Pemetaan Daerah Rawan Longsor Di Kec. Karangpandan, Kab. Karanganyar Menggunakanan Metode Analytic Hierarchy Process (AHP)

Shobirin, Iman Irsad (2019) Pemetaan Daerah Rawan Longsor Di Kec. Karangpandan, Kab. Karanganyar Menggunakanan Metode Analytic Hierarchy Process (AHP). Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Abstract

Indonesiaamerupakan negara yang memilik tingkat potensi bencana alam yang besar. Dalam kurun waktu Januari-Desember 2018 tercatat 4.814 korban jiwa dan 320.165 bangunan rusak. Daerah yang memiliki intensitas kejadian tanah longsor tertinggi di Pulau Jawa adalah ProvinsinJawaaTengah, JawaaTimur kemudian JawaaBarat. Adapun salah satu Kabupaten di Jawa Tengah yang tergolong rawan longsor adalah Kabupaten Karanganyar yang terdiri dari 17 Kecamatan, dan dari semua Kecamatan 11 diantaranya termasuk daerah rawan longsor. Salah satu Kecamatan yang tergolong daerah rawan longsor adalah Kecamatan Karangpandan. Penelitian ini bertujuan untuk memudahkan pemahaman sebaran daerah rawan bencana longsor dengan gambaran visual dalam bentuk peta daerah rawan bencana longsor di Kecamatan Karangpandan. Peta ini diharapkan nantinya dapat dijadikan rujukan bagi pemerintah khususnya dalam melakukan perencanaan tata ruang di Kecamatan Karangpandan dan melakukan upaya - upaya mitigasi bencana. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Agustus sampai dengan Nopember 2018 di Kecamatan Karangpandan, Kabupaten Karanganyar, Provinsi Jawa Tengah. Penelitian ini menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP) dalam menentukan area rawan longsor. Parameter atau faktor yang diambil dalam penelitian ini terdiri dari 5 faktor yaitu kemiringan lereng, curah hujan, penggunaan lahan, jenis batuan dan jarak titik pengamatan dari tebing jalan. Titik pengamatan ditentukan dengan metode active field survey. Proses analisis dilakukan dengan cara mengolah data penilaian hasil wawancara dari para narasumber terkait faktor yang paling berpengaruh dalam terjadinya bencana longsor di daerah tersebut. Setelah itu dilakukan skoring dengan bobot yang didapat dari olah data hasil wawancara narasumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kecamatan Karangpandan termasuk dalam kategori longsor sangat tidak rawan (1,93 Ha atau 0,05% dari total luas wilayah Kecamatan Karangpandan), kategori tidak rawan (4,12 Ha atau 0,11% dari total luas wilayah Kecamatan Karangpandan), kategori sedang (1.058,23 Ha atau 28,71% dari total luas wilayah Kecamatan Karangpandan), kategori rawan (2.499,87 Ha atau 67,81% dari total luas wilayah Kecamatan Karangpandan), dan kategori sangat rawan (122,20 Ha atau 3,31% dari total luas wilayah Kecamatan Karangpandan). Hasil validasi dengan perhitungan accurasion assessment menunjukkan bahwa dari 25 titik yang diambil untuk validasi terdapat 21 titik yang sesuai dengan peta kerawanan longsor yang telah dibuat, atau tingkat akurasinya mencapai 84 % (akurat). Kemudian untuk parameter atau faktor penentu terhadap kerawanan longsor adalah curah hujan (42%), parameter lereng (28%), parameter penggunaan lahan (16%), parameter jenis batuan (8%) dan parameter jarak dari tebing jalan (5%).

English Abstract

Indonesia was a country that has a high potential for natural disasters. In the period January-December 2018, there were 4.814 victims and 320.165 buildings were damaged. Regions that have the highest intensity of landslide occurrence on Java Island are Central Java, East Java and West Java. One of the regencies in Central Java which is classified as vulnerable to landslides is Karanganyar Regency which consists of 17 Subdistricts, and from all Subdistricts 11 of them are including landslide vulnerable areas. One of the Subdistricts classified as landslide vulnerable areas is Karangpandan District. This study aims to facilitate the understanding of the distribution of landslide-vulnerable areas through visual images in the form of maps of landslide-vulnerable areas in Karangpandan District. This map is expected to be used as a reference for the government, especially in conducting spatial planning in Karangpandan District and mitigating disasters. This research conducted from August to November 2018 in Karangpandan District, Karanganyar Regency, Central Java Province. The method in this research was the Analytic Hierarchy Process (AHP) in determining landslide-vulnerable areas. The factors used in this study include slope, rainfall, land use, rock type and distance of observation points from road cliffs. The analysis process was carried out by processing assessment data from interviews with experts regarding the most influential factors in the occurrence of landslides in the area. After that the scoring was done with the weight gained from the interview data with experts. The results showed that Karangpandan Subdistrict included in the category of landslides was very not vulnerable (1.93 Ha or 0.05% of the total area of Karangpandan Subdistrict), the not vulnerable category (4.12 Ha or 0.11% of the total area of Karangpandan Subdistrict ), moderate category (1,058.23 Ha or 28.71% of the total area of Karangpandan Subdistrict), vulnerable category (2,499.87 Ha or 67.81% of the total area of Karangpandan Subdistrict), and very vulnerable category (122.20 Ha or 3.31% of the total area of Karangpandan District). The validation results with the accuration assessment calculation show that from 25 points taken for validation, there are 21 points that correspond to the landslide hazard map that has been made, or the accuracy rate reaches 84% (accurate). Then for parameters that affect the vulnerability of landslides are rainfall (42%), slope parameters (28%), land use parameters (16%), rock type parameters (8%) and distance parameters from road cliffs (5%)

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FP/2019/412/051907150
Uncontrolled Keywords: -
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 631 Specific techniques; apparatus, equipment materials > 631.4 Soil science > 631.45 Soil erosion
Divisions: Fakultas Pertanian > Agroekoteknologi
Depositing User: soegeng sugeng
Date Deposited: 24 Aug 2020 07:15
Last Modified: 24 Aug 2020 07:15
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/173471
Full text not available from this repository.

Actions (login required)

View Item View Item