Hubungan Kepemimpinan dengan Kinerja Pegawai (Studi pada Dinas Koperasi dan UMKM Kota Surabaya)

Putri, Bela Chentita (2019) Hubungan Kepemimpinan dengan Kinerja Pegawai (Studi pada Dinas Koperasi dan UMKM Kota Surabaya). Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Abstract

Kepemimpinan sebagai suatu proses aktivitas seseorang untuk mempengaruhi (mengarahkan dan menggerakan) orang dalam suatu unit sosial agar bersedia bekerjasama untuk mencapai tujuan. Pemimpin juga bertanggung jawab dalam pelaksanaan kegitan atau tugas. Peran seorang pemimpin dapat memotivasi para pegawai untuk bekerja secara maksimal dan dapat meningkatkan kinerja. Kurangnya sumber daya manusia dapat mempengaruhi kinerja para pegawai dalam melakukan pelayanan serta kualitas dan waktu pengerjaan menjadi penting agar tingkat pekerjaan sesuai dengan target yang ditentukan. Jenis penelitian ini ialah penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Teknik pengumpulan data dengan menyebarkan kuesioner kepada 120 pegawai di Dinas Koperasi dan UMKM kota Surabaya. Analisis pada penelitian ini menggunakan analisis deskriptif dan analisis koefesien korelasi dengan bantuan SPSS 21 Hasil penelitian menunjukan hasil pengujian variabel kepemimpinan (X) secara bersama-sama antara perilaku tugas(X1.1) dan perilaku hubungan (X1.2) secara simultan berhubungan secara signifikan dengan kinerja pegawai (Y). Hubungan antara kepemimpinan dengan kinerja pegawai dibuktikan dengan nilai koefisien korelasi bernilai 0,330. arah positif artinya saat variabel X (kepemimpinan) meningkat. Variabel perilaku tugas (X1.1) secara parsial berhubungan secara signifikan dengan kinerja pegawai , hal ini dapat dibuktikan dengan nilai koefisien korelasi bernilai 0,340. arah positif artinya saat variabel perilaku tugas meningkat, maka variabel Y (kinerja pegawai) akan mengalami peningkatan. Variabael perilaku hubungan(X1..2) secara parsial berhubungan secara signifikan dengan kinerja pegawai, hal ini dibuktikan dengan nilai koefisien korelasi bernilai 0,406. arah positif artinya saat variabel perilaku hubungan meningkat, maka Variabel Y (kinerja pegawai) akan mengalami peningkatan. Berdasarkan hasil penelitian maka saran yang diberikan, yaitu Dinas Koperasi dan UMKM Kota Surabaya perlu menerapkan kepemimpinan yang ditinjau dari perilaku hubungan, mengingat berdasarakan hasil penelitian perilaku hubungan lebih dominan dalam kinerja pegawai.

English Abstract

Leadership as a process of one's activities to influence (direct and move) people in a social unit to be willing to cooperate to achieve goals. The leader is also responsible for implementing activities or assignments. The role of a leader can motivate employees to work optimally and can improve performance. Lack of human resources can affect the performance of employees in performing services and the quality and time of work becomes important so that the level of work is in accordance with the specified target. This type of research is descriptive research with a quantitative approach. The technique of collecting data was by distributing questionnaires to 120 employees at the Surabaya Cooperative and UMKM Office. The analysis in this study used descriptive analysis and correlation coefficient analysis with the help of SPSS 21. The results showed that the results of testing the leadership variable (X) together between task behavior (X1.1) and correlation behavior (X1.2) simultan eously correlated significant with employee performance (Y). The correlation between leadership and employee performance is evidenced by the value of the correlation coefficient worth 0.330. positive direction means when variable X (leadership) increases. Task behavior variable (X1.1) is partially related significantly to employee performance, this can be proved by the value of the correlation coefficient worth 0.340. Positive direction means that when the task behavior variable increases, the Y variable (employee performance) will increase. Correlation behavior variable (X1.2) is partially related significantly to employee performance, this is evidenced by the value of the correlation coefficient worth 0.406. Positive direction means that when the correlation behavior variable increases, the Y variable (employee performance) will increase. Based on the results of the study, the advice given, the Surabaya Cooperative and MSME Office needs to apply leadership in terms of corelation behavior, considering the results of the research findings that corelation behavior is more dominant in employee performance.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FIA/2019/242/051906190
Uncontrolled Keywords: Kepemimpinan(X), Perilaku Tugas(X1.1), Perilaku Hubungan(X1.2), dan Kinerja Pegawai(Y)-Leadership(X), Task Behavior(X1.1), Correlation behavior(X1.2), Officer Performance (Y)
Subjects: 300 Social sciences > 352 General considerations of public administration > 352.6 Personnel management (Human resource management)
Divisions: Fakultas Ilmu Administrasi > Ilmu Administrasi Publik / Negara
Depositing User: soegeng sugeng
Date Deposited: 30 Jul 2020 06:25
Last Modified: 21 Oct 2021 08:20
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/171968
[thumbnail of Bela Chentita Putri.pdf] Text
Bela Chentita Putri.pdf

Download (3MB)
[thumbnail of Thumbnails conversion from text to thumbnail_lightbox] Other (Thumbnails conversion from text to thumbnail_lightbox)
lightbox.jpg

Download (15kB)
[thumbnail of Thumbnails conversion from text to thumbnail_preview] Other (Thumbnails conversion from text to thumbnail_preview)
preview.jpg

Download (6kB)
[thumbnail of Thumbnails conversion from text to thumbnail_medium] Other (Thumbnails conversion from text to thumbnail_medium)
medium.jpg

Download (2kB)
[thumbnail of Thumbnails conversion from text to thumbnail_small] Other (Thumbnails conversion from text to thumbnail_small)
small.jpg

Download (1kB)

Actions (login required)

View Item View Item