Elaborasi Jìngzǔ dan Feng Shui sebagai Konsep Ruang pada Rumah Abu Keluarga Han

Kuntari, Rizka Desi (2019) Elaborasi Jìngzǔ dan Feng Shui sebagai Konsep Ruang pada Rumah Abu Keluarga Han. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Abstract

Etnis Cina telah mendiami Kota Surabaya sejak tahun 1411, namun bukti sejarah hanya mencatat generasi pertama dari etnis Cina pada abad ketujuh belas. Pada masa Pemerintah Kolonial Belanda, sejak diberlakukan sistem permukiman kuarter, etnis Cina mendiami Chinezen Camp dengan pusat perkebangannya di Chineseche Voorstraat (sekarang Jalan Karet). Sebagai pusat perkembangan bisnis Chinezen Camp, di sepanjang Chineseche Voorstraat menyisakan beberapa jenis bangunan berciri khas Cina yang memiliki beragam fungsi, salah satunya adalah Rumah Abu Keluarga Han. Rumah yang dibangun atas kepercayaan jìngzǔ, yaitu penghormatan kepada arwah leluhur yang telah meninggal. Kondisi fisik Rumah Abu Keluarga Han masih terjaga hingga saat ini dan tradisi sembahyang di dalamnya juga masih tetap dilaksanakan hingga saat ini. Serangkaian prosesi sembahyang tersebut terjadi pada beberapa ruang di rumah Abu Keluarga Han. Leluhur dilambangkan oleh sinci, papan kayu yang bertuliskan nama-nama leluhur yang didoakan dan diletakkan pada altar sembahyang. Selain untuk sembahyang, rumah tersebut juga dahulunya dipergunakan sebagai tempat tinggal sementara bagi keluarga Han yang baru tiba dari Cina. Perbedaan aktivitas yang terjadi di dalam rumah tersebut membuat penelitian lebih lanjut perlu dilakukan. Bagaimana ruang pada rumah tersebut dapat terbentuk? Bagaimana pengaruh kepercayaan jìngzǔ pada ruang di rumah tersebut? Bagaimana pemisahan fungsi ruang antara aktivitas sembahyang dan aktivitas tinggal yang terjadi di dalam rumah tersebut? Bagaimana konsep ruang terbentuk? Dengan demikian, penelitian ini bertujuan untuk mencari bagaimana konsep ruang pada Rumah Abu Keluarga Han. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif-deskriptif-induktif dengan pendekatan naturalistik. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan pengamatan terhadap responden yang didapatkan melalui maksimalisasi informasi. Setelah data jenuh kemudian divalidasi oleh keyperson. Analisis data dilakukan dengan pemilihan, pengelompokan, penyederhanaan, serta transformasi data kasar dari setiap unit amatan dan kemudian dianalisis dan diinterpretasi. Analisis data mendapatkan hasil analisis berupa tema. Tema dibahas dengan menggunakan teori dari kajian pustaka dan tambahan teori lainnya yang muncul selama proses kajian hingga menghasilkan hasil pembahasan berupa konsep. Hasil temuan penelitian menunjukkan bahwa konsep ruang pada Rumah Abu Keluarga Han sangat erat kaitannya dengan konsep Jìngzǔ dan Feng Shui. Konsep Jìngzǔ atau penghormatan kepada leluhur menjadi dasar terbentuknya ruang. Prosesi sembahyang yang dilakukan membentuk ruang, khususnya ruang sakral. Sedangkan konsep Feng Shui yang bersumber pada kosmologi, Yin-yang, Wu Hsing, serta Element Production & Destruction Cycles menjadi dasar bentuk, tata ruang, orientasi, arah hadap, dan tata letak hingga akhirnya membentuk konsep ruang. Selain itu juga didapatkan hasil Rumah Abu Keluarga Han merupakan rumah berelemen kayu yang kemudian tercermin pada penataan sajian saat sembahyang dan tata letak rumah.

English Abstract

Several Chinese Family have been settled in Surabaya for centuries since 1411, but so far very little historical evidence until the seventeenth century. During the Dutch Colonial power, under implementation of the quarterly settlement system or Wijkenstelsel, the Chinese settled in the Chinesen Camp. The camp developed in the Chineseche Voorstraat or Petjinan Koelon street (now Jalan Karet) was laid out facing along the Kalimas river and Chineseche Voorstraat was the main street in this area. As a center for the development of the Chinezen Camp, along Chineseche Voorstraat, there are several types of Chinese buildings. One of them is the Han Ancestral Family House, a house that built based on jìngzǔ, the Chinese beliefs for ancestor veneration. The physical condition of the Han Ancestor Family House is still maintained until now and the families are still keep the rituals for worshiping the ancestor until now. The rituals took place in several rooms at the Han Ancestor Family House. The ancestor is symbolized by the sinci, a wooden board with the ancestor’s name on it and placed on the altar. Besides praying, the house used to be a temporary residence for the Han family who had just arrived from China. The different activities in the house make further research is needed. How the space formed in the house? How does the jìngzǔ affect the space in the house? How is the separation of the function of space between rituals and living activities in the house? This research was conducted to find out the concept of space at the Han Ancestral Family House. This study based on qualitative-descriptive-inductive method with nauralistic approach. Data collection is done by interviews and observations of respondents obtained through information maximization. Once the data is saturated, it validated by the keyperson. Data analysis is done by selecting, grouping, simplifying, and transforming rough data from each observation unit and then analyzing and interpreting. Data analysis obtained the results of the analysis in the form of themes. Themes are discussed using theories from literature studies and other additional theories that arise during the review process to produce the results of discussion in the form of concepts. The research findings show that the concept of space at the Han Ancestral Family House is closely related to the concepts of Jìngzǔ and Feng Shui. The concept of Jìngzǔ create the formation of space while the concept of Feng Shui based on cosmology, Yin-yang, Wu Hsing, and Element of Production & Destruction Cycles create the form, layout, orientation, direction and layout, until finally forming the concept of space.

Other obstract

-

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FT/2019/646/051905272
Uncontrolled Keywords: rumah abu, jìngzǔ, feng shui, wu hsing, yin-yang, konsep ruang. ancestral house, jìngzǔ, feng shui, wu hsing, yin-yang, the concept of space.
Subjects: 700 The Arts > 722 Architecture from earliest time to ca. 300 > 722.1 Ancient Chinese, Japanese, Korean architecture
Divisions: Fakultas Teknik > Arsitektur
Depositing User: Budi Wahyono Wahyono
Date Deposited: 24 Aug 2020 06:49
Last Modified: 24 Aug 2020 06:49
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/171505
Full text not available from this repository.

Actions (login required)

View Item View Item