Pengaruh Perbedaan Kedalaman Pancing Ulur (Hand Line) Terhadap Hasil Tangkapan Ikan Diperairan Pancer Banyuwangi, Jawa Timur

Mujahid, Arief Wildan (2019) Pengaruh Perbedaan Kedalaman Pancing Ulur (Hand Line) Terhadap Hasil Tangkapan Ikan Diperairan Pancer Banyuwangi, Jawa Timur. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Abstract

Kabupaten Banyuwangi merupakan salah satu Kabupaten di Jawa Timur yang memiliki potensi perikanan tangkap cukup tinggi dengan total produksi 60.466.140 kg pada tahun 2014. Total produksi ini sebanyak 30% dihasilkan oleh nelayan Pancer Kecamatan Pesanggaran dengan nilai 18.317.117 kg, hal ini disebabkan karena terdapat pelabuhan perikanan satu-satunya di wilayah Banyuwangi Selatan yaitu Instalasi Pelabuhan dan Pengelolaan Sumberdaya Kelautan dan Perikanan (IP2SKP) Pancer. Jumlah tersebut diperoleh dari banyaknya kapal yang menggunakan alat tangkap pancing ulur diantaranya pancing ulur ancet, pancing coping, pancing tonda dan pancing layangan dan pancing batuan, kegiatan penangkapan menggunakan rumpon. Umpan yang digunakan terdiri dari umpan alami berupa cumi atau ikan dan umpan buatan berupa benang sutra dan bulu ayam. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh kedalaman terhadap hasil tangkapan ikan serta untuk mengetahui kedalaman optimal untuk penangkapan pancing ulur di Perairan Pancer Banyuwangi. Metode yang digunakan yaitu metode experimental fishing yaitu mengikuti kegiatan trip secara langsung dengan menguji ke-3 kedalaman yang berbeda yaitu kedalaman 25 meter, 50 meter dan 75 meter. Lalu ke-3 perlakuan itu dilakukan pengulangan sebanyak 9 kali dimana 1 kali dihitung 1 hari trip. Selanjutnya menggunakan analisis Rancangan Acak Kelompok (RAK) dilanjut analisis uji ANOVA serta uji lanjutan BNT (Beda Nyata Terkecil). Hasil tangkapan dari penelitian ini yaitu tuna (Thunnus sp), cakalang (Katsuwonus pelamis), lemadang (Coryphaena hippurus), tenggiri (Scomberomorus commerson, tongkol (Euthynnus affinis), ayam-ayam (Canthidermis maculatus) dan sunglir (Elagatis bipinnulata). Jumlah hasil tangkapan pada kedalaman A (25 meter) yaitu 58 ekor. Jumlah hasil tangkapan pada kedalaman B (50 meter) yaitu 93 ekor. Sedangkan jumlah hasil tangkapan pada kedalaman C (75 meter) yaitu 38 ekor. Rata-rata hasil tangkapan pada kedalaman 25 meter adalah 6 ekor. Rata-rata hasil tangkapan pada kedalaman 50 meter adalah10 ekor. Rata-rata hasil tangkapan pada kedalaman 75 meter adalah 4 ekor. Kesimpulan yang dapat diambil dari penelitian ini yaitu perbedaan kedalaman pancing ulur antara kedalaman 25 meter, 50 meter dan 75 meter pada penghitungan sama-sama berpengaruh nyata terhadap hasil tangkapan sedangkan kedalaman yang paling baik digunakan untuk penangkapan pada alat tangkap pancing ulur yaitu pada kedalaman 50 meter.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FPIK/2019/707/051904438
Uncontrolled Keywords: Kedalaman Pancing Ulur, Hasil Tangkapan Ikan, Alat Tangkap Ikan
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 639 Hunting, fishing & conservation > 639.2 Commercial fishing, whaling, sealing > 639.22 Fishing in salt waters
Divisions: Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan > Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan dan Kelautan
Depositing User: Endang Susworini
Date Deposited: 23 Aug 2019 03:56
Last Modified: 23 Aug 2019 03:56
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/170897
Full text not available from this repository.

Actions (login required)

View Item View Item