Analisis Preferensi Pengunjung pada Aktivitas Marine Recreational Fisheries di Desa Pesisir, Kabupaten Situbondo

Sasongko, Andrie Budi Setya (2019) Analisis Preferensi Pengunjung pada Aktivitas Marine Recreational Fisheries di Desa Pesisir, Kabupaten Situbondo. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Abstract

Indonesia memiliki potensi sumber daya perikanan yang sangat melimpah. Perikanan tangkap sangat berkaitan dengan aktivitas nelayan dalam melakukan kegiatan penangkapan ikan. Kelompok nelayan terbagi atas empat kelompok, yaitu: nelayan subsisten, nelayan asli, nelayan komersial, nelayan rekreasi. Aktivitas marine recreational fisheries memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai salah satu konsep wisata bahari. Keberadaan nelayan yang bersedia menyewakan kapalnya untuk aktivitas memancing di Desa Pesisir menjadi kabar baik bagi pengunjung atau wisatawan khususnya yang memiliki ketertarikan terhadap hobi memancing ikan di laut. Penting untuk dilakukan penelitian berupa analisis preferensi terkait dengan aktivitas pengunjung yang melakukan kegiatan marine recreational fisheries. Dengan mengetahui preferensi dari pengunjung terhadap aktivitas tersebut maka dapat dijadikan sebagai acuan untuk melakukan pengembangan lebih lanjut terkait wisata bahari. Minimnya perhatian akademisi terhadap perkembangan aktivitas tersebut menyebabkan terbatasnya informasi yang dapat diperoleh. Hal tersebut yang menjadi latar belakang dari penelitian ini. Penelitian ini memiliki dua tujuan utama, yaitu mengetahui dan menganalisis karakteristik dan faktor yang mempengaruhi preferensi pengunjung dalam melakukan aktivitas marine recreational fisheries. Penelitian ini telah dilakukan di Desa Pesisir, Kecamatan Besuki, Kabupaten Situbondo. Waktu pengambilan data dilakukan pada bulan Februari 2019 hingga Maret 2019. Jenis penelitian ini adalah penelitian korelasional. Responden dalam penelitian ini, merupakan pengunjung yang telah melakukan kegiatan memancing (fishing) di Desa Pesisir. Populasi dalam penelitian ini adalah orang-orang yang melakukan aktivitas marine recreational fisheries di Desa Pesisir. Metode pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah sampling isidental. Populasi yang ada dalam penelitian ini tidak diketahui secara pasti jumlahnya, sehingga untuk menentukan ukuran sampel digunakan linear time function sejumlah 96 responden. Data yang digunakan dalam penelitian ini berdasarkan sumber data primer yang secara khusus diperoleh dari hasil observasi dan pengisian kuisioner oleh responden. Selain data primer, pada penelitian ini juga digunakan juga data sekunder di mana dalam penelitian ini diambil dari Dinas Perikanan Kabupaten Situbondo, Badan Pusat Statistik Kabupaten Situbondo, Kantor Desa Pesisir, Kantor Kecamatan Besuki, serta berbagai literatur baik buku maupun jurnal-jurnal yang relevan. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini data kuantitatif, seperti: data mengenai usia, pendapatan, dan hal-hal yang bisa jadi merupakan preferensi pengunjung. Selain itu digunakan juga data kualitatif, meliputi: jenis kelamin, status pernikahan, daerah asal, pekerjaan, dan pendidikan. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari observasi, kuisioner, dan dokumentasi. Kuisioner yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan skala likert. Variabel-variabel awal yang mempengaruhi preferensi pengunjung didasarkan pada Swarbrooke dan Horner vii (2007). Data yang telah didapatkan dari lokasi penelitian diolah menggunakan analisis kualitatif dan analisis kuantitatif. Karakteristik responden perlu dianalisis untuk menggambarkan nelayan rekreasi yang melakukan aktivitas recreational/sport fishing di Desa Pesisir. Berdasarkan hasil observasi dan pembagian kuisioner terhadap para responden, diketahui bahwa para pengunjung yang datang ke Desa Pesisir untuk melakukan kegiatan memancing seluruhnya adalah laki-laki. Pengunjung yang datang ke Desa Pesisir untuk memancing didominasi oleh kelompok usia 40 – 45 tahun (34 orang) serta 34 – 39 tahun dan 46 – 51 yang masing-masing (20 orang) sehingga dapat dikategorikan pada masa kemapanan. Sebagian besar pengunjung berstatus menikah dan berkeluarga, hanya 6 orang yang belum menikah dan 1 orang berstatus duda. Para pengunjung yang datang sebagian besar berasal dari berbagai daerah dan didominasi oleh pengunjung dari Bondowoso (39 orang). Selanjutnya dari Probolinggo (21 orang), sisanya dari Surabaya, Jember, Malang, Pasuruan, Sidoarjo, dan Situbondo. Pengunjung memiliki latar belakang pekerjaan yang berbeda-beda, mayoritas merupakan Wiraswasta (32 orang), Pegawai Swasta (31 orang), dan PNS (21 orang). Beberapa profesi lain yang dimiliki pengunjung, di antaranya: TNI, polisi, pengacara, mahasiswa dan dokter. Beberapa dari pengunjung ada juga yang merupakan pensiunan bahkan ada pula yang tidak memiliki pekerjaan sama sekali. Dari 96 orang responden, diketahui 53 orang adalah lulusan sarjana (S1/D4). Jumlah terbesar kedua yaitu lulusan SMA/MA sebanyak 33 orang, sisanya lulusan SD/MI, SMP/MTs, dan S2. Sebagian besar memiliki pendapatan antara Rp.1.388.000 - Rp.3.191.000 dan juga Rp.4.996.000 - Rp.6.799.000 yang masing-masing (34 orang). Terdapat empat faktor yang terbentuk berdasarkan analisis faktor eksploratori, yaitu: Faktor 1 (Pribadi dan psikologi), faktor pertama diberi nama pribadi dan psikologi karena variabel yang membentuk faktor tersebut terdiri atas: X17 (Kesehatan personal), X1 (motivasi personal), X13 (Hobi dan Ketertarikan), X19 (Kepribadian), X11 (Gaya hidup), dan X10 (Sikap, opini, dan presepsi). Faktor tersebut mampu menjelaskan keragaman variansi sebesar 33,449 %. Faktor 2 (Kondisi Lokasi), Faktor kedua diberi nama kondisi lokasi karena variabel yang membentuk faktor tersebut terdiri atas: X6 (Kondisi politik dan keamanan) dengan loading factor 0,813, X9 (Cuaca dan iklim) dengan loading factor 0,754, X2 (Ketersediaan obyek dan produk wisata) dengan loading factor 0,705, serta X7 (Kebersihan dan Higeanitas) dengan loading factor 0,689 yang mana variabel-variabel tersebut menunjukkan bagaimana kondisi lokasi tempat berlangsungnya aktivitas marine recreational fisheries di Desa Pesisir. Faktor kondisi lokasi mampu menjelaskan keragaman variansi sebesar 15,716, %. Faktor 3 (Pendapatan dan komitmen), Faktor ketiga diberi nama Pendapatan dan Komitmen karena variabel yang membentuk faktor tersebut terdiri atas: X18 (Tingkat pendapatan) dengan loading factor 0,853, X15 (Komitmen terhadap pekerjaan) dengan loading factor 0,759, dan X16 (Komitmen terhadap keluarga) dengan loading factor 0,749. Faktor pendapatan dan komitmen mampu menjelaskan keragaman variansi sebesar 10,854 %. Faktor 4 (Pengalaman dan pengetahuan), Faktor keempat diberi nama pengetahuan dan pengalaman karena variabel yang membentuk faktor tersebut terdiri atas: X5 (Rekomendasi dari seseorang) dengan loading factor 0,856, X14 (Pengalaman masa lalu) dengan loading factor 0,773, X12 (Pengetahuan saat ini tentang destinasi wisata) dengan loading factor 0,590. Faktor pengalaman dan pengetahuan mampu menjelaskan keragaman variansi sebesar 7,117 %.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FPIK/2019/382/051904002
Uncontrolled Keywords: -
Subjects: 700 The Arts > 799 Fishing, hunting, shooting > 799.1 Fishing
Divisions: Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan > Sosial Ekonomi Agrobisnis Perikanan
Depositing User: Endang Susworini
Date Deposited: 25 Oct 2020 23:38
Last Modified: 25 Oct 2020 23:38
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/170673
Full text not available from this repository.

Actions (login required)

View Item View Item