Pelestarian Bangunan Museum Asi Mbojo Kota Bima

Hardianty, Annis (2019) Pelestarian Bangunan Museum Asi Mbojo Kota Bima. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Abstract

Bima merupakan kota di Indonesia yang pernah dijajah oleh Belanda, namun sedikit menyisakan bangunan asli Kolonial Belanda. Sedikitnya bangunan bersejarah yang tersisa di Kota Bima membuat pihak pemerintah melakukan usaha pelestarian, yaitu dengan menetapkan bangunan bersejarah menjadi cagar budaya nasional. Bangunan yang dimaksud adalah Museum Asi Mbojo. Bangunan Museum Asi Mbojo memiliki perpaduan antara dua gaya arsitektur, yaitu perpaduan antara arsitektur kolonial Belanda dan Tradisional Bima. Hal tersbut membuat museum ini berbeda dari bangunan kolonial lainnya dan menjadi landmark kota Bima. Berdasarkan gaya arsitektur tersebut, dapat dikatakan bahwa bangunan ini menarik untuk diamati karakter arsitekturnya. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis karakter arsitektur bangunan dan memberikan arahan pelestarian pada Museum Asi Mbojo berupa penggolongan potensial, yang kemudian diarahkan pada teknik pelestarian. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analisis, metode evaluatif, serta metode development. Metode deskriptif digunakan untuk menganalisis data kondisi objek sehingga didapatkan informasi terkait perubahan pada elemen pembentuk karakter bangunan. Hasil analisis karakter arsitektural dievaluasi dalam metode evaluatif menggunakan kriteria dari makna kultural bangunan. Pada metode development dilakukan penentuan arahan pelestarian dengan cara pengelompokan pada tiga tingkat potensial (potensial rendah, sedang dan tinggi). Masing-masing potensial diarahkan pada empat strategi pelestarian yaitu preservasi, konservasi, rehabilitasi dan rekonstruksi. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa elemen arsitektur pada bangunan tergolong pada potensial tinggi sejumlah 39, yang diarahkan pada tindakan preservasi. Hal ini dikarenakan elemen arsitektur yang masih sangat asli, seperti pintu, jendela, dinding serta atap. Elemen lainnya tergolong potensial sedang berjumlah 11, dan potensial rendah berjumlah 2. Karakter spasial dan struktural juga masih dipertahankan keasliannya hingga sekarang. Tindakan yang dilakukan oleh pemerintah sudah cukup baik dalam pemeliharaan bangunan bersejarah. Diharapkan kontribusi dalam bidang arsitektur berupa arahan pelestarian bangunan ini dapat dijadikan pedoman dalam mengambil langkah selanjutnya

English Abstract

Bima is a city in Indonesia that was colonized by the Dutch, but leaves few native Dutch colonial buildings. A small number of historic buildings in Bima city make the government carry out conservation efforts, by setting historic buildings into national heritage buildings. The building is the Asi Mbojo Museum. The Asi Mbojo Museum building has a combination of two architectural styles, Dutch colonial style and Traditional Bima style. This makes the museum different from other colonial buildings and become a landmark of the Bima city. Based on the architectural style, it was concluded that it was interesting to observe the character of the architecture. This study aimed to analyze the architectural character of the building and provide preservation direction to the Asi Mbojo Museum in the form of potential classification, then directed to preservation techniques. This study uses descriptive analysis methods, evaluative methods, and development methods. Descriptive methods are used to analyze object condition data, so that information on changes in the building character building elements can be obtained. The results of the analysis of architectural characters were evaluated in the evaluative method using criteria from the cultural meaning of the building. In the development method, determine the direction of preservation by grouping at three potential levels (low, medium and high potential). Each potential is directed at four conservation strategies, namely preservation, conservation, rehabilitation and reconstruction. The results of this study indicate that the architectural elements in buildings are classified as high potentials of 39, which are directed at the act of preservation. This is because the elements are still very original, such as doors, windows, walls and roofs. Other elements are classified as medium potential amounts to 11, and low potential amounts to 2. The spatial and structural character of the building is still preserved authenticity until now. The actions that have been given by the government are good in maintaining historic buildings. Hopefully the architectural contribution in the form of building preservation direction can be used as a guide in taking the next step.

Other obstract

-

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FT/2019/113/051904593
Uncontrolled Keywords: pelestarian, cagar budaya, karakter arsitektur, kolonial Belanda preservation, cultural heritage, architectural character, Dutch colonial.
Subjects: 700 The Arts > 727 Buildings for education and research purposes > 727.6 Museum buildings
Divisions: Fakultas Teknik > Arsitektur
Depositing User: Budi Wahyono Wahyono
Date Deposited: 20 Jul 2020 12:15
Last Modified: 31 Jul 2020 05:37
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/170844
Full text not available from this repository.

Actions (login required)

View Item View Item