Pengaruh Perubahan Iklim Terhadap Kemunculan Gelombang Kelvin Samudera Hindia Di Perairan Selatan Indonesia

Qatrunada, Khanza Syifa (2019) Pengaruh Perubahan Iklim Terhadap Kemunculan Gelombang Kelvin Samudera Hindia Di Perairan Selatan Indonesia. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Abstract

Gelombang Kelvin Samudera Hindia atau Indian Ocean Kelvin Waves (IOKWs) merupakan gelombang yang terperangkap di wilayah pesisir (Coastally Trapped Kelvin Waves), berkorelasi langsung dengan kenaikan ketinggian muka air laut dan merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi dinamika perairan Samudera Hindia. Gelombang Kelvin memiliki peran yang cukup penting untuk dipelajari terutama terkait dengan perubahan iklim. Berubahnya frekuensi fenomena El Niño Southern Oscillation (ENSO) dan Indian Ocean Dipole (IOD) yang menyebabkan pergeseran musim merupakan salah satu akibat dari perubahan iklim. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik terkait fase kecepatan Gelombang Kelvin Samudera Hindia di Perairan Selatan Indonesia, untuk mengetahui frekuensi kemunculan Gelombang Kelvin Samudera Hindia terhadap fenomena ENSO, IOD dan musim di Perairan Selatan Indonesia, dan untuk mengetahui hubungan Gelombang Kelvin Samudera Hindia dengan fenomena ENSO dan IOD. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah Diagram Hovmöller untuk mengidentifikasi Gelombang Kelvin dan mengetahui fase kecepatan, Deskriptif Statistik untuk mengetahui frekuensi kemunculan Gelombang Kelvin dan Korelasi Parsial menggunakan teknik Pearson Correlation Product Moment untuk menganalisis hubungan Gelombang Kelvin dengan ENSO dan IOD. Hasil identifikasi karakteristik Gelombang Kelvin Samudera Hindia di Perairan Selatan Indonesia terkait dengan fase kecepatan adalah sebesar 0,96 m/s pada Musim Kering, sedangkan pada Musim Basah adalah sebesar 1,27 m/s. Frekuensi kemunculan Gelombang Kelvin Samudera Hindia di Perairan Selatan Indonesia pada saat fenomena ENSO lebih dominan terjadi dalam keadaan La Niña di Musim Basah sedangkan pada saat fenomena IOD, Gelombang Kelvin lebih dominan terjadi dalam keadaan IOD- di Musim Kering. Hubungan yang dimiliki antara Gelombang Kelvin Samudera Hindia – ENSO dengan Gelombang Kelvin Samudera Hindia – IOD sama-sama memiliki tingkat hubungan yang Sedang dan berbanding terbalik. Namun, ENSO di Samudera Pasifik lebih berpengaruh terhadap kemunculan Gelombang Kelvin dibandingkan dengan IOD di Samudera Hindia.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FPIK/2019/231/051903228
Uncontrolled Keywords: -
Subjects: 500 Natural sciences and mathematics > 551 Geology, hydrology, meteorology > 551.6 Climatology and weather
Divisions: Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan > Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan dan Kelautan
Depositing User: Endang Susworini
Date Deposited: 20 Jul 2020 05:00
Last Modified: 31 Jul 2020 04:45
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/169681
Full text not available from this repository.

Actions (login required)

View Item View Item