Analisis Daerah Upwelling Secara SpasiaL dan Temporal Tahun 2009 – 2018 di Samudera Hindia Bagian Timur

Dani, Albertus Aryas (2019) Analisis Daerah Upwelling Secara SpasiaL dan Temporal Tahun 2009 – 2018 di Samudera Hindia Bagian Timur. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Abstract

Perairan Samudera Hindia bagian timur adalah perairan yang berpotensi di bidang perikanan tangkap dan pada perairan ini merupakan perairan yang dinamis karena terdapat berbagai macam fenomena oseanografi yang terjadi. Upwelling merupakan salah satu fenomena oseanografi yang terjadi di Samudera Hindia bagian timur yang diindikasikan menjadi perairan yang subur dan terdapat banyak ikan. Perkiraan daerah terjadinya upwelling dilakukan dengan cara mengukur parameter penyebab terjadinya upwelling yaitu suhu permukaan laut, klorofil – a dan angin. Ketiga parameter tersebut saling berkaitan dalam proses upwelling. Sistem Informasi Geografis dan penginderaan jauh merupakan salah satu metode yang digunakan dalam pengukuran parameter penyebab terjadinya upwelling. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui sebaran dari suhu permukaan laut dan klorofil-a secara multitemporal di perairan Samudera Hindia bagian timur pada tahun 2009 - 2018, letak dan kapan terjadinya upwelling serta pengaruh tiap parameter terjadinya upwelling. Penelitian dilaksanakan mulai dari bulan Agustus 2018 hingga Januari 2019. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan teknik pengambilan data meliputi data primer dan data sekunder. Data primer adalah data dari citra satelit, sedangkan data sekunder berupa data peta rupa bumi yang berasal dari Badan Informasi Geospasal. Variabilitas data suhu permukaan laut tertinggi dari tahun 2009 hingga tahun 2018 terdapat di bulan maret tahun 2016 dengan nilai suhu permukaan laut sebesar 30,46 oC dan suhu terendah terdapat di bulan September 2011 dengan nilai sebesar 26,94 oC.Variabilitas klorofil – a tertinggi berada di bulan September tahun 2011 dengan nilai sebesar 0,41 mg/l dan nilai terendah terdapat di bulan Pebruari tahun 2014 dengan nilai sebesar 0,14 mg/l. Nilai rata – rata kecepatan angin tertinggi berada di fase awal kejadian upwelling tahun 2010 dengan nilai sebesar 7,34 knot, nilai terendah rata – rata kecepatan angin berada di fase akhir kejadian upwelling tahun 2017 degan nilai 2,87 knot. Arah angin cenderung berasal dari tenggara menuju barat laut. Kejadian upwelling rata – rata terjadi di bulan Mei hingga Nopember tiap tahunnya. Hubungan antar klorofil-a dan Suhu Permukaan Laut (SPL) terdapat hubungan yang sebanding. Hubungan antara klorofil-a dan angin sebanding sedangan kecepatan angin berbanding terbalik terhadap nilai sebaran SPL.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FPIK/2019/698/051904429
Uncontrolled Keywords: -
Subjects: 500 Natural sciences and mathematics > 551 Geology, hydrology, meteorology > 551.4 Geomorphology and hydrosphere > 551.46 Oceanography and submarine geology > 551.467 Indian Ocean
Divisions: Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan > Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan dan Kelautan
Depositing User: Endang Susworini
Date Deposited: 21 Jul 2020 04:14
Last Modified: 31 Jul 2020 05:46
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/170937
Full text not available from this repository.

Actions (login required)

View Item View Item