel, T1 = 3 kg cassava peel + 3% molasses, T2 = 3 kg cassava peel + 3% rice bran dan T3 = 3 kg cassava peel + 3% corn flour. Measured variabels were physical characteristics,vi pH, nutrient content and dry matter and organic matter digestibility. Collected datawere analyzed by analysis of variace and continued with Duncan’s Multiple Range Test (DMRT). The result showed that inclusion of aditive materials in cassave peel silage are very good physical characteristic silage. Inclusion of aditive materials in cassave peel silage significantly influenced (P<0.01) on the crude protein and organic matter. It is significantly influenced (P<0.05) on the crude fiber, crude fat and organic matter digestibility but did not influence (P>0.05) the pH value, dry matter and dry matter digestibility. The conclusion of this research was all silages get very good results based on physical characteristics and pH value. But without addition aditive materials was the best treatment based on crude fiber and dry matter and organic matter digestibility.

Other obstract

-

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FAPET/2019/13/051909779
Uncontrolled Keywords: Silage, cassava peel, pH, nutrient content, dry matter and organic matter digestibility.
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 636 Animal husbandry > 636.08 Specific topics in animal husbandry > 636.085 Feeds and applied nutrition > 636.085 5 Feeds > 636.085 56 Feed from wastes
Divisions: Fakultas Peternakan > Peternakan
Depositing User: Nur Cholis
Date Deposited: 02 Oct 2020 01:56
Last Modified: 24 Oct 2021 07:45
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/176208
[thumbnail of Indriani Purnastiti.pdf]
Preview
Text
Indriani Purnastiti.pdf

Download (2MB) | Preview

Actions (login required)

View Item View Item