Analisis Putusan Sengketa Perdagangan Internasional Oleh World Trade Organization Tentang Impor Produk Hortikultura, Hewan, Dan Produk Hewan Indonesia

Al Husna, Janitra Giovani (2019) Analisis Putusan Sengketa Perdagangan Internasional Oleh World Trade Organization Tentang Impor Produk Hortikultura, Hewan, Dan Produk Hewan Indonesia. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Abstract

Pada skripsi ini, penulis mengangkat permasalahan putusan sengketa perdagangan internasional oleh World Trade Organization tentang impor produk hortikultura, hewan, dan produk hewan Indonesia. Pilihan judul ini di latar belakangi oleh hasil putusan DSB dalam nomor register perkara DS478. Terkait permasalahan ini, Indonesia diputus bersalah atas kebijakan dalam negerinya yang inkosisten dengan isi dari GATT 1994. Berdasarkan hal tersebut, sehingga skripsi ini mengangkat rumusan masalah sebagai berikut: (1) Apakah alasan-alasan dan landasan yuridis yang digunakan oleh World Trade Organization dalam memutus kasus impor produk hortikultura, hewan, dan produk hewan yang dilakukan Indonesia (2) Bagaimana akibat hukum dari pemberian putusan sengketa perdagangan internasional oleh World Trade Organization terhadap peraturan impor produk hortikultura, hewan, dan produk hewan yang dilakukan Indonesia. Selanjutnya dalam skripsi ini, menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan (statute approach), pendekatan kasus (case approach) dan pendekatan konseptual (conseptual approach). Bahan hukum primer, bahan hukum sekunder dan bahan hukum tersier penulis analisis dengan metode analisis normatif secara deduksi logis dengan melalui proses silogisme, premis mayor berupa norma hukum, kemudian dianalisis dan dikaitkan dengan fakta yang relevan (legal facts) sebagai premis minor untuk mendapatkan kesimpulan. Dengan demikian, hasil akhir penelitian penulis menemukan jawaban dari rumusan masalah tersebut, bahwa Panel dalam laporannya menemukan bahwa kebijakan impor Indonesia pada impor produk holtikultura, hewan dan produk hewan yang dibagi menjadi 18 pertimbangan melanggar Pasal XI: 1 GATT 1994. Kemudian DSB merekomendasikan Indonesia untuk merubah kebijakan impornya agar sesuai isi Pasal XI: 1 GATT 1994 dengan jangka waktu 8 bulan yang kemudian para pihak sepakat menambahnya menjadi 19 bulan hingga 22 Juni 2019. Pada 2 Agustus 2018 Indonesia telah melaksanakan sebagian rekomendasi dengan merubah kebijakan dalam negerinya terkait sengketa ini, namun belum genap hingga tanggal 22 Juni 2019 Amerika Serikat meminta ganti rugi kepada Indonesia karena menganggap Indonesia telah gagal melaksanakan rekomendasi. Dalam hal ini Amerika melanggar asas pacta sunt servanda dan good faith karena telah melanggar isi perjanjiannya dengan Indonesia maupun pihak lain terkait jangka waktu pelaksanaan rekomendasi.

English Abstract

In this paper, the author raises the issue of the decision of international trade disputes by the World Trade Organization about the import of horticultural products, animals and animal products by Indonesia. The choice of this title is in the background of the results of the DSB decision in the DS478 case register number. Regarding this issue, Indonesia was found guilty of its domestic policies that were inconsistent with the contents of GATT 1994. Based on these matters, this thesis raises the following issues: (1) What is the reasons and juridical reasons used by the World Trade Organization in deciding cases of import of horticultural products, animals and animal products which is conducted by Indonesia. (2) What is the law effect of decision making on international trade disputes by the World Trade Organization to the regulations on imports of horticulture, animal and animal products which is conducted by Indonesia. Furthermore, in writing this thesis, using normative juridical method with the approach of statutory law (statute approach), case approach (case approach) and conceptual approach (conseptual approach). The primary legal materials, secondary legal materials and tertiary legal materials the author analyzes the normative analysis method in logical deduction through the process of syllogism, the major premise in the form of legal norms, then analyzed and associated with relevant facts (legal facts) as a minor premise to get conclusions. Thus, the final results of the study found answers to the problem, that the Panel in its report found that Indonesia's import policy on imports of horticultural products, animals and animal products was divided into 18 considerations violating Article XI: 1 GATT 1994. Then DSB recommended Indonesia to amend the import policy so that it complies with the contents of Article XI: 1 GATT 1994 for a period of 8 months, then the parties agree to add it to 19 months until 22 June 2019. On 2 August 2018 Indonesia has implemented a number of recommendations by changing its domestic policy related to this dispute, but not even until June 22, 2019 the United States requested compensation from Indonesia because it considered Indonesia had failed to implement the recommendations. In this case America violates the principle of pacta sunt servanda and good faith because it has inconsistent the contents of its agreement with Indonesia and other parties regarding the period of implementation of the recommendations.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FH/2019/134/051902825
Uncontrolled Keywords: -
Subjects: 300 Social sciences > 343 Military, defense, public property, public finance, tax, commerce (trade), industrial law > 343.07 Regulation of economic activity
Divisions: Fakultas Hukum > Ilmu Hukum
Depositing User: Endang Susworini
Date Deposited: 11 Jun 2020 06:55
Last Modified: 11 Jun 2020 06:55
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/169086
Full text not available from this repository.

Actions (login required)

View Item View Item