Jaringan Komunikasi Petani dan Tengkulak Selada Air Terkait Informasi Pemasaran di Desa Poncokusumo, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang

Nugroho, Dimas Priambudi (2019) Jaringan Komunikasi Petani dan Tengkulak Selada Air Terkait Informasi Pemasaran di Desa Poncokusumo, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Abstract

Pembangunan pertanian dapat dilakukan melalui pemerataan informasi mengenai pemasaran pada komoditas pertanian. Kendala pembangunan pertanian saat ini adalah pemerataan informasi kepada petani. Informasi pemasaran yang terbatas karena akses informasi yang sulit dan kurangnya pendekatan yang dilakukan dalam penyuluhan kepada petani. Komunikasi pertanian dalam penggunaanya penting guna menunjang terserapnya informasi, sehingga petani dapat menerima dan menerapkan informasi secara baik. Interaksi yang terjadi oleh dua orang atau lebih dalam pertukaran informasi menggambarkan proses jaringan komunikasi yang terjadi dikarenakan adanya kebutuhan informasi. Proses pertukaran informasi yang terjadi dapat menjadikan individu sebagai aktor sesuai dengan intensitas dan relasi dalam jaringan komunikasi. Desa Poncokusumo merupakan desa yang terletak di wilayah Kabupaten Malang dan sebagian masyarakatnya memanfaatkan lahan untuk budidaya selada air. Dalam mengusahakan budidaya selada air, petani tidak memiliki kelompok tani secara resmi. Petani selada air di Desa Poncokusumo masih mendapatkan minimnya informasi pemasaran selada air. Akses informasi pemasaran selada air diterima oleh petani dari tengkulak yang datang, namun tengkulak jarang memberikan informasi pemasaran yang akurat terkait harga dan permintaan selada air. Selain itu, petani selada air tidak memiliki akses untuk menjual secara langsung kepada konsumen akhir baik di pasar tradisional maupun pasar modern. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mendeskripsikan karakteristik petani dan tengkulak selada air di Desa Poncokusumo. (2) Menganalisis struktur jaringan komunikasi utuh terkait informasi pemasaran selada air pada petani selada air dan tengkulak di Desa Poncokusumo. (3) Menganalisis pola jaringan komunikasi terkait informasi pemasaran selada air pada petani selada air dan tengkulak di Desa Poncokusumo. Jenis Penelitian ini adalah sensus dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Penentuan lokasi penelitian dilakukan secara sengaja atau purposive di Desa Poncokusumo, Kabupaten Malang. Metode penentuan sampel menggunakan sensus kepada seluruh petani selada air berjumlah 40 orang dan 12 tengkulak. Analisis data menggunakan analisis jaringan dengan aplikasi atau software Ucinet VI for windows. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini adalah karakteristik pada petani selada air dan tengkulak masih rendah. Pada tingkat pendidikan petani rata-rata berada pada tingkat SD dengan umur produktif, mayoritas pengalaman petani dalam usahatani selada air selama 5 tahun, keikutsertaan dalam kelompok sosial masih tergolong rendah karena setiap aktor hanya mengikuti 1-2 kelompok sosial, dan tingkat kosmopolit untuk menerima informasi dari luar lingkungan sosial juga masih tergolong rendah dengan hanya dapat mengakses 1-2 lembaga dari luar lingkungan sosial. Hal ini menyebabkan petani selada air yang masih kurang aktif ii dalam mengakses informasi diluar lingkungan sosialnya dan ketergantungan yang tinggi terhadap tengkulak sebagai lembaga pemasaran utama. Sedangkan tengkulak jarang berinteraksi kepada petani terkait informasi pemasaran di pasar. Struktur jaringan yang terbentuk dalam interaksi terkait informasi pemasaran selada air memiliki kekuatan yang lemah dimana secara jaringan level sistem memiliki tingkat keterhubungan yang rendah atau kepadatan rendah yang menunjukkan bahwa informasi pemasaran masih menyebar. Level jaringan kelompok menunjukan setiap aktor memiliki hubungan. namun hubungan kelompok hanya terdapat aktor tertentu saja yang dapat membentuk kelompok kecil. Sedangkan pada level aktor terdapat 4 aktor yang berperan dalam proses penyampaian informasi pemasaran pada level tingkatan, kedekatan, keperantaraan, dan eigenvektor, yaitu aktor nomor 1, 5, 43, 47. Aktor tersebut adalah Bapak Kartoyuono, Bapak Kasmari, Bapak Purwadi, dan Bapak Yudi. Pola jaringan yang dihasilkan dari interaksi terkait informasi pemasaran selada air pada jaringan dilihat dari setiap klik yang terjadi. Setiap klik membentuk masing-masing adalah pola star atau all channel. Pola tersebut merujuk pada jaringan yang belum memusat pada aktor tertentu melainkan menyebar pada banyak aktor. Penelitian ini dapat dijadikan bahan evaluasi oleh petani dalam menjalin interaksi agar lebih aktif dalam mengakses informasi pemasaran diluar lingkungan sosialnya. Selain itu, petani selada air diharapkan dapat membentuk kelompok resmi agar mendapat perhatian dari pemerintah maupun lembaga lainnya dan lebih bekerja sama untuk memasuki akses pasar tradisional dan pasar modern. Bagi pemerintah, memberikan berbagai informasi terkait usahatani selada air serta inovasi produk dari selada air dalam meningkatkan nilai ekonomi selada air yang nantinya akan mampu meningkatkan kesejahteraan petani selada air.

English Abstract

Agricultural development can be done through equal distribution of information about marketing to agricultural commodities. Efforts to even information are still an obstacle especially by farmers. Limited marketing information due to difficult access to information and a lack of approaches. Agricultural communication in its use is important to support the absorption of information, so that farmers can receive and apply information well. Interactions that occur by two people or more in the exchange of information describe the process of communication networks that occur due to information needs. The process of information exchange that occurs can make individuals as actors in accordance with the intensity in the communication network. Poncokusumo village is a village located in Malang Regency and some people use land for watercress cultivation. In seeking watercress cultivation, farmers do not have an official farmer group. Watercress farmers in Poncokusumo Village still get minimal marketing information on watercress. Access to information on marketing watercress is received by some farmers from middlemen who come, but middlemen rarely provide accurate marketing information regarding watercress. In addition, watercress farmers do not have access to sell directly to end consumers in both traditional markets and modern markets. This study aims to: (1) Describe the characteristics of watercress farmers in Poncokusumo Village. (2) Analyzing the structure of the whole communication network related to water lettuce marketing information on watercress farmers and middlemen in Poncokusumo Village. (3) Analyzing communication network patterns related to water lettuce marketing information on watercress farmers and middlemen in Poncokusumo Village. This type of research is a census using a quantitative approach. Determination of research locations was done intentionally or purposively in Poncokusumo Village, Malang Regency. The method of determining the sample using a census for all watercress farmers was 40 people and 12 middlemen. Data analysis using network analysis with applications or software Ucinet VI for Windows. The results obtained in this study are characteristics of watercress farmers and middlemen still low in education, experience, social groups, and cosmopolitan levels. This causes watercress farmers who are still less active in accessing information outside their social environment and high dependence on middlemen as the main marketing institution. While the middlemen are closed to farmers for marketing information on the market. The network structure that is formed in interactions related to information on marketing watercress has a weak strength where network level systems have a low level of connectedness. The group network level shows that each actor has a relationship, but in groups only certain actors. While at the actor level there are 4 iv actors who play a role in the process of delivering marketing information, namely actors 1, 5, 43, 47. The network pattern that results from interactions related to watercress marketing information on the network is seen from every click that occurs. Each click forming is apattern star or all channel. This pattern refers to networks that have not focused on certain actors but rather spread to many actors. This research can be used as material for evaluation by farmers in establishing interactions to be more active in accessing marketing information outside of their social environment. In addition, watercress farmers are expected to form an official group to get attention from the government and other institutions and work more together to enter traditional market access and modern markets. For the government, provide various information related to watercress farming and product innovation from watercress to increase the economic value of watercress which will later be able to improve the welfare of watercress farmers.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FP/2019/206/051906949
Uncontrolled Keywords: -
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 635 Garden crops (Horticulture) > 635.5 Salad greens > 635.52 Lettuce
Divisions: Fakultas Pertanian > Sosial Ekonomi Pertanian
Depositing User: Endang Susworini
Date Deposited: 24 Aug 2020 07:18
Last Modified: 24 Aug 2020 07:18
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/173570
Full text not available from this repository.

Actions (login required)

View Item View Item