Analisis Pengaruh Paparan Lampu Neon (Flourescent) Terhadap Proses Pembuatan Alkohol

Subata, Rizal Hari (2018) Analisis Pengaruh Paparan Lampu Neon (Flourescent) Terhadap Proses Pembuatan Alkohol. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Abstract

Molase merupakan salah satu produk utama setelah gula pasir, yang dihasilkan dari bermacam-macam tingkat pengolahan tebu menjadi gula. Beberapa jenis khamir digunakan dalam fermentasi alkohol. Saccharomyces cerevisiae sering digunakan karena mampu menghasilkan etanol dengan rendemen yang tinggi (16 - 18 %) pada media yang dirancang dengan baik. Faktor yang mempengaruhi pertumbuhan mikroba pada proses fermentasi adalah suhu yang optimum untuk pertumbuhan dan perkembangbiakan mikroba ragi adalah 28-30 0C. Menganalisis pengaruh paparan lampu neon (fluorescent) pada proses mikrobiologi pembuatan alkohol dari tetes tebu (molase) serta untuk mengetahui perbandingan hasil pengaruh pertumbuhan mikroba setelah dilakukan proses penyinaran dengan lampu fluorescent dan tidak menggunakan lampu fluorescent. Perbandingan hasil data pada saat proses fermentasi pembuatan alkohol yang disinari oleh lampu neon (fluorescent) warna merah, kuning, hijau, biru dan putih dengan tidak menggunakan lampu neon (fluorescent) yaitu pada lampu neon (fluorescent) warna merah, kuning dan tidak menggunakan lampu neon (fluorescent) yeast dapat tumbuh dengan baik dan mendapatkan kadar etanol 9,53, 9,78 dan 9,01, akan tetapi pada lampu neon (fluorescent) warna hijau, biru dan putih didapatkan hasil yang berbanding terbalik semakin lama proses penyinaran yeast yang terkandung dalam sampel semakin menurun pertumbuhannya/mati, dikarenakan nilai pH-nya terlalu rendah atau dibawah standart nilai pH (3,0-6,0).

English Abstract

Molasses is one of the main products after sugar, which is produced from various levels of sugar cane processing into sugar. Some types of yeast are used in alcoholic fermentation. Saccharomyces cerevisiae is often used because it is able to produce ethanol in high yields (16-18 %) in well-designed media. The factors that influence microbial growth in the fermentation process are the optimum temperature for microbial growth and proliferation of yeast is 28-30 0C. Analyzing the effect of exposure to fluorescent lights on the microbiological process of making alcohol from molasses (molasses) and to compare the effects of microbial growth after irradiation with fluorescent lamps and not using fluorescent lamps. Comparison of the results of the data during the fermentation process making alcohol which is illuminated by neon (fluorescent) lights in red, yellow, green, blue and white by not using fluorescent lights, namely on fluorescent lights in red, yellow and not using lights neon (fluorescent) yeast can grow well and get ethanol levels of 9.53, 9.78 and 9.01, but in neon (fluorescent) light green, blue and white the results are inversely proportional to the longer process of yeast irradiation contained in the sample the growth decreases/dies, because the pH value is too low or below the standard pH value (3.0-6.0).

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/MIPA/2018/524/051901773
Uncontrolled Keywords: Tetes tebu, jenis mikroba, fluorescent dan pH / Molasses, microbial types (Saccharomyces cerevisiae), fluorescent and pH
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 641 Food and drink > 641.3 Food > 641.33 Spesific food from plant crops > 641.331 Flour > 641.336 Spesific food from plant crops (Molasses)
Divisions: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam > Fisika
Depositing User: Endang Susworini
Date Deposited: 15 Jul 2020 07:33
Last Modified: 15 Jul 2020 07:33
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/168686
Full text not available from this repository.

Actions (login required)

View Item View Item