Pengawasan Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya Dan Beracun (B3) Di Sektor Industri (Studi Pada Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Malang)

Fitriyana, Ria (2019) Pengawasan Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya Dan Beracun (B3) Di Sektor Industri (Studi Pada Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Malang). Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Abstract

Pengawasan pengelolaan limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) merupakan salah satu kewajiban yang harus dilakukan oleh menteri, gubernur, walikota ataupun bupati dengan membentuk Penjabat Pengawas Lingkungan Hidup (PPLH) atau Penjabat Pengawas Lingkungan Hidup Daerah (PPLHD). Pelaksanaan pengawasan pengelolaan limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) harus berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 101 Tahun 2014 dan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 30 Tahun 2009. Kabupaten Malang merupakah salah satu penghasil limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) di Jawa Timur. Jumlah limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) dipengaruhi oleh jumlah perusahaan yang tinggi. Selain itu masih terdapat industri yang tidak memiliki izin pengelolaan limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) dan belum memenuhi persyaratan dalam melakukan pengelolaan limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3). Berdasarkan dua fakta tersebut maka peneliti ingin mengetahui, mendeskripsikan, dan menganalisis pengawasan pengelolaan limbah Berbahaya dan Beracun (B3) di sektor industri yang dilaksanakan oleh Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Malang. Penelitian ini menggunakan jenis deskriptif dengan pendekatan kualitatif dengan dua fokus penelitian yaitu : 1) Proses pelaksanaan pengawasan pengelolaan limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) di sektor industri; 2) Faktor pendukung dan penghambat proses pelaksanaan pengawasan. Jenis dan sumber data dalam penelitian ini adalah data primer yang diperoleh dari informan serta data sekunder yang diperoleh dari dokumen-dokumen. Metode analisis yang digunakan adalah model Strauss and Corbin. Hasil penelitian menjelaskan bahwa pelaksanaan pengawasan pengelolaan limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) belum maksimal dikarenakan dalam penetapan indikator kuantitas, waktu, subjek, dan interval pengawasan pada tahap-tahap proses pengawasan belum sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 101 Tahun 2014. Faktor pendukung proses pelaksanaan pengawasan pengelolaan limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) adalah anggaran dan masyarakat sedangkan yang menjadi faktor pengahambat adalah sumber daya manusia, sarana dan prasarana, keahlian petugas pengawasan, serta ketersedian informasi industri.

English Abstract

Controlling management of hazardous and toxic material waste is one of the obligation that has to be done by the minister, governor, mayor or even regent by establishing an Official of Environmental Supervisor or Official of Regional Environmental Supervisor. The execution of controlling management of hazardous and toxic material waste have to be based on Government Regulation Number 101 of 2014 and Regulation of the Minister of Environment Number 30 of 2009. Malang Regency is one of the producers of hazardous and toxic material waste in East Java. The amount of hazardous and toxic material waste is also affected by the high amount of companies. In addition there are still industries that do not have permits to manage hazardous and toxic material waste and have not met the requirements for managing hazardous and toxic material waste. Based on these two facts, the researcher wanted to know, describe, and analyze the controlling mangement of hazardous and toxic material waste in the industrial sector carried out by the Departement of Environment of Malang Regency. This research uses a descriptive method with a qualitative approach with two research focuses, namely: 1) The process of implementing controlling management hazardous and toxic material waste in the industrial sector; 2) Supporting factors and obstacles to the process of implementing controlling. The types and sources of data in this research are primary data that is obtain from informants as well as secondary data obtain from documents. The analytical method that use in the research is the Strauss and Corbin model. The results of the research explain that the implementation of controlling of the management of hazardous and toxic material waste was not maximal due to the determination of indicators quantity, time, subject, controlling interval in the stageof the controlling process is still not in accordance with Government Regulation Number 101 of 2014. The supporting factors of controlling management of hazardous and toxic material waste is the budget and society, while the limiting factors are human resources, facilities and infrastructure, expertise of supervisory officers, and availability of industrial information.

Other obstract

-

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FIA/2019/48/051905968
Uncontrolled Keywords: Pengawasan, Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3), Sektor Industri, Controlling, Hazardous and Toxic Material Waste, Industrial Sector
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 628 Sanitary engineering > 628.4 Waste technology, public toilets, street cleaning
Divisions: Fakultas Ilmu Administrasi > Ilmu Administrasi Publik / Negara
Depositing User: Nur Cholis
Date Deposited: 27 Oct 2020 14:16
Last Modified: 25 Oct 2021 07:21
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/172326
[thumbnail of RIA FITRIYANA (2).pdf]
Preview
Text
RIA FITRIYANA (2).pdf

Download (4MB) | Preview

Actions (login required)

View Item View Item