Efektivitas Pasal 4 Ayat (1) Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 61 Tahun 2016 Tentang Pelayanan Kesehatan Tradisional Empiris Mengenai Wajib Daftar Bagi Penyehat Tradisional Untuk Memperoleh Surat Terdaftar Penyehat Tradisional (Studi Di Dinas Kesehatan Kota Malang)

Ken, Resa Wiratama (2019) Efektivitas Pasal 4 Ayat (1) Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 61 Tahun 2016 Tentang Pelayanan Kesehatan Tradisional Empiris Mengenai Wajib Daftar Bagi Penyehat Tradisional Untuk Memperoleh Surat Terdaftar Penyehat Tradisional (Studi Di Dinas Kesehatan Kota Malang). Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Abstract

Penulis mengangkat permasalahan tentang efektivitas pasal 4 ayat (1) Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 61 Tahun 2016 mengenai pendaftaran Surat Terdaftar Pengobat Tradisional (STPT) bagi penyehat tradisional di Kota Malang. Pilihan tema tersebut dilatarbelakangi banyaknya penyehat tradisional yang belum memiliki STPT namun telah melakukan kegiatan pelayanan kesehatan tradisional yang menyebabkan belum efektifnya pasal tersebut. Bedasarkan hal diatas, karya tulis ini mengangkat rumusan masalah : (1) Bagaimana efektivitas Pasal 4 ayat (1) Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 61 Tahun 2016 tentang Pelayanan Kesehatan Tradisional Empiris mengenai Wajib Daftar Bagi Penyehat Tradisional Untuk Memperoleh Surat Terdaftar Penyehat Tradisional di Kota Malang? (2) Apa saja hambatan yang terjadi dan upaya untuk mengatasi hambatan dalam mengurangi jumlah Penyehat Tradisional yang belum memiliki Surat Terdaftar Penyehat Tradisional di Kota Malang? Kemudian penulisan karya tulis ini menggunakan metode Yuridis Empiris dengan metode pendekatan Yuridis Sosiologis. Kota Malang dipilih sebagai lokasi penelitian bedasarkan alasan jumlah penyehat tradisional yang terus berkembang secara signifikan dari tahun ke tahun. Data primer dan sekunder yang diperoleh Penulis akan diolah dengan teknik deskriptif kualitatif. Populasi dan sampel diperoleh dari masyarakat di Kota Malang Dari hasil penelitian dengan metode diatas, penulis memperoleh jawaban atas permasalahan yang ada bahwa Pasal 4 ayat (1) Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 61 Tahun 2016 tentang Pelayanan Kesehatan Tradisional Empiris belum efektif pelaksanaannya di Kota Malang, secara substansi hukum, penegak hukum, sarana dan prasarana, masyarakat dan budaya. Selain itu, Dinas Kesehatan Kota Malang mengalami beberapa hambatan seperti keinginan penyehat tradisional untuk memperoleh STPT masih rendah, persyaratan pendaftaran STPT sulit dipenuhi, terbatasnya sumberdaya manusia pada instansi, tidak adanya kendaraan operasional dan dana yang terbatas untuk menjalankan program. Namun Dinas Kesehatan Kota Malang telah melakukan upaya-upaya untuk mengatasi hambatan tersebut.

English Abstract

The author raises the issue of the effectiveness of article 4 paragraph (1) of the Republic of Indonesia Minister of Health Regulation Number 61 of 2016 concerning the registration of Registered Letters of Traditional Medicine (STPT) for traditional health professionals in Malang City. The choice of the theme was motivated by the many traditional health practitioners who did not have STPTs but had carried out traditional health service activities which caused the effectiveness of the article. Based on the above, this paper raises the formulation of the problem: (1) How is the effectiveness of Article 4 paragraph (1) of the Minister of Health Regulation Number 61 of 2016 concerning Empirical Traditional Health Services concerning the Obligatory Registration for Traditional Restructures to Obtain Registered Letters of Traditional Health in Malang? (2) What are the obstacles that occur and efforts to overcome obstacles in reducing the number of Traditional Restructurers who do not have a Registered Letter of Traditional Restructuring in Malang City? Then the writing of this paper uses the Juridical Empirical method with the Sociological Juridical approach method. Malang City was chosen as the location of the research based on the reason for the number of traditional health professionals who continued to grow significantly from year to year. Primary and secondary data obtained by the author will be processed with qualitative descriptive techniques. Population and sample were obtained from the community in Malang City From the results of the research with the method above, the author obtained answers to the existing problems that Article 4 paragraph (1) of the Minister of Health Regulation of the Republic of Indonesia Number 61 Year 2016 on Empirical Traditional Health Services has not been effective in Malang City, substantially legal, law enforcement, means and infrastructure, society and culture. In addition, the Malang City Health Office experienced several obstacles such as the desire of traditional health providers to obtain STPT is still low, STPT registration requirements are difficult to fulfill, limited human resources in the agency, the absence of operational vehicles and limited funds to run the program. But the Malang City Health Office has made efforts to overcome these obstacles.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FH/2019/292/051908411
Uncontrolled Keywords: -
Subjects: 300 Social sciences > 344 Labor, social service, education, cultural law > 344.04 Miscellaneous social problems and services > 344.041 Medical personnel and their activities
Divisions: Fakultas Hukum > Ilmu Hukum
Depositing User: Endang Susworini
Date Deposited: 03 Jul 2020 03:09
Last Modified: 02 Oct 2020 06:41
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/174235
Full text not available from this repository.

Actions (login required)

View Item View Item