Analisis Kebisingan Untuk Mengurangi Risiko Pekerja Pada Turbin Air Dan Unsafe Actions Menggunakan HFACS

Supangkat, Armelynda Beverly (2017) Analisis Kebisingan Untuk Mengurangi Risiko Pekerja Pada Turbin Air Dan Unsafe Actions Menggunakan HFACS. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Abstract

Perusahaan pembangkit listrik yang diteliti adalah perusahaan yang terletak di daerah Malang dimana unit pembangkit listrik memiliki 13 unit PLTA (pembangkit listrik tenaga air). Salah satu PLTA yang berada di Karangkates merupakan tempat dilakukannya penelitian. Jumlah pekerja di PLTA yang diteliti sebanyak 46 pekerja. Dimana pada kegiatan operasionalnya PLTA menggunakan peralatan mesin yang menimbulkan kebisingan adalah turbin air yang menghasilkan kebisingan melebihi nilai ambang batas (NAB) yaitu 85 dB sesuai dengan PERMENAKER No. PER.13/MEN/X/2011. Selain dari kebisingan yang termasuk kedalam unsafe conditions, pekerja pada PLTA juga sering melakukan unsafe actions dengan tidak menggunakan alat pelindung diri (APD). Metode yang digunakan dalam mengendalikan kebisingan yaitu noise mapping untuk mengetahui kondisi kebisingan pada area mesin turbin dengan menggunakan software surfer dan untuk mengukur tingkat kebisingan menggunakan alat sound level meter dengan pengukuran grid sebanyak 21 titik dengan jarak 7x7m. Pengukuran kebisingan dilakukan selama 3 hari dengan waktu pukul 08.00,10.00,12.00-14.00 dan dihitung tingkat kebisingan ekuivalen menggunakan rumus sesuai KEP-48/MENLH/11/1996 lalu dibuat noise mappingnya. Selanjutnya metode yang digunakan untuk mengetahui faktor yang paling mempengaruhi pekerja dalam melakukan unsafe actions yaitu HFACS (Human Factor Analysis And Classification System). Dimana 18 variabel independen pada HFACS digunakan dalam pembuatan kuesioner dengan total 101 pertanyaan. Kuesioner tersebut dibagikan kepada 46 pekerja yang dilakukan uji validitas dan reliabiltas. Dan variabel dependen yaitu panduan observasi dari 46 pekerja yang melakukan unsafe actions. Selanjutnya dilakukan analisis univariat/deskriptif, analisis bivariat dengan menggunakan uji chi-square dimana analisis univariat dan bivariat dilakukan dengan menggunakan bantuan SPSS dan membuat diagram pareto untuk mengetahui variabel independen yang paling berpengaruh terhadap unsafe actions untuk dilakukan rekomendasi perbaikan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa dari hasil noise mapping yang memiliki tingkat kebisingan yang paling tinggi terjadi pada pukul 14.00 WIB. Dari hasil analisis bivariat variabel independen yang memiliki hubungan yang signifikan terhadap unsafe actions diantaranya decision error, skill-based error, perceptual error, violation, physical environment, technological environment, personal readiness, inadequate supervision, resource management. Dari diagram pareto yang memiliki pengaruh paling tinggi terhadap terjadinya unsafe actions adalah physical environment. Rekomendasi perbaikan yang dilakukan yaitu pengendalian engineering control dengan membuat noise mapping dan didapatkan titik (2,3) merupakan titik paling aman bagi pekerja untuk melakukan pekerjaannya dan pemberian sekat yang mengelilingi mesin turbin yang terbuat dari fiber glass dengan ketebalan 20mm dan diameter 2400 mm dan tinggi 4550 mm. Pengendalian adminstratif dengan mengadakan training motivasi dan pengembangan serta memperbanyak safety sign dan menempatkan ditempat yang mudah dilihat. Terakhir, mempertegas pelaksanaan prosedur oleh pengawas untuk menggunakan alat pelindung diri dan apabila melanggar maka akan dikenakan sanksi.

English Abstract

This research was held in a company which was located in Malang where the unit power plant has 13 units of hydropower. One of the hydropower plants located in Karangkates. The number of workers being studied are 46 workers. The operational activities of hydropower using machine equipment that cause noise is a turbine machine that produces sound exceeding the limit (NAB), which is 85 dB according to PERMENAKER No. PER.13 / MEN / X / 2011. Other than the noises, workers on the hydropower also often did unsafe actions by not using personal protective equipment (PPE). In order to measure noise level, the method used was sound level meter with grid measurement in 21 point with a distance 7x7m. This measurement conducted for 3 days at 08.00,10.00,12.00-14.00 and the equivalent noise level was calculated using the formula according to KEP-48 / MENLH / 11/1996 then the noise mapping was made. The methods which was used to find out unsafe actions are HFACS (Human Factor And Classification Systems). 18 independent variables on HFACS were used in making a questionnaire with a total of 101 questions. The questionnaire were distributed to 46 workers and then tested for validity and reliabilty. Meanwhile the dependent variable is an observation guide of 46 workers who perform unsafe acts. Furthermore, variables were tested for univariate / descriptive analysis, bivariate analysis using chi-square test. Univariate and bivariate analysis was done by using SPSS and a pareto diagram was made for the recommendation. The results of this research showed the noise mapping result which has the highest noise level was at 14.00 WIB. From the results of bivariate analysis the independent variables that have a significant relationship to the unsafe actions are decision error, skillbased error, perceptual error, violation, physical environment, technological environment, personal readiness, inadequate supervision and resource management. From the pareto diagram the incidence of unsafe actions that has the highest effect is the physical environment. Recommendations that were given are engineering control using noise mapping which shows that the safest points for workers to do their work in point (2.3). Furthermore a bulkhead which was made of fiber glass with a thickness of 20mm and a diameter of 2400 mm and a height of 4550 mm should be made around the turbine engines. Adminstrative control with conduct training motivation and development and multiple safety sign placed in visible area. Finally, reinforce the implementation of procedure to use personal protective equipment by the supervisor and if violated, workers will be subject to penalty.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FT/2017/649/051707242
Uncontrolled Keywords: Noise Mapping, HFACS, Pareto
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 620 Engineering and allied operations > 620.2 Sound and related vibrations > 620.23 Noise and countermeasures
Divisions: Fakultas Teknik > Teknik Industri
Depositing User: Yusuf Dwi N.
Date Deposited: 28 Aug 2017 02:51
Last Modified: 25 Dec 2020 14:47
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/1754
[thumbnail of Bagian Depan.pdf]
Preview
Text
Bagian Depan.pdf

Download (53kB) | Preview
[thumbnail of BAB I.pdf]
Preview
Text
BAB I.pdf

Download (278kB) | Preview
[thumbnail of BAB II.pdf]
Preview
Text
BAB II.pdf

Download (1MB) | Preview
[thumbnail of BAB III.pdf]
Preview
Text
BAB III.pdf

Download (746kB) | Preview
[thumbnail of BAB IV.pdf]
Preview
Text
BAB IV.pdf

Download (2MB) | Preview
[thumbnail of BAB V.pdf]
Preview
Text
BAB V.pdf

Download (416kB) | Preview
[thumbnail of Daftar Pustaka.pdf]
Preview
Text
Daftar Pustaka.pdf

Download (333kB) | Preview

Actions (login required)

View Item View Item