Efektivitas Program Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Sekitar Hutan Mangrove Berwawasan Lingkungan Di Desa Jenu, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban

Widhiana, Erlita (2019) Efektivitas Program Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Sekitar Hutan Mangrove Berwawasan Lingkungan Di Desa Jenu, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Abstract

Kawasan pesisir pantai Tuban merupakan salah satu kawasan yang rentan terhadap kerusakan dan abrasi (Utami dan Pamungkas, 2013), hal ini salah satunya disebabkan oleh hilangnya kawasan hutan mangrove sebesar 59,38% atau 50,26 Ha (Suprapti et al, 2018). Masalah ini dapat diatasi dengan kegiatan konservasi hutan mangrove yang akan berjalan lebih baik melalui adanya keterlibatan dari masyarakat. Keterlibatan tersebut dapat berupa kegiatan pemberdayaan masyarakat untuk konservasi dan peningkatan ekonomi agar masyarakat merasa ikut memiliki. Kegiatan ini harus berjalan efektif agar dapat memperbaiki dan mencegah kerusakan lingkungan. Peran pendamping juga akan sangat dibutuhkan untuk mencapai efektivitas program pemberdayaan. Berdasarkan hal tersebut maka tujuan penelitian ini yaitu, 1) mengidentifikasi kegiatan dalam program pemberdayaan ekonomi masyarakat berwawasan lingkungan; 2) menganalisis efektivitas program pemberdayaan; 3) menganalisis peran pendamping dalam upaya mencapai efektivitas program pemberdayaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, penentuan sampel menggunakan metode sensus yang terdiri dari 18 orang anggota Kelompok Tani Wana Bahari dan ketua Yayasan Mangrove Center Tuban sebagai pendamping kegiatan pemberdayaan. Pengumpulan data dilakukan melalui kegiatan wawancara, pengamatan, dan dokumentasi sehingga didapatkan data primer dan sekunder. Data tersebut kemudian dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif untuk mengetahui efektivitas program dan peran yang telah dilaksanakan pendamping serta dilakukan uji Korelasi Rank Spearman untuk mengetahui hubungan keduanya. Pemberdayaan ekonomi masyarakat sekitar hutan mangrove berwawasan lingkungan di Desa Jenu memiliki tahapan kegiatan yaitu penumbuhan kemauan, peningkatan kemampuan dan peran serta dalam kegiatan konservasi dan pembibitan. Program pemberdayaan yang telah dilakukan masuk ke dalam kategori sangat efektif dengan persentase 89,50% berdasarkan indikator pemahaman program, tepat sasaran, tepat waktu, tercapainya tujuan dan perubahan nyata. Kegiatan pemberdayaan yang telah berjalan sangat efektif belum diimbangi dengan pengetahuan anggota kelompok tentang tanaman mangrove dan kebersihan lingkungan sekitar. Hal ini tercermin dari kurangnya pengetahuan anggota tentang manfaat ekonomi dari tanaman mangrove sehingga tanaman belum dimanfaatkan secara maksimal untuk menambah pendapatan serta masalah pencemaran lingkungan yang belum terlalu bisa diatasi yaitu masih banyaknya sampah di sekitar lingkungan. Peran pendamping dalam kegiatan pemberdayaan juga dapat dikategorikan sangat berperan dengan persentase 80,42% berdasarkan indikator peran edukator, motivator, fasilitator, dinamisator, inspirator, mediator dan konselor. Peran pendamping yang telah masuk dalam kategori sangat berperan juga masih memiliki kekurangan dalam kegiatan pendampingannya terutama pada peran pendamping sebagai edukator dan konselor. Hal ini disebabkan karena keterlibatan anggota yang masih kurang terutama dalam hal pengelolaan kelompok dan penyampaian saran jika terjadi masalah. Keterlibatan anggota yang kurang disebabkan karena banyaknya anggota yang tidak hadir apabila diadakan pertemuan kelompok. Peran pendamping dan efektivitas program pemberdayaan mempunyai hubungan yang signifikan positif dan tinggi dengan koefisien korelasi 0,8107 dimana artinya, pendamping telah melakukan perannya untuk mencapai efektivitas program. Kegiatan pemberdayaan ekonomi masyarakat sekitar hutan mangrove berwawasan lingkungan yang telah mencapai efektivitas masih memiliki kekurangan dalam pelaksanaanya sehingga masih diperlukan perbaikan. Ketua kelompok Tani Wana Bahari sebaiknya melakukan penjadwalan pertemuan rutin pada sela-sela kegiatan sehingga seluruh anggota dapat berpartisipasi aktif serta perlu dilakukan penjadwalan bersih pantai. Pendamping juga perlu melakukan sosialisasi kembali tentang manfaat tanaman mangrove bagi ekonomi dan memberikan pelatihan serta contoh terkait pengolahan hasil tanaman mangrove untuk dijadikan usaha. Bagi penelitian selanjutnya perlu dilihat persepsi dan partisipasi masyarakat Desa Jenu dalam pengelolaan kawasan mangrove karena hingga saat ini masyarakat yang terlibat aktif masih sedikit.

English Abstract

The Coastal Area of Tuban is one of the areas that is vulnerable to damage and abrasion (Utami dan Pamungkas, 2013), this is partly due to the loss of mangrove forest area by 59,38% or 50,26 Ha (Suprapti et al, 2018). One of these problems can be overcome by the conservation of mangrove plants that will run better with the involvement of the society. That involvement can be in the form of society empowerment activities for conservation and economic enhancement in order that the people feel they have it. This activity must be effective in order to improve and prevent environmental damage. The companion role will also be greatly needed to achieve the effectiveness of the empowerment program. Based on that, then the purpose of this research are : 1) identify activities in an economic community empowerment program based on enviromental insight; 2) analyze the effectiveness of the empowerment program; 3) analyze the role of companion in efforts to achieve the effectiveness of empowerment programs. This research uses a quantitative approach, determination of sample using the census method consisting of 18 members of the Wana Bahari Farmer Group and chairman of the Tuban Mangrove Center Foundation as a companion to empowerment activities. Data collection is done through interviews, observations, and documentation so that primary and secondary data can be obtained. The data is then analyzed using descriptive statistical analysis to determine the effectiveness of the program and the roles that have been carried out by the companion and the Rank Spearman Correlation test to determine the relationship between the two. Economic community empowerment program around mangrove forest based on enviromental insightin the village of Jenu has stages of activities, namely the growth of willingness, increased ability and participation in conservation and nursery. The empowerment program that has been carried out falls into a very effective category with a percentage of 89.50% based on indicators of program understanding, on target, on time, achieving goals and real changes. Empowerment activities that have been very effectivi have not been balanced with the knowledge of group members about mangroves dan enviromental cleanliness. This is reflected in the lack of knowledge of members about the economic benefits of mangrove crops so that the plants have not been fully utilized to increase income. Whereas in the real change indicator it was found that the problem of environmental pollution has not been overcome. The role of companion in empowerment activities can be categorized as very important with a percentage of 80.42% based on indicators of the role of educator, motivator, facilitator, dynamist, inspirator, mediator and counselor. The role of the companion who has been included in the very role categori also still has deficiencies in its companion activities, especially in the role of companios as educator and counselors. This is due to the lack of involvement of members, especially in terms of group management and submission of suggestions if problems occur. The involvement of members is lacking due to the large number of members not present when group meetings are held. The effectiveness of the empowerment program with the companion role has a significant relationship which means that the facilitator has carried out his role to achieve program effectiveness. The activities of economic community empowerment program around mangrove forest based on enviromental insightwho have achieved effectiveness still has short comings in implementation so repairs are still needed. The Chairman of Wana Bahari Farmer group should make schedule regular meetings on the sidelines of activities so that all members can actively participate and scheduling clean beaches. The companion also needs to re-socialize about the benefits of mangrove plants for the economy and provide training and examples of how to process the mangrove products for business. For further research, it is necessary to look at the perceptions and participation of the Jenu Village society in the management of mangrove areas because there are still very few people involved actively.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FP/2019/548/051907322
Uncontrolled Keywords: -
Subjects: 300 Social sciences > 333 Economics of land and energy > 333.7 Land, recreational and wilderness areas, energy > 333.78 Recreational and Wilderness areas
Divisions: Fakultas Pertanian > Agribisnis
Depositing User: soegeng sugeng
Date Deposited: 24 Aug 2020 07:25
Last Modified: 24 Aug 2020 07:25
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/173923
Full text not available from this repository.

Actions (login required)

View Item View Item