Penggunaan Daun Kelor (Moringaoleifera) Dalam Ransum Terhadap Konsumsi, Pbb Dan Konversi Pakan Kelinci Rex Jantan Lepas Sapih

Sriwahyuni, Defi (2019) Penggunaan Daun Kelor (Moringaoleifera) Dalam Ransum Terhadap Konsumsi, Pbb Dan Konversi Pakan Kelinci Rex Jantan Lepas Sapih. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Abstract

Indonesia merupakan negara berkembang dengan tingkat kepadatan penduduk yang tinggi, kepadatan penduduk ini akan berpengaruh besar terhadap kebutuhan pangan termasuk kebutuhan daging yang sampai saat ini masih impor. Pada saat ini keberadaan daging kelinci sebagai salah satu sumber protein hewani di Indonesia belum dapat diterima sepenuhnya oleh masyarakat.Kelinci salah satu ternak alternatif penghasil daging sebagai sumber protein karena kelinci mempunyai laju pertumbuhan dan perkembangbiakan yang relatif cepat.Kelinci mampu memproduksi daging yang berkadar lemak sangat rendah dan disamping itu kelinci juga merupakan ternak penghasil kulit rambut(fur) yang potensial.Kelinci Rex merupakan kelinci yang dapat menghasilkan kulit rambut (fur) berkualitas dengan perdagingan yang baik sehingga dikenal sebagai kelinci dual purposes. Pakan memiliki nutrisi baik, kualitas yang baik, dan terjamin kualitas mutunya untuk memenuhi kebutuhan pokok kelinci. Pakan merupakan salah satu faktor untuk mendapat keberhasilan beternak selain bibit dan manajemen.viii Pengambilan data penelitian dilaksanakan pada tanggal 4 Maret–14 April 2019 di peternakan milik Bapak Masyhuri Azhar, S.Pt., Desa Bumiaji, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, Jawa Timur. Dan analisis pakan dilakukan di Laboratorium Pakan Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Blitar. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui penggunaan dan perlakuan terbaik daun kelor (Moringa oleifera) dalam ransum terhadap konsumsi pakan, pertambahan bobot badan dan konversi pakan kelinci Rex jantan lepas sapih. Hasil penelitian diharapkan dapat dipakai sebagai informasi tentang penggunaan dan perlakuan terbaik daun kelor (Moringa oleifera) dalam ransum terhadap konsumsi pakan, pertambahan bobot badan dan konversi pakan kelinci Rex jantan lepas sapih. Materi penelitian adalah kelinci Rex lepas sapih berumur sekitar 45 hari sejumlah 16 ekor dengan jenis kelamin jantan. Dengan rataan bobot badan 894,63±54,16 g/ekor koefisien keragaman 6,05%. Kandang yang digunakan dalam penelitian ini adalah kandang battery berjumlah 16 buah dengan ukuran 50x50x50 cm. Setiap kandang berisi 1ekor kelinci. Metode penelitian adalah percobaan dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) menggunakan 4 perlakuan dan 4 ulangan. Masing-masing ulangan menggunakan 1 ekor kelinci. Adapun perlakuan tersebut adalah P0(Pakan Lengkap 100%), P1(Pakan Lengkap 90%+10% Daun Kelor), P2(Pakan Lengkap 80% + 20% Daun Kelor), P3(Pakan Lengkap 70%+30% Daun Kelor).Variabel yang diamati dalam penelitian yaitu konsumsi pakan, pertambahan bobot badan dan konversi pakan. Data dianalisis dengan Pengujian menggunakan Analisis Ragam ANOVA dari Rancangan Acak Lengkap (RAL) apabila diperoleh hasil yang berbeda nyata (P<0,05) atau berbeda sangat nyata (P<0,01) maka dilanjutkan dengan Uji Jarak Berganda Duncan.ix Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan daun kelor dalam ransum memberikan perbedaan pengaruh yang tiak nyata (P>0,05) terhadap konsumsi pakan, pertambahan bobot badan dan konversi pakan dengan hasil rata-rata pada konsumsi pakan g/ekor/hari P0 (68,51±5,80) ; P1 (68,36±6.70) ; P2 (75,89±3.94) ; P3 (68,71±4,69). Hasil rata-rata pada pertambahan bobot badan g/ekor/hari P0 (9,14±4,89) ; P1 (12,69±7,84) ; P2 (15,66±2,18) ; P3 (13,01±3,24). Hasil ratarata pada konversi pakanP0 (8,52±4,11) ; P1 (5,60±3,19) ; P2 (5,24±0,69) ; P3 (5,52 ±1,29). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penggunaan daun kelor (Moeringa oleifera) bisa digunakan hingga level pemberian 20% meningkatkan pertambahan bobot badan dan menurunkan konversi pakan, perlakuan terbaik terdapat pada P2 dengan penggunaan daun kelor 20%. Disarankan untuk dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai penggunaan daun kelor (Moeringa oleifera) dalam ransum terhadap konsumsi pakan, pertambahan bobot badan (PPB) dan konversi pakan kelinci Rex jantan lepas sapih dengan menambah

English Abstract

The purpose of this study was to determine the use of moringa leaf (Moringa oleifera) for ration on consumption, body weight gain, and feed conversion of post weaning Rexrabbits. The research material used was16 rabbits with body weight average at 894,63±54,16 g/head, with a diversity coefficient of 6.05%. The data analysis used Analysis of Variance (ANOVA) with Completely Randomized Design, with 4 treatments and 4 replications. If there is a significant differences among treatments, then it would be continued tested with Duncan's Multiple Range Test (DMRT). The tratments were as follows : P0 (100% Complete feed), P1 (90% Complete feed + 10% Moringa leaf), P2 (80% Complete feed + 20%Moringa leaf), and P3 (70% Complete feed + 30% Moringa leaf). The research results revealed that the use of moringa leaf (Moringa oleifera) has not gave significantly differences (P>0,05) on feed consumption,vi average of body weight gain and feed conversion.It can be concluded that the use of moringa leaf (Moringa oleifera) can be used until the level of 20%. In addition, the best treatment was in P2 with 20% of moringa leaf (Moringa oleifera)

Other obstract

-

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FAPET/2019/163/051909929
Uncontrolled Keywords: rabbit, feed consumption, body weight gain, feed conversion
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 636 Animal husbandry > 636.9 Other mammals > 636.932 2 Other mammals (Oryctolagus (Old World rabbit))
Divisions: Fakultas Peternakan > Peternakan
Depositing User: Nur Cholis
Date Deposited: 07 Sep 2020 16:24
Last Modified: 07 Sep 2020 16:24
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/175789
Full text not available from this repository.

Actions (login required)

View Item View Item