Evaluasi Program Jalin Matra Penanggulangan Kerentanan Kemiskinan (PK2) (Studi Kasus Di Desa Ketawang, Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang)

Tiawarman, Ade Prasetya Herdi (2019) Evaluasi Program Jalin Matra Penanggulangan Kerentanan Kemiskinan (PK2) (Studi Kasus Di Desa Ketawang, Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang). Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Abstract

Permasalahan kemiskinan di Desa Ketawang adalah banyaknya masyarakat yang memiliki usaha kecil maupun menengah yang kesulitan dalam meningkatkan modal usahanya. Masyarakat juga tidak mampu dalam meminjam uang sebagai modal usaha, dikarenakan bunga yang dibebankan bagi peminjam masih terlalu besar dan persyaratan yang terlalu rumit. Berdasarkan permasalahan tersebut, program Jalin Matra PK2 merupakan program yang tepat untuk menanggulangi kemiskinan di Desa Ketawang. Program tersebut pada prinsipnya memberikan dana pinjaman dengan bunga murah dan persyaratan yang mudah kepada masyarakat yang memiliki usaha produktif. Tujuan dari penelitian ini, yaitu mendeskripsikan proses pemberian bantuan, menganalisis output dan outcome dan mengevaluasi keberlanjutan dari program Jalin Matra PK2. Penelitian ini menggunakan 20 responden yang berasal dari penerima dana pinjaman di Desa Ketawang, Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang. Evaluasi program dari segi proses program Jalin Matra PK2 di Desa Ketawang terdiri dari 3 proses, yakni persiapan dalam menerima informasi program Jalin Matra PK2 berkategori cukup yakni 56,4% dikarenakan dalam penyebaran informasi masih belum sesuai dengan kondisi RTS; pelaksanaan program Jalin Matra PK2 di Desa Ketawang berkategori sangat baik yakni 90,8%; dan monitoring pelaksanaan program Jalin Matra PK2 di Desa Ketawang berkategori baik yakni 69%, tetapi dalam pelaksanaanya masih belum semua RTS yang mendapatkan monitoring dari BUMDes. Evaluasi program dari segi output dan outcome program Jalin Matra PK2 di Desa Ketawang masing-masing terdiri dari 2, dari segi output yakni, memperoleh dana pinjaman untuk Usaha bagi RTS berkategori baik yakni 82,2%; dan penghasilan yang diterima RTS berkategori baik dengan skor 76,2%. Outcome dari program tersebut yakni, kemampuan berwirausaha mandiri bagi RTS berkategori baik yakni 75,4%; dan pemenuhan kebutuhan pokok bagi RTS berkategori cukup yakni 63,4%. Evaluasi program dari segi dampak program Jalin Matra PK2 di Desa Ketawang terdiri dari 2, yakni kesejahteraan masyarakat RTS berkategori cukup yakni 66,8%, dikarenakan pola konsumsi dari RTS tidak mengalami perubahan dan dana pinjaman tidadk mencukupi untuk memenuhi kebutuhan lainnya; dan penurunan tingkat kerentanan kemiskinan bagi RTS berkategori sangat baik yakni 88,2%. Keberlanjutan program Jalin Matra PK2 di Desa Ketawang cukup baik untuk dilanjutkan kembali dalam periode selanjutnya, tetapi masih ada perbaikan yang perlu dilakukan dalam pelaksanaannya. Berdasarkan hasil evaluasi terdapat beberapa hal yang masih perlu perbaikan, yaitu pada tahapan persiapan mengenai penyebaran informasi sosialisasi kepada RTS, monitoring yang dilakukan oleh pihak BUMDes belum terjadwal dan tertata, arahan untuk melakukan usaha dari pihak BUMDes yang dinilai belum sesuai dengan kondisi RTS, adanya pembatasan bagi RTS untuk meminjam jumlah yang terlalu banyak, pola konsumsi dari RTS yang tidak mengalami perubahan dan koordinasi antar RTS yang dinilai belum terjaga dalam pelaksanaan program Jalin Matra PK2. Tahapan selain itu masih cukup baik untuk dilanjutkan kembali.

English Abstract

The problem of poverty in Ketawang Village is the large number of people who have small and medium businesses that have difficulty in increasing their business capital. The community is also unable to borrow money as business capital, because the interest charged to borrowers is still too large and the requirements are too complicated. Based on these problems, the PK2 program is the right program to tackle poverty in Ketawang Village. The program principally provides low-interest loan funds and easy requirements for people who have productive businesses. The purpose of this study is to describe the process of providing assistance, analyzing outputs and outcomes and evaluating the sustainability of the PK2 program. This study uses 20 respondents who came from recipients of loan funds. The research location was in Ketawang Village, Gondanglegi District, Malang Regency. The program evaluation in terms of the PK2 program process in Ketawang Village consisted of 3 processes, namely the preparation for receiving information on the PK2 program in sufficient categories, namely 56.4% because the dissemination of information is still not in accordance with the conditions of the RTS; the implementation of the PK2 Program in Ketawang Village was categorized as very good at 90.8%; and Monitoring of the Implementation of the PK2 Matra Program in Ketawang Village is categorized as good at 69%. Program evaluation in terms of outputs and outcomes of the PK2 program in Ketawang Village each consists of 2, in terms of output, namely obtaining loan funds for the business of good category RTS, which is 82.2%; and the income received by the RTS is well categorized with a score of 76.2%. The outcome of the program was the ability to self-help for RTS in the good category of 75.4%; and the fulfillment of basic needs for RTS is sufficient, namely 63.4%. The program evaluation in terms of the impact of the PK2 program in Ketawang Village consisted of 2, namely the community welfare of the RTS was sufficient, namely 66.8%, because the consumption pattern of the RTS has not changed and the loan funds are not sufficient to meet other needs; and the decline in the level of vulnerability of poverty for RTS is very well categorized at 88.2%. The sustainability of the PK2 program in Ketawang Village is still feasible to be resumed for the next period, but there are still improvements that need to be made in its implementation. Based on the evaluation results there are some things that are still not optimal, namely at the preparation stage regarding the dissemination of information dissemination to RTS, monitoring carried out by BUMDes is less scheduled and organized, directives for doing business from BUMDes are considered to be less in line with RTS conditions, restrictions for RTS to borrow too much, the consumption pattern of RTS that has not chang ed and coordination between RTS is considered to be poorly maintained in implementing the PK2 program. The stages other than that are still good enough to be resumed.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FP/2019/269/051907012
Uncontrolled Keywords: -
Subjects: 300 Social sciences > 362 Social problems of and services to groups of people > 362.04 Special topics of social problems of and services to groups of people
Divisions: Fakultas Pertanian > Agribisnis
Depositing User: soegeng sugeng
Date Deposited: 24 Aug 2020 07:11
Last Modified: 24 Aug 2020 07:11
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/173325
Full text not available from this repository.

Actions (login required)

View Item View Item