Pemberdayaan Masyarakat Desa Wisata (Studi pada Desa Ngawen Kecamatan Kabupaten Magelang)

Pitaloka, Nanda Meyke (2019) Pemberdayaan Masyarakat Desa Wisata (Studi pada Desa Ngawen Kecamatan Kabupaten Magelang). Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Abstract

Pembangunan yang berpusat pada pertumbuhan menjadi jurang pemisah antara kaum elit dan kaum miskin terutama pada daerah kota dengan daerah pedesaan. Pembangunan di desa masih dipandang sebelah mata oleh Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah. Seiring berjalannya waktu, perkembangan paradigma pembangunan alternatif muncul yang disebut dengan pembangunan sosial dengan tujuan untuk menyelenggarakan pembangunan yang berkeadilan. Pembangunan sosial menekankan pada pembangunan yang berpusat pada rakyat, dimana rakyat yang menjadi subyek dalam mencapai tujuan pembangunan itu sendiri. Pemberdayaan masyarakat merupakan pendekatan pembangunan yang memperhatikan keadilan dan pemerataan. Sejak berlakunya Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2015 tentang Pemerintahan Daerah, telah memberikan keleluasaan kepada suatu daerah baik provinsi maupun kabupaten/kota untuk mengurus rumah tangganya sendiri dalam rangka mewujudkan kemandirian daerah. Desa Ngawen merupakan salah satu desa di Kabupaten Magelang yang memiliki berbagai potensi yang dapat dikembangkan menjadi Desa Wisata. Desa Wisata Ngawen merupakan wujud dari upaya pembangunan desa dan masyarakat desa melalui pemberdayaan. Melalui Desa Wisata, diharapkan mampu menjawab permasalahan yang ada di desa yaitu kemiskinan, pengangguran, serta keterbatasan kemampuan. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif yang bertujuan untuk mendeskripsikan proses pemberdayaan masyarakat pada Desa Wisata Ngawen yang meliputi kewenangan, rasa percaya diri dan kemampuan, kepercayaan, kesempatan, tanggung jawab, dukungan, serta faktor pendukung dan penghambat. Sumber data yang digunakan pada penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Instrumen penelitian terdiri dari pedoman wawancara, catatan lapangan, alat perekam, dan alat tulis menulis. Dalam menganalisis data penelitian, pada penulisan skripsi ini mengacu pada metode analisis data model interaktif menurut Miles, Huberman, dan Saldana. Berdasarkan hasil penelitian, proses pemberdayaan masyarakat melalui Desa Wisata sudah cukup baik dan diterima oleh sebagian besar masyarakat. Kewenangan melaksanakan pemberdayaan didasarkan pada Peraturan Desa dan Surat Keputusan Kepala Desa. Pembinaan dan pelatihan diberikan kepada masyarakat dalam rangka meningkatkan kemampuan. Pemberdayaan masyarakat melalui Desa Wisata memberikan keyaninan dan keberanian pada kemampuannya sendiri untuk melakukan perubahan yang lebih baik. Masyarakat memiliki kesempatan untuk berkembang dan meningkatkan kreativitasnya. Pemberdayaan masyarakat memberikan tanggung jawab kepada masyarakat atas tindakannya. Dukungan diberikan oleh Pemerintah Desa maupun pemerintah setempat berupa dana dan non dana. Partisipasi dari masyarakat masih rendah yang diakibatkan dari kurangnya kesadaran masyarakat itu sendiri dan konflik internal, manajemen dalam pelaksanaan Desa Wisata masih kurang sehingga menjadi penghambat dalam kegiatan, serta masyarakat dengan minimnya modal dan fasilitas.

English Abstract

Growth-centered development is a gap between elites and the poor, especially in urban areas with rural areas. Development in the village is still underestimated by the Central Government and the Regional Government. Along the time, social development emphasizes on people-centered development, where people become subjects in achieving the development goals themselves. Empowerment of communities is a development approach that pays attention to justice and equity. Since the enactment of Law Number 9 of 2015 concerning Regional Government, it has provided flexibility to an area both provincial and district / city to manage its own household in order to realize regional independence. Ngawen Village is one of the villages in Magelang Regency which has various potentials that can be developed into a Tourism Village. Ngawen’s Tourism Village is a manifestation of village development and village community efforts through empowerment. Through Tourism Village, it is expected to be able to answer the existing problems in the village, namely poverty, unemployment, and limited capacity. This research uses descriptive research with a qualitative approach which aims to describe the process of community empowerment in Ngawen’s Tourism Village which includes authority, confidence and competence, trust, opportunity, responsibility, support, and supporting and inhibiting factors. The data sources used in this study are primary data and secondary data. Data collection techniques used by the author, which includes observation, interviews, and documentation. The research instrument consisted of interview guidelines, field notes, recording devices, and writing instruments. In analyzing research data, the author refer to interactive data analysis methods according to Miles, Huberman, and Saldana. Based on the results of the study, the process of community empowerment through Tourism Village has been quite good and accepted by most people. The authority to implement empowerment is based on Village Regulation and Decree of the Village Head. Coaching and training are provided to the community in order to improve their competences. Empowerment of communities through Tourism Village provides the key and courage in its own competence to make better changes. The community has the opportunity to develop and improve their creativity. Community empowerment gives responsibility to the community for their actions. Support is provided by the Village Government and the local government involve by finances and non-finances. Participation from the community is still low due to the lack of awareness of the community itself and internal conflict, management in the implementation of Tourism Village is still lacking so that it becomes an obstacle in activities, as well as the community with minimal capital and facilities.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FIA/2019/258/051906206
Uncontrolled Keywords: Pemberdayaan, Masyarakat Desa, Desa Wisata-Empowerment, Villagers, Tourism Village
Subjects: 300 Social sciences > 302 Social interaction > 302.1 General topics of social interaction > 302.14 Social participation
Divisions: Fakultas Ilmu Administrasi > Ilmu Administrasi Publik / Negara
Depositing User: soegeng sugeng
Date Deposited: 30 Sep 2020 16:01
Last Modified: 21 Oct 2021 08:08
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/172357
[thumbnail of Nanda Meyke Pitaloka.pdf]
Preview
Text
Nanda Meyke Pitaloka.pdf

Download (10MB) | Preview

Actions (login required)

View Item View Item